Anak Adopsi dan Putus Kuliah Dua Kali, Kini Dirikan Software Terbesar di Dunia

Konten dari Pengguna
12 April 2022 15:54
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Logo perusahaan software Oracle asal Amerika Serikat. Foto: Oracle
zoom-in-whitePerbesar
Logo perusahaan software Oracle asal Amerika Serikat. Foto: Oracle
ADVERTISEMENT
Menjadi anak adopsi dan tidak menyelesaikan pendidikan formal bukanlah suatu hambatan untuk meraih kesuksesan. Seperti halnya dengan Larry Ellison, konglomerat asal Amerika ini bahkan putus kuliah dua kali dah berhasil mendalami kemampuannya untuk menjadi programmer.
ADVERTISEMENT
Larry Ellison ikut mendirikan raksasa perangkat lunak, Oracle Corporation, pada tahun 1977. Di bawah kepemimpinannya, Oracle tumbuh dari perusahaan rintisan dengan tiga program yang menjadi pemasok perangkat lunak database terbesar dan pemasok aplikasi bisnis terbesar kedua di dunia.
Ellison juga memimpin serangkaian akuisisi perusahaan perangkat lunak yang sangat strategis, termasuk Sun Microsystems sebesar USD 7,4 miliar pada 2010 dan NetSuite sebesar USD 9,3 miliar pada 2016. Sejak pensiun sebagai CEO pada 2014, ia menjabat sebagai Ketua Dewan dan Chief Technology Officer.
Dibalik kesuksesannya ini Ellison memiliki kisah hidup yang cukup pilu. Ia merupakan seorang anak yang diadopsi sejak kecil.
Lahir di New York City pada tahun 1944, ia diadopsi oleh Florence Spellman, merupakan orang tua tunggal yang saat itu berusia 19 tahun. Setelah dia menderita radang paru-paru, Ellison yang masih berusia 9 bulan dikirim ke Chicago untuk tinggal bersama bibi dan pamannya, Lillian dan Louis Ellison.
ADVERTISEMENT
Dia kemudian kuliah di University of Illinois di Urbana-Champaign pada tahun 1962 tetapi keluar pada tahun 1964 tidak lama setelah kematian Lillian. Ellison sangat dekat dengan ibu angkatnya itu, tetapi tidak dengan ayah angkatnya yang selalu meremehkan Ellison karena dianggap tidak pernah becus dalam melakukan sesuatu.
Tidak hanya drop-out sekali, Ellison kemudian kuliah di University of Chicago pada tahun 1966, namun ia keluar lagi dari kampusnya itu.
Meskipun sudah putus sekolah dua kali, Ellison kiat mempelajari kode komputer. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke California dan menghabiskan beberapa tahun berikutnya sebagai programmer komputer di berbagai perusahaan.
Mulai tahun 1973, ia bekerja di perusahaan elektronik Ampex, disana ia bertemu dengan sesama programmer Ed Oates dan diawasi oleh Bob Miner. Ellison meninggalkan Ampex pada tahun 1976 dan kemudian bergabung dengan Precision Instruments di mana Ellison menjadi wakil presiden penelitian dan pengembangan.
ADVERTISEMENT
Pada tahun 1977, Ellison dan mantan rekan Ampex-nya, Bob Miner dan Ed Oates, menggunakan USD 2.000 dari uang mereka sendiri untuk mendirikan Laboratorium Pengembangan Perangkat Lunak, perusahaan yang kemudian saat ini disebut Oracle.
Selama dua tahun berikutnya, Ellison dan timnya membangun komersial pertama structured query language (SQL) yang merupakan bahasa pemrograman standar untuk mengelola dan mengakses data yang disimpan dalam basis data relasional yang besar
Kunci keberhasilan awal mereka adalah memenangkan kontrak USD 50.000 dari Badan Intelijen Pusat AS (CIA) pada tahun 1978 untuk mengembangkan sistem manajemen basis data relasional (RDBMS), sebuah proyek dengan nama kode Oracle.
Ketika Oracle, database relasional pertama telah layak dirilis secara komersial pada tahun 1979, CIA adalah salah satu pelanggan pertamanya. Ketika Laboratorium Pengembangan Perangkat Lunak diganti namanya pada tahun 1983, Ellison mengambil nama "Oracle" dari kontrak awal ini untuk CIA
ADVERTISEMENT
Berdasarkan laporan Forbes, Larry Ellison merupakan orang terkaya ke delapan di dunia yang meraup kekayaan sebesar USD 113 miliar. Pada tahun 2020, Ellison pindah secara permanen ke pulau Hawaii Lanai, pulau yang ia beli pada tahun 2012 seharga USD 300 juta.