Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.99.0
Konten dari Pengguna
Dulu Hidup Serba Sulit, Robert Herjavec Sukses Jadi Miliarder Teknologi
26 Januari 2022 13:42 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Robert Herjavec adalah miliarder yang besar di bidang teknologi dengan perusahaan Herjavec Group. Selain dikenal sebagai pengusaha, ia juga merupakan salah satu bintang ABC sekaligus investor dalam acara Shark Tank.
ADVERTISEMENT
Kesuksesan Robert Herjavec tidak diraih secara gratis. Ia merintisnya dari titik bawah, tanpa gelar atau ilmu yang memadai. Namun dengan kemauan dan kegigihan, Robert mampu membuktikan kesuksesannya
“Saya ingat ketika saya ingin memulai bisnis; semua orang berkata kepada saya, 'Anda tidak akan bisa melakukannya’,” tutur Robert Herjavec, CEO Herjavec group, salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, mengutip dari Business News Daily, Rabu (26/01).
Robert Herjavec lahir di negara komunis, Kroasia. Sedangkan ayahnya merupakan seorang anti-komunis dan hal tersebut memberatkan keluarga.
Sang ayah keluar masuk penjara sebanyak 21 kali. Tempat tinggalnya juga saat itu sangat kumuh dan kekurangan air bersih.
Akhirnya keluarga tersebut memutuskan untuk pindah ke Amerika Utara. Hanya dengan membawa satu koper, keluarga tersebut sempat tinggal di ruang bawah tanah milik kenalan selama 18 bulan.
ADVERTISEMENT
"Ayah saya melarikan diri dari penjara negara komunis, kemudian membawa ibu dan saya untuk pergi ke Halifax ketika saya berusia 8 tahun. Kami mendarat benar-benar dengan satu koper,” katanya.
Pindah ke negara baru membuat Robert sempat mengalami transisi yang cukup sulit. Ia cukup sulit memahami cara hidup orang Amerika Utara dan mengalami perbedaan kelas ekonomi yang jauh. Namun hal itu memotivasi dirinya agar terus berjuang.
“Dahulu saya dibesarkan di sebuah peternakan oleh nenek saya dan semua orang hidup seperti itu. Kemudian saya datang ke Amerika Utara dan saya menyadari bahwa keluarga saya benar-benar miskin,” ucap Robert.
Untuk mencari pemasukan, Robert memulai karirnya sebagai pengantar surat kabar dan pelayan di awal 1990-an. Pengalaman ini mengajarkan Robert untuk mengumpulkan uang serta membimbingnya untuk menghadapi pelanggan yang berbeda-beda.
ADVERTISEMENT
Kemudian pria yang kini berusia 59 tahun itu mendapat kesempatan untuk bekerja di bidang teknologi yang baru berdiri. Ia berhasil membujuk sang pendiri untuk memperkerjakannya secara gratis.
Kesempatan itu ia jadikan landasan untuk mendirikan perusahaan teknologi pertamanya yaitu BRAK System yang kemudian dijual ke AT&T. Perusahaan itu kini sudah bernilai USD 100 juta. Ia juga sempat mendirikan beberapa perusahaan IT lain.
Hingga akhirnya pada 2003, Robert mendirikan Herjavec Group . Dengan cepat menjadi perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tercepat di Amerika Utara. Karyawan yang tadinya hanya berjumlah tiga, kini terus berkembang hingga berjumlah 200 orang.
Kini Herjavec Group memimpin sebagai perusahaan yang menyediakan layanan keamanan informasi. Dalam sembilan tahun, perusahaan Robert dapat merarup omzet USD 125 juta atau Rp 1,7 triliun.
ADVERTISEMENT
Kemahiran dalam menjalankan bisnis membawa Robert menjadi tamu di berbagai acara televisi. Hingga akhirnya ia bergabung dalam acara Shark Tank sebagai salah satu investor di acara tersebut. Selain itu, Robert juga telah membagikan perjalanan suksesnya dalam beberapa buku.