Penemuan Rute Jalur Barat Laut oleh Sir John Franklin pada 1819

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sang penjelajah wilayah Arktik berkebangsaan Inggris, Sir John Franklin, lahir di Spilsby, Inggris pada 1786. Ia bergabung dengan angkatan laut Kerajaan Inggris pada 1800, bertugas di sana hingga tahun 1818 dengan jabatan terakhir komandan Kapal Trent. Tugas terakhir Sir John Franklin sebagai angkatan laut Inggris adalah melakukan sebuah ekspedisi untuk menyeberangi Laut Kutub.
Pada awal abad ke-19, saat Franklin sedang membangun karir kemiliterannya, Kerajaan Inggris tengah mengembangkan armada lautnya sebagai kekuatan laut terbesar di dunia.
Demi menggapai itu semua, Inggris harus menjadi negara pertama yang memetakan jalur-jalur samudera dan rute-rute perdagangan terbaik agar seluruh negara mengakui kehebatan Inggris. Salah satu rute perdagangan yang cukup rumit adalah Jalur Barat Laut. Jalur inilah yang kemudian mengharuskan Franklin melakukan pelayaran pada 1819.
Sir John Franklin menyusuri pesisir utara Benua Amerika dari muara Sungai Coppermine ke arah timur. Ia menjelajahi pesisir pantai itu hingga daerah Point Turnagain dan kembali ke Inggris melalui sebuah daerah di Amerika Utara yang dipenuhi dengan bebatuan, dikenal dengan sebutan Badlands.
Sir John Franklin memimpin ekspedisi yang kedua pada 1825 hingga 1827. Penjelajahannya kali ini mengharuskan ia menyusuri Sungai Mackenzie menuju ke wilayah Arktik. Ia bergerak menuju barat hingga mencapai Return Reef, dan mengakhiri perjalanannya untuk kembali ke Inggris melaporkan berbagai temuan yang dilihatnya.
Upaya penjelajahan pertama dan kedua berhasil membuktikan banyak hal mengenai wilayah-wilayah baru yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan. Sir John Franklin berhasil melakukan pemetaan untuk ukuran wilayah yang sangat luas.
Pada Mei 1845, Franklin kembali melakukan perjalanan dengan menggunakan dua kapal penjelajah Inggris. Kali ini ia diperintahkan untuk menemukan Jalur Barat Laut. Namun sayangnya Franklin dan seluruh awak kapalnya dinyatakan hilang pada bulan Juni 1845.
Beberapa bulan kemudian, kerajaan Inggris mengirimkan tim penyelamat untuk mengetahui keberadaan kelompok ekspedisi Franklin. Ekspedisi penyelamatan itu menemukan informasi bahwa kelompok Franklin memasuki daerah jalur Wellington. Mereka menghabiskan musim dingin di
Pulau Beechey dengan perlengkapan seadanya hingga akhirnya terjebak oleh bongkahan es dekat pulau raja William. Mereka tidak berhasil menemukan jalan untuk kembali ke Inggris, dan akhirnya Sir John Franklin meninggal dunia di sana.
Pada 1859, Sir John Franklin dinyatakan telah berhasil menemukan rute Jalur Barat Laut. Mereka menyadari bahwa jalur tersebut tidak menunjukkan apapun dan tidak cukup berguna untuk dilalui karena terdapat bongkahan es yang sangat besar yang mengahalanginya.
Sumber: Prescott, Jerome. 2007. 100 Penjelajah yang Berpengaruh di Dalam Sejarah Dunia. Tanggerang: Karisma
Foto: commons.wikimedia.org

