Vijayanagara, Bukti Kejayaan Bangsa India di Selatan

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Vijayanagar adalah salah satu kerajaan Hindu yang terletak di Deccan, India Selatan, dengan ibu kotanya bernama Vijayanagara. Jika diartikan ke dalam bahasa Inggris, Vijayanagara berarti “City of Victory”, atau kota kemenangan.
Kota Vijayanagara merupakan ibu kota kerajaan Hindu terbesar di wilayah selatan India. Kota ini didirikan oleh Harihara dan Bukka Raya pada 1336. Letak kota Vijayanagara sangat strategis, yaitu berada di dekat Sungai Tungabhadra. Sungai itu menjadi akses penting bagi sumber ekonomi di wilayahnya karena menghidupkan banyak sumber daya alam seperti kayu cendana, intan, dan rempah-rempah.
Selama kurang lebih 200 tahun Vijayanagara menjadi pusat religius, politik, dan perdagangan di wilayah India Selatan. Dalam perkembangannya, Vijayanagara menjadi salah satu kota yang paling berpengaruh di dunia. Kemajuan yang cukup pesat di wilayah itu menjadi faktor penentu kebudayaan di India.
Di Vijayanagara akan ditemukan kompleks percandian yang sangat megah, dan istana yang dihiasi oleh patung-patung serta ukiran-ukiran yang menggambarkan kisah-kisah dalam kepercayaan Hindu. Hal itu menjadi bukti kekuasaan raja di sana yang sangat berpengaruh pada perkembangan kota Vijayanagara. Realitas dan mitos tampak bercampur menjadi satu dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di Vijayanagara.
Namun kejayaan Vijayanagara tidak dapat berlangsung selamanya. Tahun 1565, kota kemenangan itu diserang oleh Dinasti Sultante dan pemerintahan di kerajaan pun mulai runtuh. Banyak karya seni dan bangunan-bangunan dihancurkan, serta dijarah oleh orang-orang Dinasti Sultante.
Setelah kehancuran kerajaan Vijayanagar, kota Vijayanagara mulai ditinggalkan oleh penduduknya. Kemegahan yang dahulu diakui oleh banyak peradaban di dunia itu pun perlahan mulai sirna. Area Vijayanagara kembali menjadi perkampungan kecil yang hanya ditinggali oleh beberapa keluarga saja. Wilayah itu pun tertutup oleh hutan dalam waktu yang sangat lama sebelum akhirnya ditemukan.
Reruntuhan Vijayanagara kini dikenal sebagai Hampi. Wilayah itupun dijadikan sebagai tempat penelitian para arkeolog, dan sejarawan yang ingin mempelajari kebudayaan Hindu di India. Pada 1986, Hampi dinyatakan sebagai salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO, dan berada di bawah administrasi Badan Survey Arkeologis India, serta Departemen Arkeologi Karnataka.
Sumber : Soebachman, Agustina. 2013. Misteri Kota yang Hilang. Yogyakarta : Syura Media Utama
Foto : commons.wikimedia.org
