Konten dari Pengguna

Ts’ai Lun dan Metode Awal Pembuatan Kertas

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tidak banyak yang diketahui soal kehidupan Ts’ai Lun, hanya catatan-catatan dari beberapa dinasti saja yang menyebutkan latar belakang pekerjaan dan kematiannya. Ts’ai Lun adalah seorang kasim, atau pejabat kerajaan yang menerima gelar kebangsawanan setelah tahun 105 M mempersembahkan penemuan kertasnya kepada kaisar. Menurut catatan sejarah dinasti Han, Ts’ai Lun ditempatkan pada jabatan terbaik di lingkungan kerajaan. Namun, Ts’ai Lun tidak lama menikmati kenyamanannya itu, karena ia terlibat dalam sebuah permasalahan di istana yang membuat namanya tercoreng. Menurut beberapa catatan, setelah namanya tercemar, Ts’ai Lun kemudian memilih untuk mengakhiri hidupnya.

Sebelum Ts’ai Lun menemukan metode pembuatan kertas, di Tiongkok media tulis menulis diakukan di atas bamboo. Buku-buku yang terbuat dari bambu jelas sangat menyulitkan mereka yang membawanya karena bobotnya yang sangat berat. Beberapa buku ditulis di atas sutra, tetapi penggunaan sutra untuk kepentingan-kepentingan umum dirasa terlalu mewah. Di Dunia Barat, sebelum mengenal kertas, kebanyakan buku ditulis di atas perkamen yang dibuat dari kulit domba atau sapi. Sebelumnya, media tulis menulis menggunakan papirus, yang banyak digunakan oleh orang-orang Yunani, Romawi, dan Mesir. Namun, baik perkamen atau papirus pembutannya sangat jarang dan harganya yang terlampau tinggi.

Pemakaian kertas semakin meluas selama abad kedua, setelah kaisar memperkenalkannya ke berbagai penjuru Tiongkok. Beberapa abad setelahnya, Tiongkok mulai mengekspor kertas ke beberapa wilayah Asia. Untuk waktu yang sangat lama, Tiongkok merahasiakan metode pembuatan kertas. Namun, pada abad ke-8, beberapa pembuat kertas dari Tiongkok ditawan oleh orang-orang Timur Tengah. Tidak lama kemudian, kertas diproduksi di Samarkand dan Baghdad, dan mulai menyebar di seluruh negara-negara Timur Tengah. Pada abad ke-12, orang-orang Eropa kemudian mempelajar teknik pembuatan kertas dari orang-orang Arab. Penggunaan kertas perlahan mulai menyebar di seluruh dunia, dan setelah Gutenberg menemukan teknik pencetakan modern, kertas seutuhnya menggantikan kebiasaan lama di Dunia Barat.

Kertas yang ditemukan oleh Ts’ai Lun memiliki harga yang sangat terjangkau, sehingga semua orang bisa mendapatkannya. Di Tiongkok sendiri, penemuan kertas tersebut menjadi penanda kemajuan peradaban mereka. Jika sebelumnya, seorang terpelajar di Tiongkok membutuhkan satu kereta untuk membawa sejumlah buku. Tentu keadaan seperti itu akan sangat menghambat kemajuan peradaban Tiongkok sendiri. Oleh karena itu setelah adanya kertas, para terpelajar dapat membawa buku dengan lebih praktis.

Sumber : Hart, Michael H. 2016. 100 Tokoh Berpengaruh di Dunia. Jakarta : Penerbit Noura.

Foto : media.isnet.org