Konten dari Pengguna

Violet Jessop: Wanita yang Lolos dari 3 Kecelakaan Maut

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Violet Constance Jessop. Dok: Wikimedia Commons.
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Violet Constance Jessop. Dok: Wikimedia Commons.

Violet Constance Jessop, lahir di Bahia, Argentina pada 2 Oktober 1887 adalah seorang keturunan Irlandia-Argentina yang dikenal karena selamat dari peristiwa bencana kecelakaan tiga kapal besar, salah diantaranya adalah peristiwa tenggelamnya kapal Titanic yang terkenal.

Violet Jessop adalah putri tertua dari imigran Irlandia, William dan Katherine Jessop (asli Argentina). Jessop adalah anak pertama dari sembilan bersaudara. Jessop menghabiskan sebagian besar masa kecilnya untuk merawat adik-adiknya.

Sewaktu kecil, Violet sering sakit-sakitan karena diketahui mengidap penyakit TBC, bahkan dokter memprediksi jika penyakit TBC yang diderita Violet akan semakin memburuk. Namun ajaibnya Violet bisa sembuh begitu saja dari penyakit TBC yang dideritanya.

Ketika Violet berusia 16 tahun, ayahnya meninggal karena komplikasi dari operasi dan keluarganya pindah ke Inggris, di mana dia bersekolah di sekolah biara sambil merawat adik bungsunya, sementara ibunya di laut bekerja sebagai pramugari kapal.

Kapal Olympic

Foto: Kapal Olympic. Dok: Wikimedia Commons.

Pada tahun 1911, Violet mulai bekerja sebagai pramugari untuk kapal perusahaan White Star, RMS (Royal Mail Ship) Olympic. Olympic adalah kapal mewah yang merupakan kapal sipil terbesar saat itu. Violet diketahui berada di kapal pada 20 September 1911, ketika Olympic berangkat dari Southampton dan bertabrakan dengan kapal perang Inggris, HMS Hawke.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski mengalami kerusakan, kapal Olympic mampu kembali ke pelabuhan tanpa tenggelam. Violet memilih untuk tidak membahas lebih lanjut mengenai tabrakan ini dalam memoarnya.

Kapal Titanic

Foto: Kapal Titanic. Dok: Wikimedia Commons.

Setahun kemudan, Violet menaiki RMS Titanic sebagai pramugari pada tanggal 10 April 1912, saat berusia 24 tahun. Empat hari kemudian, pada 14 April, Titanic menabrak gunung es di Atlantik Utara, tempat Titanic tenggelam sekitar dua jam dan empat puluh menit setelah tabrakan.

Violet menjelaskan dalam memoarnya bagaimana dia ditempatkan di atas dek kapal, karena dia berfungsi sebagai contoh bagaimana berperilaku bagi para penumpang non-Inggris yang tidak mengerti instruksi yang diberikan kepada mereka. Dia menyaksikan para kru kapal menyiapkan sekoci. Jessop kemudian diperintahkan untuk menaiki sekoci 16, dan saat perahu hendak diturunkan, salah satu kru kapal memberinya bayi.

Keesokan paginya, Violet dan korban selamat lainnya diselamatkan oleh RMS Carpathia. Menurut Violet, saat berada di atas kapal Carpathia, seorang wanita, yang diduga adalah ibu dari bayinya, meraih bayi yang digendongnya dan membawa bayi tersebut tanpa mengucapkan sepatah kata pun sambil menangis.

Kapal Britannic

Foto: Kapal Britannic. Dok: Wikimedia Commons.

Selama Perang Dunia I, Violet menjabat sebagai pramugari untuk Palang Merah Inggris. Pada pagi hari tanggal 21 November 1916, dia berada di kapal HMHS Britannic, White Star Liner yang telah diubah menjadi 'kapal rumah sakit', ketika tenggelam di Laut Aegea karena ledakan yang tidak dapat dijelaskan.

Selama ekspedisi penyelaman besar-besaran bangkai kapal pada tahun 2016, ditentukan bahwa kapal tersebut telah menabrak ranjau laut. Hal ini diperlihatkan dalam film dokumenter The Mystery of the Britannic.

video youtube embed

Kapal Britannic tenggelam dalam waktu 55 menit dan menewaskan 30 dari 1.066 orang di dalamnya. Otoritas Inggris berhipotesis bahwa kapal itu terkena torpedo atau menabrak ranjau yang ditanam oleh pasukan Jerman. Sebuah teori konspirasi bahkan telah beredar yang menyatakan bahwa Inggris bertanggung jawab atas tenggelamnya kapal mereka sendiri.

Saat kapal Britannic tenggelam, Violet dan penumpang lainnya hampir terbunuh oleh baling-baling kapal yang menghisap sekoci. Jessop harus melompat keluar dari sekoci, akibatnya Jessop 'hanya' mengalami cedera di kepalanya.

Setelah perang, Violet terus bekerja untuk White Star Line, sebelum bergabung dengan Red Star Line dan Royal Mail Line. Selama masa kerjanya dengan Red Star, Jessop melakukan dua pelayaran keliling dunia dengan kapal terbesar perusahaan tersebut, Belgenland. Di akhir usia tiga puluhan, Violet menikah, dan pada tahun 1950 ia pensiun.

Violet, yang mendapat julukan "Miss Unsinkable" karena tiga kali lolos peristiwa kecelakaan kapal, meninggal karena gagal jantung kongestif pada tahun 1971 ketika berusia 83 di Great Ashfield, Inggris.

**

Referensi:

  • https://museumhack.com/

  • https://www.britannica.com/

  • https://www.encyclopedia-titanica.org/

  • https://www.thevintagenews.com/