Inovasi Pesta Kenari Pro UMKM : Jalan Baru UMKM Maluku Naik Kelas & Berdaya

ASN Badan POM RI. Penulis Buku Sains & Sejarah. Founder Komunitas Penulis Indowriters
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Prasetya Ramadhan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pesta Kenari Pro UMKM adalah inovasi pelayanan publik dari Balai POM di Ambon untuk mempercepat perizinan, sertifikasi, dan standar mutu produk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan olahan di Maluku
Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian daerah di Maluku. Produk-produk lokal seperti olahan pangan, herbal, hingga komoditas khas daerah memiliki potensi besar untuk menembus pasar nasional bahkan internasional. Namun, kenyataan di lapangan sering kali memperlihatkan tantangan klasik: para pelaku usaha di Maluku kerap terkendala oleh prosedur perizinan yang rumit, terbatasnya pemahaman terkait standar keamanan pangan, hingga kesulitan dalam menembus akses pasar dan permodalan.
Memahami persoalan struktural tersebut, Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Ambon menghadirkan sebuah terobosan pelayanan publik yang dinamakan Pesta Kenari Pro UMKM (Pendampingan Percepatan Sertifikasi dan Registrasi Produk UMKM). Inovasi ini tidak sekadar menjadi program formalitas, melainkan sebuah gerakan pendampingan komprehensif yang dirancang untuk meruntuhkan tembok birokrasi dan membawa UMKM Maluku naik kelas.
Simplifikasi Proses Registrasi dan Sertifikasi
Selama ini, proses pengurusan sertifikasi dan izin edar identik dengan prosedur yang berbelit-belit. Pelaku usaha harus mendatangi kantor pelayanan secara tatap muka pada jam kerja, membuang banyak waktu dan biaya transportasi terutama bagi pengusaha dari kepulauan di luar Kota Ambon.
Lewat Pesta Kenari Pro UMKM, Balai POM di Ambon melakukan transformasi layanan. Pelayanan kini dialihkan secara penuh ke sistem digital berbasis web yang terintegrasi dengan Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA). Pelaku usaha tidak perlu lagi repot bertatap muka di kantor. Proses pendampingan dilakukan secara transparan, di mana status permohonan dapat dipantau secara langsung (real-time) melalui akun perusahaan masing-masing. Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Balai POM di Ambon dalam membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
12 Layanan Pendampingan Bagi UMKM
Mengapa program Pesta Kenari Pro UMKM sangat berguna dan menjadi angin segar bagi masyarakat Maluku? Jawabannya terletak pada pendekatan pendampingannya yang holistik (end-to-end). Balai POM di Ambon tidak hanya menuntut UMKM memenuhi standar keamanan, tetapi memandu dan membantu mereka dari tahap paling awal hingga produk siap dipasarkan.
Tercatat ada 12 layanan pendampingan terpadu yang mencakup aspek:
Legalitas Dasar: Pendampingan pembuatan Nomor Izin Berusaha (NIB) dan Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB UMKU) melalui OSS RBA.
Standardisasi Kelayakan: Pendampingan proses e-sertifikasi dan penerapan Good Manufacturing Practice (GMP) atau Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).
Izin Edar dan Registrasi: Pendampingan pembuatan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) serta pendampingan e-registrasi izin edar BPOM.
Desain Produk dan Tata LayOut: Membantu pembuatan desain rumah produksi yang higienis serta perancangan desain label produk yang menarik dan memenuhi kaidah regulasi.
Akses Permodalan dan Sertifikasi Halal: Membantu menjembatani UMKM dalam mengakses lembaga permodalan dan proses sertifikasi halal.
Eskalasi Pasar dan Pelatihan: Membuka akses jaringan pemasaran, memfasilitasi Bimbingan Teknis GMP, serta memfasilitasi pelatihan pembuatan produk.
Bagi seorang pelaku usaha UMKM pangan olahan di pulau-pulau seperti di daerah Maluku, kemudahan membuat desain label yang estetis, penataan dapur produksi yang sesuai standar kesehatan, hingga terbitnya izin edar BPOM dan sertifikat halal dalam satu pintu pendampingan adalah modal besar yang mengubah nasib usaha mereka.
Dampak Nyata dan Capaian Terukur
Dampak dari inovasi ini terasa sangat nyata sepanjang pelaksanaan program hingga periode laporan Desember 2025. Berdasarkan data capaian, layanan pendampingan ini telah menyentuh ratusan pelaku usaha di berbagai wilayah Maluku:
Akses Pemasaran: Sebanyak 156 pelaku usaha berhasil dibantu dan dibuka akses pemasarannya secara lebih luas.
Standardisasi Produksi: Berhasil menyelenggarakan Bimbingan Teknis GMP kepada 31 UMKM serta membantu 4 UMKM merancang desain rumah produksi.
Sertifikasi dan Izin Edar: Memfasilitasi penerbitan 20 sertifikat e-sertifikasi, 20 izin SPP-IRT, 14 izin e-registrasi, 13 sertifikat halal, serta pembentukan 12 PB-UMKU dan 7 NIB.
Pengembangan Produk: Membantu 16 UMKM mendesain label produk agar kompetitif di rak-rak modern, memfasilitasi 2 akses permodalan, dan pelatihan pembuatan produk.
Selain capaian langsung tersebut, Balai POM di Ambon juga menargetkan peningkatan jumlah kader/fasilitator pendamping UMKM hingga 155 kader, dimana nantinya kader di daerah ini yang akan membantu pelaku usaha. Peningkatan ini memastikan bahwa jaringan pendampingan tidak berhenti di pusat kota, melainkan menjangkau hingga ke pelosok wilayah Provinsi Maluku.
Menuju UMKM yang Naik Kelas dan Berdaya Saing
Inovasi Pesta Kenari Pro UMKM bukan sekadar inovasi untuk pemenuhan indikator kinerja birokrasi semata. Di balik lembar angka dan grafik capaian, ada dampak sosial-ekonomi yang berharga. Produk lokal yang telah terdaftar dan tersertifikasi secara otomatis meningkatkan jaminan keamanan pangan bagi masyarakat konsumer. Di sisi lain, peningkatan daya saing dan legalitas produk membuka peluang bagi UMKM Maluku untuk menembus pasar ritel modern, memasok kebutuhan hotel/restoran, hingga mengekspor produk khas Maluku ke luar daerah.
Dengan terus diperkuatnya program ini, Balai POM di Ambon membuktikan bahwa pemerintah dapat hadir bukan sebagai penghambat atau pengawas yang menakutkan, melainkan sebagai mitra, pembina, dan pengayom yang membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Inovasi Pesta Kenari Pro UMKM diharapkan dapat menjadi cermin dari birokrasi berdampak yaitu birokrasi yang melayani masyarakat secara langsung, menggerakkan roda ekonomi rakyat, dan memberikan dampak yang nyata bagi kemajuan UMKM di Indonesia.
