Thomas Jefferson dan Deklarasi Kemerdekaan Amerika

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Thomas Jefferson dilahirkan di Shadwell, Virginia, pada 1743. Ia sempat mengenyam pendidikan di College of Willian and Mary selama 2 tahun, namun memutuskan untuk keluar tanpa mendapatkan gelar. Kemudian ia mempelajari hukum selama beberapa tahun dan bekerja di Virginian Bar, sebuah asosiasi pengacara. Thomas Jefferson menghabiskan waktunya selama 7 tahun untuk bekerja sebagai praktisi pengacara dan mengelola perkebunan. Ia pun lalu masuk menjadi anggota House of Burgesses dalam legislatif di Virginia.
Tahun 1775, Thomas Jefferson dipilih menjadi salah satu delegasi Viginia untuk mengikuti Second Continental Congress. Tahun berikutnya ia membuat sebuah draft untuk Deklarasi Kemerdekaan. Setelah kembali ke legislatif Virginia, Thomas Jefferson berperan penting dalam beberapa reformasi besar.
Salah satunya mengenai undang-undang kebebasan beragama. Ia mecoba menyediakan ruang bagi toleransi beragama untuk masyarakatnya dan pemisahan antara kepentingan agama dengan negara. Tetapi usulannya itu sempat ditentang oleh banyak pihak, namun akhirnya dapat disahkan oleh legislatif Virginia. Ide yang serupa mulai diterapkan dalam peraturan-peraturan di negara bagian lain dan diterapkan juga di konstitusi Amerika Serikat.
Perlu diingat bahwa Deklarasi Kemerdekaan yang dibuat oleh Thomas Jefferson bukan bagian dari peraturan yang mengatur Amerika Serikat. Teks tersebut merupakan pernyataan prinsip-prinsip Amerika. Ide penulisannya pun tidak semua berasal dari Thomas Jefferson tetapi sebagai besar merupakan kutipan dari tulisan John Locke.
Deklarasi Kemerdekaan bukan filosofi orisinil dan tidak pernah dimaksudkan dalam pernyataan filosofis, melainkan sebagai pernyataan tegas terhadap nilai-nilai atau kepercayaan yang dipegang oleh mayoritas orang Amerika.
Setelah itu Thomas Jefferson semakin memantapkan diri berkarir di dunia politik Amerika. Tahun 1776 sampai 1781, ia dipilih menjadi gubernur Virginia. Kemudian beberapa waktu setelah lengser dari jabatannya sebagai gubernur, ia memilih untuk sementara tidak berkarir di dunia politik. Ia memfokuskan diri menulis dan mengamati keadaan sosial di masyarakat. Ia kemudian membuat sebuah buku yang memuat mengenai penolakan terhadap sistem perbudakan, berjudul Notes on the State of Virginia.
Thomas Jefferson tahun 1783 mengakhiri masa pensiunnya dan mengawali karir politiknya kembali dengan masuk sebagai anggota Kongres. Ia mengusulkan sistem desimal untuk mata uang, agar mempermudah penentuannya, namun ditolak oleh mayoritas suara. Sama seperti penghapusan sistem perbudakan yang diajukannya pun ditolak.
Tahun 1784, Thomas Jefferson melakukan sebuah misi diplomatik ke Prancis, dan berhasil menggantikan Benjamin Franklin sebagai duta besar Amerika di sana. Ia kemudian tinggal di Prancis selama 5 tahun sehingga ia tidak hadir dalam penyusunan konstitusi Amerika. Thomas Jefferson kemudian kembali ke Amerika pada akhir 1780.
Ia segera ditunjuk sebagai sekertaris negara yang pertama, tetapi terdapat sebuah selisih paham antara dirinya dengan Alexander Hamilton, sebagai bendahara negara. Kedua pejabat penting itu memiliki pandangan politik yang sangat berbeda. Akhirnya terjadi perpecahan, kubu Alexander Hamilton membentuk partai Federalis, sedangkan kubu Thomas Jefferson membentuk parai Demokrat-Republik, yang akhirnya dikenal sebagai partai Demokrat.
Pada 1796, Thomas Jefferson mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika, tetapi ia kalah suara dari John Adams. Menurut undang-undang yang berlaku ketika itu, Thomas Jefferson yang kalah ditunjuk sebagai wakil presiden. Pada 1800, ia kembali mencalonkan diri dan kali ini ia berhasil mengalahkan John Adams. Sebagai presiden, prestasi terbesar Thomas Jefferson adalah melakukan kebijakan “Lousiana Purchase”, yaitu pembelian daerah Lousiane dari Prancis seharga 18 juta Franc. Kebijakannya itu berhasil menggandakan wilayah Amerika Serikat.
Sumber : Hart, Michael H. 2016. 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia. Jakarta : Noura.
Foto : www.historyinorbit.com
