Asian Games, Aset Masa Depan

Tulisan dari Prakoso Wicaksono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Indonesia menaruh banyak harapan pada perhelatan akbar Asian Games XVIII di Jakarta dan Palembang tahun ini. Sebagai tuan rumah, Indonesia memiliki peluang yang sangat bagus dalam meningkatkan perekonomian nasional dan peningkatan citra Indonesia di mata dunia.
Tetapi apakah benar menjadi tuan rumah Asian Games akan membawa keuntungan jangka panjang bagi Indonesia?
Pertama, pada sisi ekonomi, menurut pihak penyelenggara, Asian Games diperkirakan akan membawa cashflow sebanyak Rp. 45,5 triliun. Pemasukan sebanyak itu diperkirakan akan berasal dari rangkaian kegiatan pariwisata selama berlangsungnya pesta olahraga tersebut. Misalnya, peningkatan lowongan pekerjaan, perjanjian kerjasama dengan sponsor, tingkat hunian hotel yang meningkat, penjualan tiket pertandingan dan seterusnya. Indonesia diperkirakan akan mengalami ledakan yang cukup tinggi di bidang pariwisata selama dua minggu sebagai tuan rumah.
Namun menurut Andrew Zimbalist, seorang ahli ekonomi, terdapat sedikit bukti bahwa tuan rumah event olahraga besar seperti Olimpiade, Piala Dunia dan Asian Games akan membawa peningkatan signifikan pada pariwisata Indonesia ke depan. Sebaliknya, terjadi tourist displacement dimana para atlet dan ofisial kontingen negara peserta justru menggantikan para wisatawan yang justru menghindari liburan ke Indonesia karena lonjakan tarif hotel dan tiket pesawat karena acara tersebut
Kedua, Asian Games akan mampu mengubah citra positif Indonesia di panggung internasional. Perhelatan Asian Games akan menjadi saat yang tepat untuk mengekspos Indonesia sebagai negara yang aman dan kondusif. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menghadapi tantangan keamanan dan sosial yang mencemari citra kita di dunia internasional. Sukses sebagai penyelenggara akan meningkatkan profil internasional dan menunjukkan kemampuan Indonesia dalam memastikan keamanan dan kesiapan dalam mengelola acara berskala internasional dan melibatkan ribuan kontingen asing.
Citra Indonesia sebagai negara yang aman memang perlu. Namun, sepertinya citra sebagai negara yang berprestasi di olahraga belum menjadi prioritas. Belakangan ini, prestasi olahraga Indonesia pada event besar belum terlalu bagus. Sebagai contoh, Indonesia gagal masuk tiga besar perolehan medali SEA Games pada tiga kali pelaksanaan. PSSI dicekal oleh FIFA pada tahun 2014 dan semua aktifitas sepakbola dilarang selama setahun penuh. Sementara banyak negara telah mengejar kita di badminton, cabang olahraga yang dulu selalu kita dominasi. Kurangnya perhatian dari pemerintah, kurangnya infrastruktur serta tidak adanya keterlibatan stakeholder/mitra swasta dianggap sebagai faktor penurunan olahraga di Indonesia.
Jadi apa yang seharusnya menjadi warisan Asian Games?
Dalam hal pariwisata, investasi jangka panjang harus dilaksanakan dengan baik menggunakan momentum Asian Games. Selain pengembangan dan pemeliharaan infrastruktur dan fasilitas wisata yang telah dibangun, perlu juga skema pengembangan industri pariwisata yang berkelanjutan. Pemangku kepentingan seperti pemerintah, sektor swasta, dan komunitas yang disatukan selama event akbar terus harus dipupuk lagi untuk mengembangkan program nyata lainnya yang akan mendukung percepatan pengembangan pariwisata Indonesia. Misalnya pengembangan inisiatif baru seperti paket perjalanan domestik dengan merangkul berbagai sponsor Asian Games seperti maskapai penerbangan, travel biro dan grup hotel. Strategi pemasaran berkelanjutan yang tepat dapat membawa sustainability dalam pariwisata bagi negara tuan rumah hingga beberapa tahun ke depan.
Terakhir, Asian Games adalah waktu yang tepat untuk rebranding citra Indonesia sebagai negara yang mampu sukses di panggung olahraga dunia. Perhelatan Asian Games bukan hanya tentang bagaimana menjadi tuan rumah yang baik tetapi harus mampu menginspirasi generasi baru. Indonesia perlu mulai menginvestasikan banyak modal, infrastruktur dan kebijakan yang mendukung upaya peningkatan partisipasi di bidang olahraga. Kompetisi yang teratur dan jauh dari unsur politis akan mampu menciptakan atlet-atlet masa depan.
Perhatian pemerintah dan keterlibatan sektor swasta sangat dianjurkan. Tidak ada gunanya menginspirasi generasi muda untuk berolahraga jika mereka tidak mendapat dukungan dari pemerintah dan sektor lain.
Tujuan utama penyelenggaraan Asian Games bukanlah menjadi tuan rumah yang baik ataupun keuntungan ekonomi sesaat namun yang menjadi tujuannya adalah menciptakan warisan ke depan. Sebuah warisan yang tidak hanya terasa selama Asian Games berlangsung tetapi jauh setelah event tersebut selesai.
.
