Sui Wen Ti, dan Persatuan Wilayah Tiongkok

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kaisar Sui Wen Ti, atau dikenal juga dengan Yang Chien, merupakan salah satu tokoh terpenting dalam sejarah masyarakat Tiongkok. Kaisar Sui Wen Ti berhasil menyatukan wilayah Tiongkok yang telah ratusan tahun terpecah. Persatuan yang diciptakan oleh kaisar ini bertahan selama ratusan tahun, hingga terciptanya pemerintahan Tiongkok baru. Pada masa kaisar Sui Wen Ti juga masyarakat Tiongkok mengelami kedamaian yang tidak didapat oleh bangsa lain, terutama masyarakat di Eropa dan Timur Tengah.
Periode “kegelapan” di Tiongkok setelah runtuhnya pemerintahan Dinasti Han pada 220 M, telah membawa kehancuran bagi masyarakat Tiongkok. Setiap saat kehidupan mereka terancam oleh peperangan antar penguasa yang ingin menunjukan kekuasaannya. Pada masa inilah seorang pahlawan pemersatu Tiongkok lahir, yang kelak akan memberikan kedamaian bagi masyarakat.
Yang Chien dilahirkan pada 541 M, dari sebuah keluarga terpandang di bagian utara Tiongkok. Ketika berusia 14 tahun, Yang Chien mendapatkan tugas pertamanya sebagai seorang prajurit. Ia terkenal sangat cakap dalam dunia militer, sehingga dengan cepat jabatannya naik di bawah pemerintahan Dinasti Chou di utara Tiongkok. Ia sangat dekat dengan penguasa Chou, karena jasa-jasanya mendukung kaisar menguasai wilayah utara Tiongkok. Oleh karena itu, putri Yang Chen dinikahkan dengan putra mahkota Chou pada 573 M.
Pada 578 M, Kaisar Chou wafat, dan digantikan oleh putranya, yang merupakan menantu Yang Chen. Kaisar baru itu dianggap tidak mampu memenuhi tugasnya sebagai pemimpin sehingga terjadi pemberontakan dari beberapa pihak, termasuk Yang Chen. Akhirnya perebutan kekuasaan itu dimenangkan oleh Yang Chen, dan ia pun segera diangkat menjadi kaisar baru. Yang Chen yang telah berhasil menguasai wilayah utara Tiongkok merasa tidak puas dengan kekuasaannya, sehingga memutuskan untuk menguasai bagian selatan Tiongkok. Hanya membutuhkan waktu 7 tahun saja bagi Yang Chen untuk menguasai wilayah selatan, hingga akhirnya pada 589, ia menjadi penguasa seluruh daratan Tiongkok.
Salah satu kebijakan penting yang dibuat pada masa kaisar Sui Wen Ti adalah penerapan sistem pemilihan pejabat pemerintah melalui ujian pegawai negeri. Selama berabad-abad, sistem tersebut terbukti mampu menghasilkan pejabat-pejabat pemerintah yang cakap untuk membangun pemerintahan di Tiongkok. Sistem itu pun memungkinkan seluruh masyarakat dapat menjadi pejabat pemerintah, tidak memandang status sosialnya. Sistem semacam itu sebenarnya telah diterapkan pada masa Dinasti Han, namun sempat dilupakan setelah Han runtuh dan akibat perang berkepanjangan.
Kaisar Sui Wen Ti juga menerapkan peraturan bagi penguasa lokal untuk tidak menjabat di daerah kelahirannya. Hal itu dilakukan agar seseorang tidak mencari kekuatan untuk dirinya sendiri, sekaligus mencegah munculnya dinasti baru yang mengancam pemerintahan pusat. Sui Wen Ti memang terkenal tegas, namun pada dasarnya ia adalah orang yang sangat berhati-hati, terutama untuk hal-hal yang menyangkut kesejahteraan rakyatnya. Ia pun diketahui menerapkan sistem pajak yang sangat meringankan rakyatnya.
Sui Wen Ti wafat pada 604, ketika berusia 63 tahun. Ia kemudian digantikan oleh putranya, yang telah dididik oleh istrinya untuk menjadi pengganti sang kaisar. Banyak orang yang curiga kematian Sui Wen Ti akibat penghianatan yang dilakukan putranya tersebut. Pemerintahan baru setelah Sui Wen Ti mengalami banyak pertentangan karena kebijakan-kebijakannya dianggap menyengsarakan rakyat. Hingga akhirnya munculah pemberontakan untuk menurunkan penguasa Dinasti Sui tersebut. Ia pun terbunuh pada 618 M, dan bersama kematiannya itu periode Dinasti Sui pun berakhir.
Tetapi walaupun Dinasti Sui berakhir, persatuan dan kedamaian di wilayah Tiongkok tetap berjalan baik. Penguasa baru, yaitu Dinasti Tang mempertahankan sistem pemerintahan Dinasti Sui sehingga Tiongkok tidak kembali mengalami perepcahan. Dinasti Tang bahkan disebut sebagai masa keemasan Tiongkok, karena sistem yang dijalankannya menjadi cikal bakal pemerintahan modern di Tiongkok. Hal itu tentu tidak terlepas dari pengaruh Sui Wen Ti yang membuat kebijakan-kebijakan, yang diikuti oleh penguasa Dinasti Tang.
Sumber : Hart, Michael H. 2014. 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia. Jakarta : Noura
Foto : deweezz.com
