Pameran 'Museum Joang and Social Space': Inovasi Desain Interior Mahasiswa UPH

Universitas Pelita Harapan
Universitas Pelita Harapan
Konten dari Pengguna
19 Februari 2024 10:46 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Universitas Pelita Harapan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Program Studi (Prodi) Desain Interior (DI) Universitas Pelita Harapan (UPH) berkolaborasi dengan Tim Unit Pengelola (UP) Museum Joang 45 Jakarta menyelenggarakan pameran berjudul ‘Museum Joang and Social Space’ 3-29 Februari 2024.
zoom-in-whitePerbesar
Program Studi (Prodi) Desain Interior (DI) Universitas Pelita Harapan (UPH) berkolaborasi dengan Tim Unit Pengelola (UP) Museum Joang 45 Jakarta menyelenggarakan pameran berjudul ‘Museum Joang and Social Space’ 3-29 Februari 2024.
ADVERTISEMENT
Program Studi (Prodi) Desain Interior (DI) Universitas Pelita Harapan (UPH) berkolaborasi dengan Tim Unit Pengelola (UP) Museum Joang 45 Jakarta menyelenggarakan pameran berjudul ‘Museum Joang and Social Space’ 3-29 Februari 2024. Pameran ini menampilkan desain proyek tata interior sebagai bagian dari tugas akhir mata kuliah Studi Desain Interior Integratif (SDII) 3. Pameran ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan fungsi museum sebagai destinasi wisata yang menyimpan sejarah mengenai berbagai peristiwa menjelang kemerdekaan Republik Indonesia.
ADVERTISEMENT

Desain perancangan Museum Joang 45 dibuat dengan menampilkan konsep baru yang disesuaikan dengan perkembangan gaya interior masa kini. Konsep desain yang ditampilkan menawarkan adanya ruang sosial publik dan inovasi baru untuk meningkatkan dan memaksimalkan kualitas museum tanpa menghilangkan nilai-nilai sejarah yang terkandung di dalamnya. Keseluruhan desain merupakan hasil karya dari 5 mahasiswa Desain Interior UPH angkatan 2020.

Dr. Martin Luqman Katoppo, S.T., M.T. selaku Dekan Fakultas Desain UPH menyampaikan respons positif atas terselenggaranya pameran ini. Ia menyampaikan, “Tentunya kami bangga bisa terus memberikan kontribusi karya di tempat yang memiliki nilai dalam akan sejarah perjuangan kemerdekaan RI ini. Kami turut mengapresiasi atas kerja keras para mahasiswa dalam merancang konsep interior yang baru untuk Museum Joang 45. Terselenggaranya pameran ini juga menjadi bukti untuk menunjukkan pendekatan pembelajaran perancangan desain dengan proyek serta klien yang nyata adalah kekuatan dari metode pembelajaran di DI UPH. Kami berharap, pameran ini dapat direspons dengan baik oleh masyarakat dan nantinya menjadi kemajuan untuk Museum Joang 45,” kata Martin.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kegiatan pameran ini juga merupakan wujud kolaborasi antar DI UPH dalam menjalin kerja sama dengan mitra-mitra eksternal.
Felicia Aquilla Soh, salah satu mahasiswi DI UPH yang terlibat dalam pameran ini, menjelaskan perancangan desain yang ditampilkan menekankan lima pendekatan desain interior yakni naratif, adaptive reuse, social space, sistem tata pamer, dan pencahayaan.
“Perancangan interior yang kami buat berperan sebagai inovasi desain ruang dengan memberikan pengalaman yang lebih mendalam kepada pengunjung dan mencoba mengadaptasi dari perilaku masyarakat kini yang mengutamakan sebagai tempat rekreasi dan bersosialisasi. Kami berharap bahwa melalui perancangan ini, fungsi dan kualitas museum dapat ditingkatkan, serta citra museum yang dulunya dianggap membosankan dapat berubah menjadi tempat yang menyenangkan bagi masyarakat dari berbagai kalangan,” ucap Felicia.
ADVERTISEMENT
Agnes Satyawati Azarja, S.Sn., M.A., M.Pd., selaku Dosen Pembimbing menambahkan di dalam proses perancangannya, para mahasiswa berinteraksi langsung dengan para pengurus Museum Joang 45 yang berada di bawah Museum Kesejarahan dan Dinas Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta ini. Para mahasiswa pun juga melakukan presentasi langsung di depan jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Joang 45.
“Proses untuk merancang hasil karya ini dilakukan selama tiga semester. Kami banyak bekolaborasi dengan pengelola Museum Joang 45. Harapan kami, karya yang ditampilkan ini dapat bermanfaat bagi pengembangan Museum Joang 45 di kemudian hari,” ungkap Agnes.
Melaui kegiatan pameran ini, mahasiswa Desain Interior UPH mendapatkan kesempatan untuk menerapkan ilmu yang telah didapatkan selama berkuliah. UPH berkomitmen mendorong mahasiswanya untuk mengasah keterampilan melalui partisipasi dalam pameran, kompetisi, dan kegiatan seni lainnya, agar menjadi pemimpin unggul yang dapat memberikan dampak positif pada masyarakat.
ADVERTISEMENT
Program Studi Desain Interior UPH
Program Desain Interior UPH membekali mahasiswa untuk dapat merancang ruang-ruang interior yang harmonis dan mendukung interaksi, emosi, serta kebutuhan manusia. Mahasiswa Desain Interior UPH akan mendapatkan keterampilan praktis dalam teknologi digital, manajemen proyek, presentasi, dan manajemen konstruksi. Selain itu, mahasiswa juga dipersiapkan untuk menghadirkan solusi dan berdampak positif melalui karya-karya mereka. Mari bergabung bersama UPH dan daftar di sini. Informasi lebih lanjut hubungi Student Consultants di 0811-1709-901 atau daftar di sini.