Konten dari Pengguna

Sedenbu, Departemen Propaganda Masa Kependudukan Jepang (Part II)

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sedenbu, Departemen Propaganda Masa Kependudukan Jepang (Part II)
zoom-in-whitePerbesar

Aktivitas Sedenbu pun dapat dilihat dari berbagai kontrol yang dilakukan secara gesit, diantaranya : a. Pengontrolan terhadap semua konten pemberitaan baik dalam media cetak salah satunya Jawa Shinbunkai, Perusahaan Koran Jawa dan media elektronik sezamannya salah satunya Domei, Kantor Berita dan Jawa Hoko Kanrikyoku, Biro Pengawas Siaran Jawa. Konten yang dikeluarkan setiap media harus sesuai dengan hubungan persahabatan antara Jepang dan masyarakat Asia, semangat nasionalisme dan nilai budaya moralitas Jepang, sekaligus penggambaran kehebatan tentara Jepang dan kelimpahan SDA Hindia Belanda untuk membantu kebutuhan perang Pasifik b. Pendeklarasian secara resmi dan keras kepada Hindia Belanda bahwa film Hollywood merupakan film berkualitas buruk dan menyesatkan, sehingga tidak pantas untuk ditonton c. Pengintensifan pemasangan pengeras suara di setiap distrik yang bertujuan mendengungkan berita kemenangan Jepang di front pertempuran dan propaganda lainnya d. Pada Desember 1942 terjadi pembentukan Jawa Sinbunkai (pers), Jawa Engkai Kyokai (sandiwara), dan Jawa Eiga Kosha ditambah Badan Usaha Eiga Haikyusha yang menjadi cikal bakal Keimin Bunka Shidoso oleh pemerintah Jepang dibawah naungan badan propaganda e. Dalam hal pendidikan, Jepang memberikan kursus atau latihan kepada kalangan pribumi dengan tujuan proses indoktrinasi sekaligus pengumpulan massa f. Perangkulan berbagai golongan baik kaum muda-tua, ulama, politis nasionalis yang sekiranya dapat dijadikan agent of change dari penyokongan kepentingan propaganda Jepang