Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN UNDIP Kenalkan Sistem Resirkulasi Air untuk Budidaya Berkelanjutan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari prayata lungguh syadajiwa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Umumnya budidaya ikan merupakan salah satu mata pencaharian utama masyarakat di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal. Pada keberjalanan budidaya perikanan terdapat beberapa masalah seperti penyakit ikan yang menyebabkan kematian ikan dan penggunaan air yang tidak efisien. Hal ini biasanya disebabkan karena kualitas air pada suatu budidaya belum optimal yang menyebabkan ikan mudah terjangkit penyakit karena mikroorganisme seperti bakteri, virus, parasit ataupun jamur. Permasalahan tersebut menjadikan landasan ide oleh mahasiswa KKN Tematik Universitas Diponegoro dari program studi Akuakultur dengan menggelar kegiatan edukasi dengan tema "Edukasi Penggunaan Sistem Resirkulasi Filter Mekanik dan Biologis dalam Budidaya Ikan". Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2025 di Desa Tambaksari dan diikuti oleh beberapa pembudidaya ikan setempat.

Kegiatan Edukasi Program KKN Mahasiswa UNDIP Terkait Edukasi Penggunaan Sistem Resirkulasi Filter Mekanik dan Biologis dalam Budidaya Ikan Lele secara Lansung ke Pembudidaya Ikan Lele di Desa Tambaksari. Sumber: Dokumentasi Pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan Edukasi Program KKN Mahasiswa UNDIP Terkait Edukasi Penggunaan Sistem Resirkulasi Filter Mekanik dan Biologis dalam Budidaya Ikan Lele secara Lansung ke Pembudidaya Ikan Lele di Desa Tambaksari. Sumber: Dokumentasi Pribadi.

Sistem RAS: Solusi Hemat Air dan Efisien

Dalam pemaparannya, Prayata selaku pemateri menjelaskan sistem Recirculating Aquaculture System (RAS) yang terdiri dari filter mekanik menggunakan dakron untuk menyaring kotoran padat dan filter biologis berisi bioball sebagai tempat tumbuh bakteri nitrifikasi yang mengurai amonia menjadi senyawa yang tidak berbahaya. Hal ini menjadikan media utama budidaya yaitu air tetap terjaga kualitasnya dan menghambat pertumbuhan dari mikroorganisme.

“Sistem ini tidak hanya membuat kualitas air menjadi optimal dan menghambat pertumbuhan mikroorganisme tapi juga dapat menghemat air karena air telah disirkulasi ulang untuk melewati proses filtrasi” Ujar Prayata.

Pemaparan Design RAS Disambut Positif

Kegiatan dilanjutkan dengan menampilkan hasil design RAS, di mana mahasiswa UNDIP menjelaskan alur sistem mulai dari kolam, aliran air menuju filter mekanik dan biologis, hingga kembali ke kolam. Para pembudidaya terlihat antusias tentang pemaparan design sistem RAS pada filter mekanik dan filter biologi

“Kalau bisa mengurangi pergantian air dan menjaga air tetap bersih, tentu sangat membantu kami untuk mengefisienkan penggunaan air dan mencegah ikan budidaya terserang penyakit,” ujar pembudidaya setempat.

Pemaparan Edukasi Penggunaan Sistem Resirkulasi Filter Mekanik dan Biologis dalam Budidaya Ikan Lele. Sumber: Dokumentasi Pribadi.

Langkah Nyata Transfer Teknologi

Mahasiswa KKN Tematik UNDIP berharap bahwa edukasi ini menjadi langkah awal penerapan teknologi hemat air yang sederhana dan terjangkau. Teknologi ini tidak hanya membantu pembudidaya menjaga kulitas air tetap terkontrol dan optimal, tetapi juga untuk menjaga keberlanjutan budidaya ikan.

“Sistem ini mampu untuk menjaga kualitas budidaya tetap optimal dan menjaga keberlanjutan budidaya ikan. Kami harap ilmu ini bisa diterapkan untuk budidaya,” tutup Prayata.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata hilirisasi ilmu dari kampus ke desa serta memperkuat sinergi antara akademisi dan pembudidaya untuk mewujudkan perikanan yang lebih produktif dan berkelanjutan.