Konten dari Pengguna

Dino Patti Djalal, Korban Mafia Tanah yang Pernah Jadi Tukang Cuci Piring

Profil Orang Sukses

Profil Orang Sukses

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dino Patti Djalal Foto: www.bunghatta.ac.id
zoom-in-whitePerbesar
Dino Patti Djalal Foto: www.bunghatta.ac.id

Beberapa waktu terakhir, nama Dino Patti Djalal semakin tersorot media. Mantan wakil menteri luar negeri itu menjadi korban mafia tanah. Sebanyak 3 lahan milik Dino dan keluarganya dijadikan sasaran oleh oknum tersebut.

Ia mengungkapkan kejadian dan dalang mafia tanah itu kepada publik melalui akun Twitter-nya. Kini, kasus yang dialaminya sedang dalam penyelidikan.

Terlepas dari persoalan yang tengah menimpanya, sosok Dino Patti Djalal menarik untuk dibahas. Mengingat prestasi yang diraih Dino selama ini bisa dijadikan kisah inspiratif.

Dilahirkan pada 10 September 1965, Dino merupakan anak dari ayah bernama Hasyim Djalal dan ibunya bernama Jurni. Ayah Dino dikenal sebagai diplomat senior Indonesia.

Sementara itu, ia juga memiliki dua saudara. Yang satu bernama Iwan Djalal, berprofesi sebagai eksekutif di perusahaan swasta dan Dini Djalal sebagai wartawan di Amerika Serikat.

Saat kecil, Dino menempuh jenjang putih merah dan putih biru di sekolah Al-Azhar. Memasuki ke jenjang putih abu-abu, dirinya meneruskan pendidikan ke Amerika Serikat karena ikut ayahnya yang seorang wakil duta besar. Dino mengenyam pendidikan di McLean High School.

Terlepas dari jabatan sang ayah, justru Dino tak malu menjajal pekerjaan kelas menengah bawah. Di KBRI Washington, Dino menjadi tukang cuci piring dan pekerja gudang di usianya masih belia. Bosnya kerap memberikannya upah sebesar USD 10 setelah Dino menyelesaikan pekerjaannya.

Di sela-sela dirinya membersihkan gudang, Dino menemukan sebuah buku yang membuat dirinya tertarik pada dunia diplomasi dan politik. Buku yang ia temukan itu berisikan pidato dan tulisan Soekarno dengan judul buku “Di Bawah Bendera Revolusi”.

Tak berhenti di situ. Ia memang memiliki motivasi untuk mendapatkan uang sendiri. Karena dirinya tak ingin menjadi anak manja yang hanya meminta uang kepada orang tuanya. Saat melanjutkan kuliahnya, ia merambah bermacam pekerjaan, seperti koki, penjaga tiket bioskop, pelatih tenis, dan asisten dosen.

Melihat Dino yang sudah bekerja keras sedari dini, ayahnya memberikan kalimat semangat kepada anaknya bahwa pengalaman kerja yang ia lakoni dari bawah itu akan mengubah kehidupannya dan mendorong dirinya menjadi orang hebat.

Perkataan sang ayah ternyata menjadi kenyataan. Dari pekerjaan-pekerjaan itu memberikan Dino nilai kehidupan, mengajarkannya menjadi disiplin dan bertanggung jawab. Sehingga hal tersebut mengantarkan dirinya meraih karier gemilang.

Dino mengenyam pendidikan sarjananya di Carleton University. Kemdian mendapatkan gelar masternya di Simon Fraser University. Tak cukup sampai situ, ia melanjutkan pendidikan S-3 di London School of Economics and Political Science.

Jenjang Karier

Perjalanan karier Dino dimulai pada tahun 1987. Ia berkarier di Departemen Luar Negeri (Deplu) yang saat itu menjadi asisten Dirjen Politik Wiryono Sastrohandoyo.

Karier Dino di dunia pemerintahan terus melejit. Pada tahun 2004, dirinya dipercaya sebagai juru bicara Presiden RI yang keenam, yakni Susilo Bambang Yudhoyono. Ia mengemban tugas itu hingga tahun 2010.

Selanjutnya, pada tahun 2010 sampai 2013, Dino menduduki kursi Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat. Di waktu yang bersamaan, ia merangkap profesi sebagai Komisaris PT Danareksa (Persero).

Pada Juni 2014, Dino memegang amanah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri RI. Namun, jabatan itu hanya dipangku olehnya sebentar karena Dino melepasnya pada Oktober di tahun yang sama. Setahun berikutnya, ia diangkat menjadi Ketua Dewan Pengawas Indonesia Diaspora Network Global sampai saat ini.

Di tahun 2021, Dino ditunjuk oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menparekraf RI, Sandiaga Uno, sebagai Penasihat Utama (Chief Strategic Advisor) di Kemenparekraf. Dino diharapkan bisa mempromosikan produk kreatif dan wisata di dalam negeri ke mancanegara melalui Diaspora RI sebagai agennya.