• 0

USER STORY

Wewe Gombel: Hantu “Pribumi” Semarang

Wewe Gombel: Hantu “Pribumi” Semarang


Mitos hantu ini berasal dari Bukit Gombel, Semarang
Terbersit kembali ketika kecil dalam ingatan, ketika hendak keluar malam para orang tua zaman dulu selalu bilang “jangan keluar habis magrib, nanti di culik wewe gombel”
Setelah besar dan berpikir, ternyata penasaran, bagaimana sosok wewe gombel ini bisa dilekatkan dengan anak-anak
Dalam beberapa penelusuran terhadap masyarakat asal kata gombel itu sendiri, ternyata wewe gombel atau kolong wewe merupakan sebutan bagi roh perempuan yang meninggal bunuh diri. Perwujudan Wewe Gombel digambarkan sebagai seorang perempuan yang bisa berubah wujud menjadi siapa saja, dengan ukuran payudara yang luar biasa besarnya. Ia jahil karena sering menculik anak-anak kecil dan menyembunyikannya.
Cerita mengenai wewe gombel ini sangat hidup dan melekat di masyarakat Jawa, khususnya di Semarang, yang digadang-gadang sebagai kota asal wewe gombel ini tercetus. Sesuai namanya, kisah asal usul wewe gombel ini katanya berasal dari daerah 'Bukit Gombel' di Semarang, Jawa Tengah. Beberapa orang bahkan menamakan daerah itu merupakan wilayah kerajaan hantu. Peristiwa kemunculan wewe gombel ini di antaranya terjadi di wilayah Semen, Wonogiri dan Klaten, Jawa Tengah, sehingga terus menyebar ke pulau Jawa.
Konon cerita mengapa sang perempuan tersebut bisa bunuh diri karena memergoki sang suami selingkuh, karena tidak bisa memberikan anak. Selain ditinggal selingkuh, perempuan itu juga diasingkan sampai menjadi gila. Ia menjadi olok-olok warga juga. Sang suami itupun dibunuh. Warga Gombel mengetahui hal itu, maka wanita itu dikejar-kejar agar bertanggung jawab. Sudah tak tahu lagi harus berbuat apa perempuan itu pun mengakhiri hidupnya dii sebuah pohon di bukit gombel.
Dalam kepercayaan masyarakat, hantu wewe gombel suka menculik anak kecil yang sedang bermasalah dengan orangtuanya. Dia bakal menculik anak dan menyembunyikannya, lalu menakut-nakuti orang tua, namun dengan tujuan agar orang tua sadar bahwa apa yang dilakukan pada anaknya itu salah, setelah orang tua sadar baru wewe gombel akan melepaskannya.
Seperti hantu kebanyakan yang diilustrasikan bisa membuat manusia berhalusinasi, wewe gombel ketika menculik anak-anak juga bisa membuat mereka memakan kotoran, tetapi seolah terlihat seperti makanan enak. Tak heran bila orang tua zaman dulu sering menggunakan wewe gombel untuk menakut-nakuti anaknya agar tidak nakal dan keluyuran malam.
sedangkan untuk mencari anak yang dicuri oleh wewe gombel ini yakni dengan keliling rumah atau kampung sambil menabuh tampah (nampan besar terbuat dari anyaman bambu), sambil bernyanyi "blek-blek ting, blek-blek ting (menyebut nama anak yang hilang) muncula atau keluarlah," dinyanyikan sambil keliling rumah atau kampung tujuh kali



HororMitosSejarah

500

Baca Lainnya