Konten dari Pengguna

Cerita Nilam Bangun Bisnis Kebab hingga Miliki Ribuan Outlet, Modalnya Rp 4 Juta

Profil Orang Sukses

Profil Orang Sukses

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kebab Turki Baba Rafi. (Foto: Instagram/kebabbabarafi)
zoom-in-whitePerbesar
Kebab Turki Baba Rafi. (Foto: Instagram/kebabbabarafi)

Siapa sangka bisnis gerobak bisa menjadi peluang usaha yang sangat menjanjikan. Nilam Sari dan Hendy Setiono, pemilik Kebab Baba Rafi yang sukses di kancah lokal maupun internasional.

Nilam dan Hendy sudah berpacaran sejak SMA, lalu mereka memutuskan untuk menikah muda saat masih kuliah. Selang setahun, mereka dikaruniai anak pertama yang diberi nama Rafi. Nama inilah yang jadi cikal bakal nama Kebab Turki Baba Rafi.

Pasangan ini memulai peruntungannya berbisnis di bidang kuliner pada tahun 2003, dengan bermodal uang Rp 4 juta yang dipinjam Hendy kepada sang adik. Berlokasi di Surabaya, gerobak milik pasangan muda ini menjual burger yang ramah di kantong.

Lambat laun, mulai bermunculan kompetitor yang menjual produk serupa. Usahanya pun terpaksa gulung tikar, karena tersaingi oleh merek burger yang kala itu sedang popular.

"Dulu sempat merasa putus asa dan hilang harapan, namun saya dapat tawaran dari keluarga buat pergi ke Qatar. Disana tuh saya banyak melihat gerobak-gerobak penjual kebab di setiap sudut trotoar, nah dari situ saya mulai ada ide kenapa enggak jualan kebab aja ya di Indonesia, kan belum ada tuh," ucap Nilam dalam youtube Christina Lie, Sabtu (14/09).

Dari perjalanan tersebut, mereka mendapat ide berjualan Kebab Turki. Dengan mengusung konsep grab and go atau pick and go. Inovasi yang dilakukan dalam mengembangkan bisnis ini sangat sukses, yang mulanya hanya memiliki satu gerobak, kini mereka berjualan dengan enam gerobak yang tersebar di Kota Surabaya.

Setelah sukses selama enam tahun, bisnis ini harus menanggung utang bernominal fantastis, yakni senilai Rp 14 miliar. Utang ini didapat karena Nilam dan Hendy terlena dengan bisnis lain, tanpa memikirkannya secara matang.

Dengan tekad dan semangat yang kuat, Nilam dan Hendy mulai bangkit dan memperbaiki sistem manajemen yang ada di dalam bisnis tersebut. Utang senilai Rp 14 miliar tersebut berhasil terbayar.

Kini, Kebab Turki Baba Rafi terus berekspansi hingga dapat membuka berbagai cabang internasional di Filipina & Malaysia tahun 2012, kemudian Sri Lanka tahun 2013, di China membuka cabang pada 3 kota berbeda (Kota Yiwu, Hangzhou, Shanghai) di tahun 2014, Belanda di tahun 2015, Singapore, Brunei Darussalam, Bangladesh, India, dan masih akan terus berekspansi ke negara-negara lainnya dikemudian hari.

Dengan memiliki 1400 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia dan 68 outlet di 9 negara, Kebab Turki Baba Rafi berhasil meraup pundi-pundi uang yang banyak.

Strategi sukses sebagai pebisnis menurut Nilam adalah dengan cara memperbanyak relasi, menghadapi masalah, asah kemampuan negosiasi, rekrut pekerja terbaik dan investasi kepada diri sendiri untuk terus menambah ilmu dan pengalaman baru.

(AAG)