KRL Green Line Tertemper Orang di Serpong-Sudimara, 3 Perjalanan Sempat Telat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah penumpang antre menuju peron kereta rel listrik (KRL) rute green line di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Senin (4/5/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah penumpang antre menuju peron kereta rel listrik (KRL) rute green line di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Senin (4/5/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Perjalanan Commuter Line Green Line relasi Rangkasbitung–Tanah Abang sempat terganggu setelah kereta tertemper orang di petak jalur antara Stasiun Serpong dan Stasiun Sudimara, Kamis (8/10) sore.

Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan membenarkan insiden tersebut. Peristiwa terjadi di petak antara Stasiun Serpong dan Stasiun Sudimara sekitar pukul 18.15 WIB.

"Betul terdapat Kereta Commuter Line tertemper orang di KM 24+900 Jalur antara Stasiun Serpong dengan Sudimara pada pukul 18.15 WIB,” kata Leza saat dikonfirmasi awak kumparan, Kamis (8/10).

Akibat kejadian tersebut, sejumlah perjalanan Commuter Line mengalami keterlambatan.

“Dampak dari temperan tersebut terdapat 3 perjalanan Commuter Line yang mengalami keterlambatan 9-10 menit,” ujar Leza.

Sejumlah penumpang KRL Commuter Line Bogor menunggu datangnya kereta di Stasiun Depok, Selasa (8/9/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Informasi gangguan perjalanan tersebut sebelumnya disampaikan KAI Commuter melalui akun X resminya. KAI Commuter meminta maaf atas keterlambatan perjalanan Commuter Line Rangkasbitung–Tanah Abang pulang-pergi akibat insiden tersebut.

Dalam unggahannya, KAI Commuter menyebut perjalanan Commuter Line Rangkasbitung–Tanah Abang dengan nomor KA 1771D sempat terdampak akibat kejadian di petak jalur antara Stasiun Serpong dan Sudimara.

Hingga kini, KAI Commuter belum menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai identitas maupun kondisi orang yang tertemper dalam insiden tersebut.