HARJAKAL ke-151, Dlingo UMKM & Cultural Festival Dorong Ekonomi Warga

Kelompok Penelitian Mahasiswa
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari UKM KPM UMY tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dlingo, Bantul — Young Sustainable Initiative (YSI) UKM Kelompok Penelitian Mahasiswa (KPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar Dlingo UMKM & Cultural Festival pada Sabtu-Ahad, 22-23 Agustus 2026, di Balai Budaya Kertojayan, Kalurahan Dlingo. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kalurahan (HARJAKAL) Dlingo ke-151, dengan mengusung jargon "Budaya Dadi Fondasi, UMKM Dadi Solusi".
Festival berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu, 22 Agustus 2026 pukul 15.15-22.30 WIB, dan Ahad, 23 Agustus 2026 pukul 19.30-22.50 WIB. Acara ini merupakan salah satu agenda besar dari beberapa agenda program YSI UKM KPM UMY, yang sebelumnya juga menggelar Sosialisasi Program & FGD "Sapa Dlingo" di Balai Desa Dlingo pada Juli 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian seni budaya tradisional, sekaligus upaya penguatan ekonomi warga lokal melalui bazar UMKM Padukuhan Dlingo. Festival ini didukung langsung oleh berbagai dinas terkait. Salah satu dinas yang hadir yaitu Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bantul.
Rangkaian acara dimeriahkan oleh pementasan seni tradisi unggulan dari kelompok-kelompok kesenian setempat, di antaranya Pentas Jathilan Renggo Budoyo, Putra Kasatriyan, Turonggo Mudho Perwiro, dan Citro Budaya Adhiluhung. Pementasan ini menjadi daya tarik utama yang menghadirkan nuansa budaya tradisional khas Dlingo kepada masyarakat dan pengunjung.
Ketua Sanggar Pawiyatan Hastabrata, Seno, menyampaikan kesan dan pesannya usai kegiatan malam itu berlangsung. Ia mengaku bangga melihat antusiasme anak-anak beserta orang tua yang turut mendampingi dalam menguji kompetensi seni pada hari tersebut. "Merasa bangga ternyata anak-anak ini juga termasuk orang tuanya ini semuanya semangat di dalam mendampingi anak-anak untuk menguji kompetensi hari ini. Ini merupakan hal yang luar biasa karena mungkin di tempat-tempat lain tidak ada kegiatan seperti ini," ujar Seno.
Selain pertunjukan seni, festival juga menghadirkan bazar UMKM yang menyajikan beragam kuliner khas Dlingo, seperti pie sawo dan dodol sawo, di samping berbagai produk UMKM lokal lainnya. Bazar ini menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di tiap Padukuhan Dlingo untuk memasarkan produk sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi kreatif wilayah setempat.
Melalui perpaduan pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi ini, Dlingo UMKM & Cultural Festival diharapkan mampu menjadi wadah berkelanjutan bagi masyarakat Dlingo untuk terus mengembangkan potensi seni tradisi sekaligus roda perekonomian lokal, sejalan dengan semangat besar program Youth Sustainable Initiative UKM KPM UMY.
