Kemhan Beri Santunan Rp 50 Juta ke Keluarga 5 Peserta Latsar SPPI yang Meninggal

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kabag BPSDM Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia (kedua kanan) bersama jajaran dan Tim Kesehatan Letkol CKM Ichsan (kiri) memberi keterangan saat konferensi pers evaluasi latihan dasar SPPI KDKMP di Kemenhan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kabag BPSDM Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia (kedua kanan) bersama jajaran dan Tim Kesehatan Letkol CKM Ichsan (kiri) memberi keterangan saat konferensi pers evaluasi latihan dasar SPPI KDKMP di Kemenhan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO

Kemhan RI akan memberikan santunan kepada keluarga lima peserta Program Latihan Dasar (Latsar) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih/Kampung Nelayan Merah Putih (KDKMP/KNMP).

Kelima orang itu meninggal dunia saat pelaksanaan Latsar akibat masalah kesehatan. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Mayjen TNI Ketut Gede Wetan, memastikan pihaknya turut membantu proses pemakaman sebagai bentuk tanggung jawab penyelenggara.

"Kami juga membantu proses mulai dari pemakaman. Selain itu, ada santunan yang diberikan langsung kepada keluarga yang bersangkutan, termasuk pendampingan mulai dari lokasi kejadian hingga proses pemakaman sebagai bentuk tanggung jawab dan perhatian kami sebagai penyelenggara, khususnya representasi negara," ujarnya.

"Kami memberikan santunan sebesar Rp 50 juta," ungkapnya.

Kepala Biro Informasi Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menambahkan pihaknya berkomitmen untuk mengevaluasi setiap kegiatan yang dilaksanakan.

"Kami selaku Kementerian Pertahanan senantiasa berharap semua kegiatan dapat berjalan dengan baik. Kami juga memiliki komitmen untuk melaksanakan evaluasi terhadap setiap kejadian maupun insiden yang terjadi sebelumnya," tambahnya.