Pilih-Pilih Pintar: Tong Sampah Organik-Non Organik dari Galon Bekas
Tulisan dari PPL SD NEGERI KRETEK 04 KELOMPOK 11 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kebersihan lingkungan merupakan sebuah tanggung jawab yang harus dimiliki dan ditanam sejak usia dini, terutama kepada peserta didik sekolah dasar. Lingkungan yang bersih tidak hanya menciptakan suasana belajar yang nyaman tetapi juga mengajarkan betapa pentingnya kepedulian kita terhadap lingkungan alam. Berdasarkan hal ini, mahasiswa PPL di SD Negeri Kretek 04 melaksanakan program kerja yang bertema “Pilih-Pilih Pintar : Sampah Organik dan on-Organik dari Galon Bekas”. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk mengajarkan kepada peserta didik bagaimana cara memilah sampah sekaligus mengasah kreativitas peserta didik dalam kegiatan ini.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa PPL menyiapkan sebanyak 8 galon bekas sebagai komponen inti dalam pembuatan tong sampah. Galon-galon tersebut nantinya diolah menjadi tempat sampah yang kreatif dengan dua jenis, yaitu tempat sampah organik dan non-organik. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa makhluk hidup contohnya seperti daun, sisa makanan, buah-buahan yang sudah membusuk. Sampah organik dapat diolah kembali menjadi pupuk kompos. Sementara sampah non-organik yaitu sampah yang sulit terurai contohnya seperti plastik, botol, kaleng ataupun bungkus makanan ringan. Sampah seperti botol dan plastik dikumpulkan untuk kemudian di daur ulang. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan mewarnai dan menghias galon bekas. Galon untuk sampah organik dicat dengan warna orange lalu ditambahkan gambar buah, sayur dan daun. Sedangkan untuk galon sampah non-organik dicat dengan warna hijau, serta dihiasi gambar botol, kaleng, plastik dll. Hal ini untuk menunjukan jenis sampah yang sulit terurai dan perlu didaur ulang. Setelah dihias, galon-galon tersebut kemudian dipamerkan kepada seluruh warga sekolah SDN Kretek 04, Sekaligus menjelaskan terkait perbedaan sampah organik dan non-organik serta pentingnya menjaga lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya. Penjelasan diberikan dengan cara yang menarik dan interaktif sekaligus disertai contoh-contoh nyata agar mudah dipahami.
Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak, serta antusiasme yang tinggi terutama dari para peserta didik sebagai target utama program ini. Respon positif juga datang dari pihak guru-guru dan kepala sekolah yang melihat nilai edukatif tinggi dari program ini. Lebih dari sekadar kegiatan sesaat atau program jangka pendek, program ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang yang signifikan dan berkelanjutan dalam membentuk karakter, mengubah pola pikir, dan membudayakan kebiasaan baik peserta didik terkait pengelolaan sampah dan kepedulian lingkungan. Melalui pembiasaan dan praktik memilah sampah sejak usia dini, peserta didik diharapkan akan tumbuh dan berkembang menjadi individu-individu yang memiliki kesadaran lingkungan yang tinggi, bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya, dan siap untuk ikut berpartisipasi aktif serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan sekolah yang sehat, nyaman, aman, dan memiliki lingkungan yang bersih, asri, dan lestari.
Program pilih-pilih pintar memberikan dampak positif yang tidak hanya terbatas pada aspek pengetahuan dan keterampilan peserta didik dalam memilah sampah, tetapi juga membawa perubahan pada budaya sekolah secara keseluruhan. Guru-guru melaporkan adanya peningkatan signifikan dalam kebersihan lingkungan sekolah setelah program ini dilaksanakan. Peserta didik menjadi lebih sadar dan proaktif dalam menjaga kebersihan, tidak hanya di dalam kelas tetapi juga di seluruh area sekolah. Program seperti ini sangat penting untuk dilakukan secara berkelanjutan mengingat tantangan masalah sampah di Indonesia yang semakin kompleks dan memerlukan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda sebagai agen perubahan masa depan. Dengan demikian, melalui pendidikan lingkungan yang dimulai dari tingkat sekolah dasar, diharapkan Indonesia dapat memiliki generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang peduli lingkungan, bertanggung jawab, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik.

