Sejarah Tinju, Salah Satu Olahraga Tertua di Dunia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tinju pertama kali muncul sebagai acara Olimpiade pada Olimpiade ke-23 (688 SM). Namun, pertandingan tinju berasal dari jauh sebelum itu.
Bukti paling awal muncul pada ukiran relief Sumeria dari abad ke-3 SM. Sebuah patung relief dari Thebes Mesir (tahun 1350 SM) menggambarkan gelaran petinju dengan dihadiri penonton. Beberapa penggambaran Timur Tengah dan Mesir yang masih ada adalah kontes 'adu pukul' dengan tangan telanjang.
Bukti paling awal penggunaan sarung tangan atau penutup tangan dalam tinju adalah dari ukiran vas Minoan Crete (tahun 1500 SM) yang menunjukkan petinju helm mengenakan pelat kaku yang diikat ke kepalan tangan.
Pertama kali adanya peraturan untuk olahraga ini berasal dari Yunani kuno. Semula, sebuah pertarungan tidak memiliki jumlah ronde; mereka melanjutkan sampai satu orang mengakui kekalahan dengan mengangkat satu jari atau ketika kondisi tubuhnya tidak dapat melanjutkan pertandingan.
Gerakan Clinching (menahan lawan dari jarak dekat dengan satu atau kedua lengan) dilarang keras. Kontes diadakan di luar ruangan, yang menambahkan tantangan panas yang menyengat dan sinar matahari yang cerah ke dalam pertarungan. Kontestan mewakili semua kelas sosial; Pada tahun-tahun, sebagian besar petinju berasal dari latar belakang kalangan mapan dan terkemuka.
Meskipun orang Yunani menggunakan sarung tangan empuk untuk latihan yang tidak berbeda dengan sarung tinju modern, namun sarung tangan ini tidak dipakai dalam pertandingan yang sebenarnya.
Bangsa Romawi mengembangkan sarung tangan yang disebut caestus yang terlihat pada mosaik Romawi dan dijelaskan dalam literatur mereka; sarung tangan ini sering memiliki gumpalan logam atau paku yang dijahit ke kulit. Caestus adalah fitur penting dalam pertandingan tinju saat itu (abad ke-1 SM).
Gelaran tinju pada masa Romawi dilaksanakan di arena olahraga dan gladiator. Tentara Romawi sering saling beradu tinju sebagai latihan dengan pertarungan dengan tangan kosong. Kontes tinju gladiator biasanya berakhir hanya dengan kematian petinju yang kalah. Dengan kebangkitan agama Kristen dan penurunan bersamaan Kekaisaran Romawi, pugilisme sebagai hiburan tampaknya tidak ada lagi selama berabad-abad.
Setelah berabad-abad kemudian, olahraga mulai teroganisir secara resmi pada tahun 1880. Kepopuleran tinju membawa olahraga kontak fisik itu memasuki kancah Olimpiade.
Tinju pertama kali dipertandingan pada Olimpiade 1904 di St. Louis, Amerika Serikat. Pada awalnya, hanya lima kelas yang dipertandingkan yakni Bantam (-54kg), Bulu (-63,5kg), Menengah (-73kg), dan Berat (+91 kg). Pada saat ini pula berbagai macam peraturan dalam tinju mulai disempurnakan.
Saat itu, tuan rumah Amerika memboyong semua medali yang dipertandingkan. Hingga kini, Negeri Paman Sam juga terus mendominasi olahraga tinju.
