Jangan Asal Pilih, Ini 5 Tips Memilih Fakultas Kedokteran yang Tepat!

Universitas Pelita Harapan
Universitas Pelita Harapan
Konten dari Pengguna
2 Februari 2024 16:59 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Universitas Pelita Harapan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Ilustrasi ruang perawatan di rumah sakit.
Ketika mulai memasuki dunia perkuliahan, calon mahasiswa baru biasanya dihadapkan dengan beragam pilihan perguruan tinggi. Pentingnya memilih universitas yang tepat menjadi salah satu aspek yang tidak dapat diabaikan karena akan menentukan awal perjalanan karier dan juga masa depan seseorang. Bagi kamu yang bercita-cita menjadi seorang dokter, menentukan fakultas kedokteran maupun universitas yang tepat harus menjadi pertimbangan utama.
ADVERTISEMENT

Beberapa hal yang bisa kamu perhatikan dalam memilih suatu fakultas kedokteran mulai dari lulusan yang berkualitas, jaringan kerja sama yang luas, fasilitas yang lengkap, hingga akreditasi program studi (Prodi) maupun kampus. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan sejumlah faktor tersebut untuk menghindari kesalahan dalam memilih fakultas kedokteran atau universitas.

Terkait hal ini, dr. Darien Alfa Cipta, Sp.KJ., M.Sc., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (FK UPH) sekaligus Dokter Psikiater di Siloam Hospitals Lippo Village, menyampaikan beberapa hal yang dapat dilakukan calon mahasiswa baru dalam memilih fakultas kedokteran.
“Dalam menentukan pilihan, kita perlu melihat kualitas dari universitas tersebut. Kita perlu melihat rekam jejaknya seperti berdirinya kapan, sudah berapa banyak lulusan yang dihasilkan, hingga alumninya bekerja atau berkarya di mana saja,” kata dr. Darien.
ADVERTISEMENT
Berikut ini lima tips dari dr. darien yang dapat dilakukan calon mahasiswa agar dapat memilih fakultas kedokteran yang tepat.
1. Kualitas pengajar
Sebagai alumni FK UPH angkatan 2007, kualitas pengajar menjadi hal yang diperhatikan oleh dr. Darien. Menurutnya, dengan adanya dosen-dosen yang berkualitas, maka akan melahirkan lulusan-lulusan yang juga berkualitas. FK UPH memiliki sejumlah pengajar berkualitas yang diakui secara nasional hingga internasional, di antaranya:
· Prof. DR. DR. dr. Eka Julianta Wahjoepramono, Sp.Bs., Ph.D., Dekan FK UPH
Pada 12 Maret 2010, Prof. Eka mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI), di mana ia menjadi dokter pertama dari Indonesia yang telah memberikan kuliah medis (bedah saraf) di Harvard Medical School. Ia juga merupakan Ketua dari Neurosciece Center Siloam Hospital, President-elect dari World Academy of Neurological Surgeons, Pendiri dari Indonesia Brain Foundation, dan juga Pendiri dari World Academy of Neurosurgical Surgeons. Prof. Eka juga mendapatkan penghargaan atas dedikasinya sebagai dokter pertama Asia yang berhasil mengangkat tumor batang otak pada tahun 2001.
ADVERTISEMENT
· Prof. Dr. dr. Yusak Mangara Tua Siahaan, Sp.N(K), FIPP, CIPS, M.Min., Dosen FK UPH
Prof. Yusak merupakan Guru Besar bidang Neurologi yang juga Guru Besar ke-7 di FK UPH. Dokter Spesialis Saraf RS Siloam Lippo Village ini menyoroti pentingnya mengetahui efektivitas dan penerapan metode intervensi nyeri bagi penderita kanker. Saat ini, dari 150 dokter spesialis neurologi hanya sekitar 5-10 spesialis yang telah memiliki sertifikat kompetensi manajemen intervensi nyeri di Indonesia atau Fellow of Interventional Pain Practice (FIPP). Prof. Yusak merupakan salah satu dokter yang telah memiliki sertifikat tersebut.
· Prof. Dr. dr. Allen Widysanto, Sp.P., TTS, FAPSR, FISR, Wakil Dekan Akademik FK UPH
Prof. Allen merupakan Guru Besar dalam bidang Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi yang telah dikukuhkan sejak 10 Juni 2023. Prof. Allen sendiri menjadi profesor pertama bidang pulmonologi di Indonesia yang berasal dari universitas swasta.
ADVERTISEMENT
2. Jaringan rumah sakit dan industri
Pertimbangan lainnya yang menjadi perhatian dr. Darien saat memilih FK adalah memiliki jaringan atau koneksi yang luas. Ia menilai, dengan adanya jaringan yang luas, maka lulusan FK akan memiliki karier dan masa depan yang jelas.
“Salah satu keunggulan FK UPH adalah memiliki jejaring industri dan rumah sakit yang sangat mumpuni. Hal ini menjadi sarana pembelajaran yang sangat baik, sehingga mahasiswa juga memiliki career pathway yang jelas,” ucap dr. Darien.
FK UPH didukung oleh jaringan Medical Science Group (MSG) yang terdiri dari Rumah Sakit Siloam, pusat penelitian swasta Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN), dan Fakultas Ilmu Kesehatan UPH. Jaringan ini memberikan pengalaman kuliah yang komprehensif, bernilai unggul, dan mempersiapkan mahasiswa FK UPH menjadi lulusan dokter yang berkualitas dan berdampak.
ADVERTISEMENT
Tidak hanya itu, FK UPH juga bekerja sama dengan beberapa rumah sakit hingga institusi pendidikan baik nasional maupun internasional, termasuk:
• Gamma Knife Center Indonesia (GKCI)
• Pusat Riset Metalurgi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
• Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang
• RS TNI AL Marinir Cilandak
• RSUD Balaraja
• RS Darmawangsa
• Universitas Padjajaran
• Universitas Hassanudin
• Universitas Indonesia
• Universitas Airlangga
• National University of Singapore
• University of Melbourne
• Taipei Medical University
• Samford University, USA
• Christian Medical College, India
• Johns Hopkins Center for Communication Programs
3. Fasilitas lengkap
Fasilitas juga menjadi salah satu pertimbangan utama seseorang dalam memilih kampus. Fasilitas kampus yang lengkap dan memadai tentunya dapat menunjang seluruh kegiatan, sekaligus meningkatkan kreativitas dan kompetensi mahasiswa. Beberapa contoh dari fasilitas kampus di antaranya, ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, dan masih banyak lagi.
ADVERTISEMENT
UPH selalu berupaya menghadirkan pengalaman belajar terbaik bagi para mahasiswa melalui fasilitas lengkap dan dengan kualitas yang tidak perlu diragukan lagi. Hal ini yang juga mendorong FK UPH menghadirkan beragam fasilitas kelas atas untuk memastikan para mahasiswanya memiliki pengetahuan luas dan keterampilan yang sesuai dengan standar internasional.
FK UPH dilengkapi dengan berbagai fasilitas, termasuk di antaranya Laboratorium Parasitologi, Laboratorium Biokimia, Laboratorium Anatomi, Laboratorium Fisiologi dan Farmakologi, Laboratorium Mikrobiologi, Cardiopulmonary Resuscitation (CPR), Injection, Perpustakaan, Museum Anatomi, UPH Simulation Center, Rumah Sakit Pendidikan UPH Karawaci (RSU Siloam Lippo Village), dan masih banyak lagi!
4. Akreditasi Unggul
FK UPH terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas baik dari sisi akademis, fasilitas, tenaga pengajar, kerja sama, dan lainnya. Kualitas ini akan mencetak lulusan FK UPH yang mampu menjadi dokter muda terampil dan handal. Komitmen ini turut diakui dengan diraihnya Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) di Prodi Sarjana Kedokteran dan Prodi Profesi Dokter FK UPH pada 8 April 2022.
ADVERTISEMENT
Secara institusi, UPH juga telah meraih predikat Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sejak 20 Desember 2023. Raihan Akreditasi Unggul ini memberikan manfaat, seperti kemudahan bagi mahasiswa dalam melamar pekerjaan, hingga reputasi perguruan tinggi yang baik. Selain itu, kualitas FK UPH juga telah diakui melalui pencapaian peringkat pertama sebagai Fakultas Kedokteran dari Perguruan Tinggi Swasta terbaik di Indonesia, berdasarkan data pemeringkatan EduRank 2023.
5.Prospek karier lulusan yang beragam
Menurut dr. Darien, dokter adalah profesi yang memiliki beragam cabang karir. Tidak hanya terbatas pada dokter umum maupun bertugas di fasilitas kesehatan, bidang kedokteran juga memiliki peluang karier yang luas; seperti dokter spesialis, tenaga pendidik, pegawai negeri sipil (PNS), peneliti, konsultan kesehatan, wirausaha atau entrepreneur, influencer, hingga pemimpin perusahaan maupun manajemen rumah sakit.
ADVERTISEMENT
Didirikan sejak tahun 2002, track record lulusan FK UPH sudah terbukti. Beberapa alumni FK UPH saat ini berkarier di berbagai bidang pekerjaan dan institusi, seperti:
· Reisa Kartikasari Broto Asmoro, Dokter dan Pembawa Acara TV (Kedokteran 2007)
· William Disraeli Wanane, Dokter di pedalaman Papua (Kedokteran 2019)
· Vito Anggarino Damay, SpJP (K), M.Kes., AIFO-K, Dokter dan Pembawa Acara TV (Kedokteran 2013)
· Laura Alexandra, Pemilik Klinik Dokter Umum di Malang (Kedokteran 2010)
· Graciella N.T Wahjoepramono, Clinical Assistant di Indonesian Clinical Training and Education Center (Kedokteran 2011)
· Rico Wicaksana Putra, Emergency Medicine Resident di Universitas Brawijaya (Kedokteran 2011)
Tips yang dibagikan oleh dr. Darien ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para generasi muda yang ingin menjadi seorang dokter. FK UPH senantiasa terus mendukung para mahasiswanya untuk berdampak positif dan mampu mencapai karier Impian.
ADVERTISEMENT
Menarik bukan? Mari Daftar Jadi Mahasiswa Fakultas Kedokteran di UPH!
Fakultas Kedokteran UPH berkomitmen untuk memberikan pendidikan transformatif dengan tujuan untuk mencetak lulusan yang siap menjadi pemimpin dan profesional yang kompeten, unggul, dan mampu berkontribusi secara nyata bagi masyarakat. Informasi lebih lengkap tentang Fakultas Kedokteran UPH, bisa klik di sini.
Tunggu apa lagi? Mari bergabung dengan Fakultas Kedokteran UPH! Untuk informasi selengkapnya, kamu bisa menghubungi Student Consultant di nomor 0811-1709-901 atau klik di sini.