Bisakah Wawasan Nusantara Tergerus Trend Global Di TikTok

Mahasiswa Universitas Negri Islam Sunan Kalijaga Yogyakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari PRISMA WIJI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penggunaan platform media sosial akhir-akhir ini semakin luas seiring berkembangnya teknologi. Para pengguna media sosial kini kian tak terbatas dari berbagai negara, kalangan, usia,
maupun jenis kelamin.
TikTok adalah salah satu platform media sosial yang akhir-akhir ini naik daun di Indonesia, menjadi wadah bagi generasi muda untuk berekspresi bebas membuat konten atau menirukan konten yang sedang viral. Di balik popularitasnya, TikTok menyimpan tantangan serius bagi upaya memperkuat wawasan nusantara di kalangan anak muda. Tend global yang mendominasi konten TikTok perlahan mengikis pemahaman generasi muda tentang makna wawasan nusantara. Berdasarkan laporan terbaru We Are Social, TikTok masuk lima besar daftar media sosial terpopuler di dunia pada awal 2024. Menurut laporan tersebut, TikTok memiliki 1,56 miliar pengguna aktif hingga Januari 2024. Platform video pendek besutan ByteDance ini naik ke posisi lima dari sebelumnya posisi enam pada Oktober 2023. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2024/02/06/tiktok-masuk-5-besar-daftar-media-sosial-terpopuler-dunia-pada-awal-2024
Berikut adalah beberapa contoh tren global di TikTok yang banyak ditiru oleh pengguna TikTok indonesia:
1. Dance K-pop.
Dance K-pop seperti BTS, Blackpink dan lain-lain yang berseliweran di fyp membuat banyak anak muda berlomba menguplod konten dengan menirukan gerakan dance K-pop. Hal ini membuat tarian-tarian tradisional Indonesia tersingkirkan dan tak jarang banyak anak muda yang tidak tahu.
2. Musik Barat.
Generasi muda lebih suka menyanyikan lagu-lagu luar daripada lagu-lagu Indonesia. Banyak anak muda yang mengganggap musik barat lebih keren dan mengikuti tren. Seringnya musik barat muncul di beranda platform media sosial dan terngiang-ngiang di kepala membuat anak muda familiar dan tertarik dengan genre musik barat ditambah lirik musik barat yang mudah dihafal dan enak didengar. Namun, tidak semua generasi muda meninggalkan musik Indonesia.
3. Gaya Hidup dan standar Kecantikan Ala Barat.
Konten yang berseliweran di beranda media sosial menampilkan gaya hidup ala Barat, seperti Make up, fashion, makanan, atau aktivitas sehari-hari, juga banyak ditiru oleh pengguna tiktok di Indonesia. Bahkan standar kecantikan ala orang barat dijadikan patokan bagi generasi muda saat ini seperti, kulit putih, badan kurus, hidung mancung, pipi tirus dan masih banyak lagi.
Seringnya mengonsumsi trand/budaya luar di TikTok mampu menggeser pemahaman generasi muda terhadap budaya asli indonesia dan memudarnya pemahaman tentang makna wawasan nusantara. Beberapa dampak yang dapat terjadi, antara lain:
Lunturnya rasa bangga terhadap budaya asli Indonesia Generasi muda lebih tertarik mengikuti trend global daripada mempelajari dan melestarikan budaya lokal. Secara tidak langsung generasi muda tidak bangga terhadap budaya asli Indonesia.
Hilangnya Apresiasi Terhadap Keberagaman Budaya Nusantara Budaya pop global/luar lebih diminati hal ini dapat mengikis pemahaman generasi muda akan kekayaan dan keberagaman budaya di seluruh wilayah Indonesia.
Ancaman Terhadap Identitas Nasional Dominasi budaya pop global dapat menggerus rasa kebanggaan dan identitas nasional di kalangan generasi muda.Terlepas dari dampak negatif yang akan ditmbulkan, nyatanya tren tiktok juga mampu memberi dampak yang positif.
Upaya memperkuat wawasan nusantara melalui platform TikTok sebenarnya dapat diperlukan upaya-upaya strategis, antara lain:
Mendorong Kreator Konten Lokal dengan memberi dukungan
Melakukukan sosialisasi tentang wawasan nusantara berbasis digital
Mengintergrasikan nilai-nilai budaya asli Indonesia dalam konten tiktok
Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan generasi muda dapat mempertahankan pemahaman terhadap wawasan nusantara di tengah derasnya tren-tren global di platform TikTok.
