Konten dari Pengguna

Grab Atau Go-Jek, Pilih Mana?

Prakoso Wicaksono

Prakoso Wicaksono

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Prakoso Wicaksono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Warga kota besar di Indonesia semakin larut dalam kepraktisan. Di era digital ini, efisiensi dan efektifitas adalah suatu keharusan. Melihat kenyataan tersebut kemudahan telah ditawarkan oleh para pembuat aplikasi (apps) smartphone untuk membantu kita sehari-hari. Pasti anda adalah pengguna apps juga bukan?

Saat ini banyak aplikasi yang dapat membuat hidup kita lebih berwarna. Bagi kaum ABG, mata dan tangan tentu tidak akan jauh dari aplikasi sosial media. Untuk para ibu-ibu akan siap selalu dengan aplikasi online shopping nya. Sedangkan para komuters tentu sangat akrab dengan aplikasi ojek online untuk membantu navigasi di tengah hiruk pikuk kemacetan Jakarta.

Kepopuleran aplikasi ojek online tidak dapat dipungkiri merupakan jawaban atas keterlambatan pihak pemerintah dalam memperbaiki sarana prasarana transportasi umum di kota-kota besar. Belum ditemukannya solusi untuk permasalahan transportasi seperti kemacetan, kenyamanan dan kekurangan menjadi alasan aplikasi ojek online mulai mengambil hati para komuters.

Menurut survei yang dilakukan oleh Mobile Matrix Indonesia, saat ini terdapat 15.730.000 pengguna aplikasi ojek online. Terdapat tiga aplikasi ojek online yang saat ini menjadi pilihan utama para komuter di Jakarta yaitu Grab, Go-Jek dan Uber. Namun sejak Grab mengakuisi Uber di wilayah Asia Tenggara pada awal tahun 2018, praktis hanya Grab dan Go-Jek yang kini bersaing di Indonesia. Dengan target market yang sama dan layanan transportasi yang mirip kedua aplikasi tersebut saat ini jor-joran memberikan pelayanan dan insentif terbaik untuk para penggunanya dengan perbedaan layanan sesuai dengan visinya.

Persaingan tersebut telah membuat perkembangan layanan aplikasi ojek online semakin lengkap dan komprehensif. Saat ini kedua aplikasi tersebut telah menjangkau layanan lain diluar sekedar aplikasi ojek online. Inilah yang membuat permintaan terhadap jasa ojek online terus meningkat. Dan kadang memang susah untuk loyal pada satu aplikasi.

Go-Jek menjadi pelopor layanan jasa transportasi ojek online yang inovatif menjangkau pelanggannya dengan layanan-layanan lain. Total Go-Jek memiliki 18 layanan aplikasi mulai dari Go-Jek, Go-Send, Go-Ride, Go-Food, hingga Go-Massage dan beberapa layanan lain khusus untuk lifestyle. Sedangkan Grab memiliki delapan layanan utama diantaranya layanan GrabCar, GrabShare, GrabBike, GrabFood, GrabExpress dan seterusnya. Lengkap bukan untuk mencukupi kebutuhan tiap hari?

Layanan yang sangat mirip antara kedua aplikasi tersebut tentunya menimbulkan persaingan bisnis yang sehat. Hal tersebut pastinya akan menguntungkan kita sebagai pengguna. Namun terkadang memang susah untuk loyal pada satu aplikasi. Ada beberapa orang yang lebih memilih menggunakan Grab ada pula pemakai Go-Jek semua memiliki preferensi masing-masing. Nah, untuk sedikit membantu para komuters, mari kita coba lihat keunggulan dan kekurangan masing-masing.

Grab

1. Tarif: Murah dan bisa berubah tergantung jam sibuk

2. Promo: sering memberikan promo khususnya di makanan

3. Fitur layanan: variatif pada delapan kategori layanan

4. Metode pembayaran: tunai ataupun cashless bekerja sama dengan OVO

5. Aplikasi: aplikasi jarang error

6. Armada: memadai dengan konsentrasi disekitar wilayah Jakarta

Go-Jek

1. Tarif: Murah dan bisa berubah sesuai jam sibuk

2. Promo: Tidak jarang memberikan promo namun lebih diutamakan bagi pengguna gopay

3. Fitur layanan: sangat lengkap dan sudah menjangkau kebutuhan pokok dan lifestyle

4. Metode Pembayaran: tunai ataupun cashless dengan GoPay

5. Aplikasi: terkadang belum stabil dengan beberapa kali error pada jam sibuk

6. Armada: jauh lebih banyak dibanding aplikasi lain dan sudah mudah ditemukan di daerah luar Jakarta

Kurang lebih itulah kelebihan dan kekurangan dari masing-masing aplikasi ojek online menurut beberapa pandangan. Sebagai konsumen tentunya harus bijak dalam memilih aplikasi mana yang cocok untuk setiap kebutuhan kita. Dan pastinya aplikasi yang dipilih selalu menguntungkan kita dan mempermudah aktifitas kita sehari-hari.