Konten dari Pengguna

Tabrakan Maut di Landasan Pacu Tenerife Tahun 1977

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tabrakan maut antara dua pesawat Boeing 747 tahun 1977 di landas pacu Tenerife merupakan bencana penerbangan komersial terburuk dalam sejarah, yang disebabkan oleh kelalaian manusia. Buruknya penilaian pilot dan keadaan cuaca yang saat itu berkabut menjadi faktor lain penyebab terjadinya kecelakaan, di samping adanya informasi serangan teroris di wilayah tersebut.

Pada 27 Maret 1977, sebuah bom telah meledak di sebuah toko bunga di terminal Bandara Las Palmas, Kepulauan Canary. Saat itu, Pesawat KLM 4805 sedang menuju Las Palmas setelah melakukan penerbangan dari Amsterdam. Pada saat yang bersamaan Pesawat Pan Am 1736 dari Bandara Kennedy, New York, juga akan melakukan pendaratan di Las Palmas. Namun setelah bom meledak, dan ancaman teroris lainnya, Bandar Udara Las Palmas untuk sementara di tutup. Kedua pesawat itu pun kemudian dialihkan menuju Bandara Los Rodeos di Tenerife, Kepulauan Canary. Keduanya mendarat dengan selang waktu empat puluh menit di bandara tersebut.

Setelah ditutup selama kurang lebih 4 jam, Bandara Las Palmas kembali dibuka. Kedua pesawat itu kemudian diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanannya menuju Las Palmas. Di sinilah awal bencana itu terjadi. Secara keliru kedua pesawat itu telah diperkenankan masuk ke lintasan untuk lepas landas pada waktu yang bersamaan. Pesawat KLM 4805 meluncur tepat ke arah pesawat Pan Am 1736. Seluruh kru kapal dan pilot Pan Am 1736 melihat dengan jelas pesawat itu bergerak ke hadapan mereka dengan kecepatan tinggi sekitar 9 detik sebelum benturan terjadi. Pilot Pan Am 1736 mencoba untuk membelokkan pesawatnya ke arah kiri sambil berusaha terbang dengan kekuatan penuh, keluar dari jalur KLM 4805. Namun tabrakan keduanya tetap tak terhindarkan.

Pesawat KLM 4805 berhasil lepas landas, tetapi roda pendaratan, dan salah satu mesinnya menabrak pesawat Pan Am 1736. Pesawat KLM 4805 terus naik sejauh 30 meter, sebelum akhirnya pilot sepenuhnya kehilangan kendali. Pesawat KLM 4805 pun akhirnya jatuh dan meledak, sekitar 230 meter dari tempatnya lepas landas. Pesawat Pan Am 1736 yang tidak berhasil menghindari benturan, hancur menjadi beberapa keping, kemudian meledak akibat hantaman pesawat KLM 4805.

Tidak ada seorang pun penumpang yang selamat dari pesawat KLM 4805, termasuk pilot dan kru pesawat. Sementara penumpang selamat dari pesawat Pan Am berjumlah 61 orang dari total 335 penumpang pesawat tersebut. Jumlah korban tewas dari kedua pesawat itu adalah 583 orang.

Setelah peristiwa mengerikan itu terjadi, penyelidikan yang sangat ketat dilakukan oleh pemerintah dan pejabat berwenang untuk mengetahui penyebab sebenarnya dari kecelakaan tersebut. Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa Kapten Jacob van Zanten dari pesawat KLM 4805 menjadi satu-satunya orang yang patut disalahkan dalam peristiwa itu. Pilot KLM 4805 lepas landas tanpa menerima sinyal “clear”, yang berarti lintasan telah dapat dilalui setelah adanya perintah dari menara. Kesalahan lain Kapten Jacob van Zanten adalah tidak membatalkan lepas landasnya saat mengetahui pesawat Pan Am 1736 berada di jalur lintasannya pada landasan yang sama.

Faktor lain penyebab kecelakaan itu adalah munculnya kabut yang cukup tebal di sekitar lintasan, dan kesalahan komunikasi dari petugas menara yang menggunakan logat Spanyol yang cukup kental dalam memberikan intruksi. Kapten pesawat Pan Am 1736 menerima intruksi untuk membelokkan pesawatnya, tetapi ia tidak menemukan jalur untuk berbelok akibat kabut. Kecelakaan itu pun akhirnya mengharuskan diadakannya pembuatan aturan baru dan tata tertib terkait penggunaan bahasa dalam instruksi lalu lintas udara, dan konfigurasi landasan pacu.

Sumber : Spignesi, Stephen J. 2006. 100 Bencana Terbesar Sepanjang Masa. Tanggerang : Karisma

Foto : commons.wikimedia.org