Wamenlu Anis Matta: Insyaallah KTT D-8 di Indonesia Bisa Diadakan Tahun Ini

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 di Indonesia diharapkan tetap digelar pada 2026. Awalnya, KTT tersebut dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada April lalu, namun ditunda akibat memanasnya situasi di Timur Tengah.
Informasi mengenai KTT D-8 disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta dalam pembukaan D-8 Halal Expo 2026, Rabu (8/7).
"Mestinya kemarin pada bulan April acara summit-nya. Tapi karena ada perang yang sedang terjadi di Timur Tengah, jadi acara ini ditunda sampai waktu yang sekarang belum ditentukan," kata Anis.
"Insyaallah mudah-mudahan tetap bisa diadakan tahun ini," tambahnya.
D-8 dibentuk pada 1997 dengan tujuan memperkuat kerja sama ekonomi dan pembangunan antarnegara anggotanya, yakni Indonesia, Malaysia, Iran, Bangladesh, Mesir, Nigeria, Pakistan, dan Turki.
Pada 2026, Indonesia memegang keketuaan D-8. Oleh karena itu, Indonesia akan menggelar rangkaian pertemuan hingga penyelenggaraan KTT D-8.
Saat ini, nilai perdagangan delapan negara anggota tercatat mencapai sekitar USD 150 miliar hingga USD 160 miliar. Mereka menargetkan nilai perdagangan tersebut meningkat menjadi USD 500 miliar pada 2030.
Lebih lanjut, Indonesia menjadikan industri halal sebagai salah satu fokus utama selama masa keketuaannya.
"Fokus utamanya salah satunya adalah industri halal ini, ekonomi halal ini insyaallah akan menjadi salah satu prioritasnya," kata Anis.
"Prioritas lainnya adalah isu tentang generasi muda dalam rangkaian kerja sama di negara D-8. Juga ada prioritas yang berhubungan dengan isu disaster, isu bencana alam," tambahnya.
