Konten dari Pengguna

Tambahan Vitamin C dalam Pakan, Mahasiswa UNDIP Dorong Pertumbuhan Ikan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari prayata lungguh syadajiwa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu sektor ekonomi yang menjanjikan di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal yaitu pada sektor perikanan terutama budidaya. Pada keberjalanan budidaya perikanan ditemukan beberapa masalah seperti penurunan produksi dan pertumbuhan. Hal ini disebabkan ikan yang dibudidayakan memiliki imunitas yang rendah dan mudah terjangkit penyakit. Permasalahan tersebut menjadikan landasan ide oleh mahasiswa KKN Tematik Universitas Diponegoro dari program studi Akuakultur dengan menggelar kegiatan dan pelatihan dengan tema "Pemberian Vitamin C dalam Pakan Guna Meningkatkan Produksi dan Pertumbuhan Ikan". Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2025 di Desa Tambaksari dan diikuti oleh beberapa pembudidaya ikan setempat.

Mahasiswa UNDIP menyampaikan materi edukasi penambahan vitamin C pada pakan guna meningkatkan produksi dan pertumbuhan ikan kepada pembudidaya ikan di Desa Tambaksari. Kegiatan ini menjadi langkah awal menuju sektor perikanan yang lebih maju. Sumber foto: dokumentasi pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa UNDIP menyampaikan materi edukasi penambahan vitamin C pada pakan guna meningkatkan produksi dan pertumbuhan ikan kepada pembudidaya ikan di Desa Tambaksari. Kegiatan ini menjadi langkah awal menuju sektor perikanan yang lebih maju. Sumber foto: dokumentasi pribadi.

Vitamin C: Nutrisi Penting yang Sering Terabaikan

Dalam kegiatan yang diikuti oleh beberapa pembudidaya setempat, pemateri Prayata, menjelaskan bahwa vitamin C memiliki peran penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh ikan, mempercepat penyembuhan luka, serta mendukung proses pertumbuhan.

“Vitamin C bersifat antioksidan, memperkuat jaringan tubuh, meningkatkan efisiensi pakan dan menjaga imunitas ikan. Namun, kandungan ini seringkali berkurang dalam pakan yang sudah lama disimpan atau dipanaskan,” ujar Prayata. Para pembudidaya juga dikenalkan bentuk vitamin C yang mudah diaplikasikan, seperti serbuk asam askorbat yang dapat dicampurkan langsung pada pakan dengan metode semprot.

Praktik Langsung dan Respons Positif dari Pembudidaya

Kegiatan dilakukan dengan mendemonstrasikan pencampuran vitamin C pada pakan komersial untuk ikan didepan pembudidaya setempat. Mahasiswa KKN Tematik Universitas Diponegoro menunjukkan tahapan pencampuran dan pengeringan kembali pakan hingga proses penyimpanan pakan.

Proses pencampuran vitamin C dalam pakan dengan menggunakan metode penyemprotan. Sumber foto: dokumentasi pribadi

“Saya baru tahu kalau vitamin C bisa mempercepat pertumbuhan dan bikin ikan tahan penyakit. Selama ini kami hanya pakai pakan biasa,” ujar Pak Sis, salah satu pembudidaya lokal.

Kegiatan Edukasi Sebagai Langkah Hilirisasi Ilmu

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNDIP berharap teknologi sederhana ini bisa diterapkan langsung oleh pembudidaya sekaligus menjadi langkah awal menuju budidaya yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Pemberian vitamin C ini bukan hal mahal atau rumit. Justru bisa menjadi inovasi murah dan mudah untuk meningkatkan hasil panen,” tutup Prayata.

Kegiatan ini merupakan bagian dari hilirisasi ilmu pengetahuan dari kampus ke masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara akademisi dan pelaku usaha perikanan dalam menciptakan sektor perikanan yang lebih tangguh dan produktif.