Konten dari Pengguna

KKN-T IPB: Melukis Cerita Lewat “Peta Jejak Cinangka" untuk Masa Depan Desa

Pricillia Destiana

Pricillia Destiana

Mahasiswi Teknologi Hasil Hutan, IPB University

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pricillia Destiana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi Pribadi @kkntipbcinangka2025
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi Pribadi @kkntipbcinangka2025

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB di Desa Cinangka, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, melaksanakan program “Peta Jejak Cinangka”. Program ini menjadi salah satu upaya konkret mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa berbasis data. Kegiatan berlangsung selama bulan Juli hingga awal Agustus 2025 dan melibatkan partisipasi aktif mahasiswa dalam pengumpulan dan pengolahan data lapangan.

Program ini bertujuan untuk memetakan infrastruktur penting yang ada di wilayah desa. Beberapa elemen yang dipetakan antara lain jaringan jalan desa, sekolah, masjid/musholla, posyandu, puskesmas, makam, tempat pembuangan sampah (TPS), serta kantor desa. Selain itu, mahasiswa juga mencatat jumlah Kepala Keluarga (KK) pada setiap RW sebagai bagian dari analisis sebaran penduduk dan kebutuhan fasilitas dasar.

Proses pemetaan dilakukan secara langsung melalui observasi lapangan, wawancara dengan ketua RW, serta diskusi bersama perangkat desa. Selama observasi, mahasiswa menggunakan aplikasi Avenza Maps untuk melakukan pelacakan rute (tracking) dan menandai lokasi infrastruktur secara real-time di lapangan. Seluruh titik koordinat dan catatan lapangan tersebut kemudian diolah menggunakan ArcGis untuk menghasilkan peta digital yang presisi, lengkap, dan siap digunakan sebagai dokumen perencanaan pembangunan desa.

Dokumentasi Pribadi @kkntipbcinangka2025

Peta Wilayah Desa Cinangka yang dihasilkan memuat batas administratif desa dan RW, jalur jalan utama, serta titik-titik lokasi fasilitas umum. Peta ini dilengkapi dengan legenda simbol, skala, kompas arah mata angin, dan inset lokasi Desa Cinangka dalam lingkup Kabupaten Bogor. Simbol warna yang digunakan membantu pengguna memahami secara visual posisi masing-masing fasilitas, sehingga memudahkan proses analisis dan pengambilan keputusan.

Selain menghasilkan dokumen spasial, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung dalam penerapan ilmu di lapangan. Teori yang diperoleh di bangku kuliah diaplikasikan secara kontekstual melalui keterlibatan dalam proses sosial masyarakat desa. Interaksi dengan warga membuka wawasan terhadap struktur sosial, kebiasaan lokal, serta tantangan yang dihadapi masyarakat dalam pembangunan.

Proses komunikasi yang terjalin selama pemetaan turut memperkuat kemampuan membangun kepercayaan, mendengarkan aspirasi, dan menyesuaikan pendekatan berdasarkan kondisi setempat. Pengalaman ini berkontribusi dalam pembentukan empati, kemampuan berpikir kritis, serta pemahaman terhadap pentingnya pembangunan yang partisipatif dan berbasis data.

Data hasil pemetaan juga disimpan dalam format digital agar dapat digunakan kembali di masa mendatang, sehingga desa memiliki sumber informasi yang berkelanjutan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa hasil kegiatan tidak hanya berhenti pada masa pelaksanaan KKN, tetapi dapat terus dimanfaatkan dalam proses pembangunan desa. Peta yang dihasilkan diharapkan menjadi dokumen pendukung dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes), sekaligus menjadi referensi dalam penyusunan program kerja dan pengajuan bantuan ke tingkat kecamatan maupun kabupaten.

Dokumentasi Pribadi @kkntipbcinangka2025

Daynish mengatakan, “Pada dasarnya peta wilayah merupakan aset penting yang diperlukan tiap daerah untuk beragam kebutuhan, terutama keperluan kelola tata ruang. Hal ini menjadi salah satu alasan dilakukannya program pemetaan ini dalam upaya optimalisasi peta sebelumnya dengan harapan, hasil akhir dari pemetaan ini dapat menjadi sumber informasi yang lebih terkini untuk digunakan berbagai pihak terkait wilayah Desa Cinangka”.

Program “Peta Jejak Cinangka” menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa KKN-T IPB dalam mendorong pembangunan desa yang berbasis data dan partisipatif. Harapannya, kegiatan serupa dapat direplikasi di desa-desa lain sebagai model kegiatan pengabdian yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat. Dengan melibatkan teknologi pemetaan dan pendekatan partisipatif, mahasiswa menunjukkan kiprahnya sebagai generasi muda yang tanggap terhadap isu pembangunan. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen mahasiswa dalam mendukung terwujudnya pembangunan desa yang terencana, berkelanjutan, dan tepat sasaran di tingkat akar rumput.***

Mahasiswa KKN-T IPB University