Konten dari Pengguna

Fenomena Bahasa Slang di Indonesia

Pratnya Devi Martasari

Pratnya Devi Martasari

Mahasiswi Sastra Indonesia Universitas Pamulang.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pratnya Devi Martasari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber gambar : Koleksi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber gambar : Koleksi pribadi

Seperti yang kita ketahui fenomena bahasa slang atau bahasa gaul, merupakan bagian dari kajian sosiolingistik. Dimana bahasa ini mengandung kata tertentu dan memiliki ciri khas ataupun keunikan tersendiri. Bahasa ini lebih sering digunakan untuk percakapan daripada tulisan.

Bahasa slang akan terus berubah-ubah mengikuti perkembangan zaman dan situasi yang terjadi di zamannya. Bahasa slang yang dimiliki setiap negara pun berbeda-beda. Ada banyak sekali fenomena bahasa slang di negara kita ini. Dari fenomena-fenomena yang pernah terjadi, kita bisa melihat perdebaan bahasa slang dari masa ke masa loh teman-teman berikut ini adalah perbandingannya.

  1. Diera 80an terdapat bahasa slang yang pernah trendy di Indonesia diantaranya, Mokat memiliki arti mati, Sedokur artinya saudara, Ajojing artinya dansa, Doku berarti duit, Nyimeng memiliki arti memakai ganja, sedangkan Cimeng artinya ganja, ada kata Pembokat artinya pembantu, nah penyebutan untuk pacar dalam bahasa slang di era ini adalah bokin, dan masih banyak lagi. Kata-kata tersebut kalau kita contohkan dalam percakapan "Gue tadi liat sedokur lu lagi ajojing di club xx sama bokinnya" artinya "Gue tadi liat saudara lu lagi dansa di club xx sama pacarnya"

  2. Diera 90an terdapat bahasa slang yang pernah trendy juga nih seperti, Gatot artinya gagal total, EGP artinya emang gue pikirin, Nyokap artinya Ibu, Bokap artinya Ayah, Murce artinya murah ceu, Au ah elap atau Au ah gelap artinya mengungkapkan rasa tidak tahu dan tidak mau tahu, dan Eyke artinya aku atau saya. Jika kita contohkan kedalam percakapan "Duuuhh sebel deh eyke rencana yang udah eyke susun susah payah gatot gara-gara nyokap bokap bawel" artinya "Duuuhh sebel deh aku rencana yang udah aku susun susah payah gagal total gara-gara Ayah dan Ibu bawel.

  3. Diera 2000an, ternyata juga ada bahasa slang yang menarik diantaranya, Jomblo sebutan untuk orang yang masih sendiri atau lajang baik laki-laki maupun perempuan, Garing artinya lelucon yang dibuat ngga lucu, Meneketehe artinya mana aku tahu, Ember sama artinya dengan emang begitu, Akika perubahan dari eyke yang memiliki arti aku atau saya, Rempong artinya ribet atau menyusahkan, Lekong sebutan untuk laki-laki gemulai, Ciwi sebutan untuk perempuan, Jablay artinya perempuan yang genit dan suka menggoda, dan masih banyak lagi kosakata bahasa slang. kalau kita contohkan dalam bentuk percakapan "Lawakan lu garing akika ngga suka sama lekong" artinya "Lawakan lu ngga lucu, aku ngga suka sama laki-laki gemulai."

  4. Diera sekarang atau era masa kini atau disebut dengan era milenial semakin banyak bahasa slang yang muncul dan tidak kalah menarik misalnya, Slebew berarti senggol dong, Kuy kebalikan dari yuk, TBL artinya takut banget loh, YGY artinya ya gais ya, Cepmek kalau kata alif dilan berarti cepak mekar, YTTA artinya yang tau-tau ajalah, Mabar artinya main bareng, Nongki artinya nongkrong kita, Gaskeun artinya sama aja ayo, Sabi artinya bisa, dan masih banyak lagi bahasa slang lainnya dan misal dalam bentuk percakapan "Kuylah kita mabar atau nongki tapi, gue mau potong rambut model cepmek dulu Ygy" artinya "yuklah kita main bareng atau nongkrong kita, tapi gue mau potong rambut model cepak mekar dulu ya gais ya"

Itulah keunikan-keunikan bahasa slang dari tahun ketahun dan tentunya akan terus bertambah dan berubah seiring perkembangan zaman dan tentunya dibarengi situasi atau keadaan. Kira-kira di tahun selanjutnya seperti apa ya fenomena bahasa slang yang muncul di Indonesia?