Konten dari Pengguna

Valentina Tereshkova, Gadis Desa yang Mengorbit Bumi

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjelajahi Luar Angkasa - The Science Museum Russian Vostok-6 poster. Dok: Wikimedia Commons.
zoom-in-whitePerbesar
Menjelajahi Luar Angkasa - The Science Museum Russian Vostok-6 poster. Dok: Wikimedia Commons.

Valentina Tereshkova merupakan sosok perempuan yang pertama kali pergi ke luar angkasa. Ia menghabiskan hampir tiga hari di ruang angkasa pada tahun 1963. Valentina Tereshkova yang memiliki nama lengkap Valentina Vladimirovna Tereshkova itu lahir di Maslennikovo pada 6 Maret 1937. Orang tuanya bekerja di pertanian kolektif, dan ayahnya telah terbunuh selama Perang Dunia II.

Ketika berusia 16 tahun, Valentina Tereshkova meninggalkan bangku sekolahnya. Ia lalu bekerja di sebuah pabrik tekstil. Akan tetapi, menurut informasi dari Smithsonian Air and Space Museum, Valentina melanjutkan pendidikannya pada sebuah kursus korespondensi. Masa mudanya juga ia lalui dengan bergabung bersama Liga Komunis Muda (Komsomol) pabrik dan segera maju ke Partai Komunis. Selain itu, ia menjadi tertarik pada terjun payung setelah bergabung dengan Yaroslavl Air Sports Club.

Keinginannya untuk pergi ke luar angkasa sempat terinspirasi oleh Yuri Gagarin yang menjadi manusia pertama di luar angkasa pada tahun 1961. Berbekal pengalamannya terjun payung selama 126 kali itu, ia diterima dalam program luar angkasa Soviet meskipun ia tidak memiliki pengalaman sebagai pilot. Pada saat itu, para kosmonot diharuskan untuk terjun payung dari kapsul mereka selama beberapa detik sebelum mendarat kembali ke Bumi.

Pada saat menerima pelatihan selama 18 bulan, Tereshkova bukanlah satu-satunya perempuan yang mengikuti pelatihan. Ia ditemani empat perempuan lainnya. Selama pelatihan tersebut, juga dilakukan tes yang akan menentukan bagaimana seseorang akan bereaksi terhadap periode waktu yang lama sendirian, serta dengan kondisi gravitasi ekstrem dan gravitasi nol. Hingga pada akhirnya, Tereshkova menjadi satu-satunya dari lima perempuan yang dapat pergi ke luar angkasa.

Vostok 6 kapsul (diterbangkan 1964). Difoto di Science Museum, London, Maret 2016. Dok: Wikimedia Commons

Tak hanya menjadi perempuan satu-satunya, Tereshkova juga terpilih sebagai pilot Vostok 6. Hal tersebut membuatnya menjalankan misi ganda. Tereshkova diluncurkan dua hari kemudian setelah Cosmonaut Valeriy Bykovsky diluncurkan dengan Vostok 5 pada 14 Juni 1963. Kedua pesawat luar angkasa tersebut mengambil orbit yang berbeda dan datang dalam jarak 3 mil (5 km) satu sama lain. Selain mengorbitkan pesawat luar angkasa, para kosmonot juga saling bertukar komunikasi.

Lebih dari 70 jam di luar angkasa, serta membuat 48 orbit Bumi tercatat dilakukan oleh Tereshkova. Wajahnya yang tersenyum dan buku catatannya yang melayang di depannya membuat pemirsa TV Soviet terpukau. Mereka tidak menyadari bahwa penerbangan tersebut hampir berubah menjadi tragedi. Terdapat kesalahan dalam perangkat lunak navigasi otomatis pesawat ruang angkasa yang menyebabkan menjauh dari Bumi. Tereshkova dapat memperhatikan hal tersebut dan ilmuan Soviet dengan segera mengembangkan algoritma pendaratan baru. Akhirnya, Tereshkova berhasil mendarat dengan selamat meskipun dengan memar pada wajahnya.

Dok: Wikimedia Commons.

Pendaratan Tereshkova berada di wilayah Altay dekat perbatasan Kazakhstan-Mongolia-Cina saat ini. Penduduk desa membantunya keluar dari pakaian luarnya dan mengajaknya untuk bergabung dengan mereka untuk makan malam. Dia menerima tawaran tersebut, akan tetapi kemudian ditegur karena melanggar aturan dan tidak menjalani tes medis terlebih dahulu. Terlepas dari masalah-masalah tersebut,

Tereshkova tetap merasa terhormat dengan gelar Pahlawan Uni Soviet. Dia menerima Ordo Lenin dan Medali Bintang Emas. Selain itu, ia juga menjadi juru bicara Uni Soviet dan sambil memenuhi peran ini, dia menerima Medali Perdamaian Emas PBB. Setelah itu, Tereshkova tidak pernah lagi terbang di angkasa. Ia lantas menjadi pilot uji dan instruktur yang mendapatkan gelar doktor dalam ilmu Teknis.

**

Referensi:

  • https://www.space.com/