Konten dari Pengguna

Dulu Kena Bully karena Tak Bisa Senyum, Tayla Clement Kini Sukses Jadi Selebgram

Profil Orang Sukses

Profil Orang Sukses

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tayla Clement, selebgram yang tidak bisa tersenyum (Sumber: Instagram @taylaclement)
zoom-in-whitePerbesar
Tayla Clement, selebgram yang tidak bisa tersenyum (Sumber: Instagram @taylaclement)

Keterbatasan bukanlah penghalang seseorang untuk mencapai keberhasilan. Seorang wanita sukses menjadi selebgram walau mengidap kondisi langka yang membuatnya tidak bisa tersenyum.

Dia adalah Tayla Clement. Bintang Instagram berusia 24 tahun itu lahir dengan kondisi langka, yakni mengidap sindrom Moebius.

Daily Star melaporkan, sindrom tersebut menyebabkan kelumpuhan pada otot wajah yang mengontrol ekspresi dan pergerakan mata. Hal itulah yang membuat Tayla sejak kecil tidak bisa tersenyum.

Ia tidak bisa menggerakan bibir bagian atasnya. Tayla juga tidak bisa menggerakan matanya kesamping atau mengangkat alisnya.

Pada usia 12 tahun Tayla sempat menjalani operasi transplantasi jaringan lunak untuk wajahnya, namun gagal. Kelainan saraf tersebut sangat langka, dan belum ada obat yang dapat menyembuhkannya, meski gejalanya dapat diobati.

“Ini tidak selalu mudah. Saya telah menghabiskan waktu bertahun-tahun membenci senyum saya, berharap saya memiliki senyum 'normal’,” tutur Tayla Clement dalam Daily Star, dikutip Rabu (12/01).

Tayla Clement, selebgram yang tidak bisa tersenyum (Sumber: Instagram @taylaclement)

Kondisi tersebut semakin memburuk karena Tayla mendapat rundungan dari teman-teman sekolahnya. Bahkan Tayla sempat mengalami depresi karena selalu diejek oleh kawannya.

Mereka meneriaki Tayla, menertawakan, atau pura-pura tidak mengenal Tayla. Wanita asal Selandia Baru ini pun sering berganti-ganti sekolah.

“Bahkan guru-guru juga memperlakukanku secara berbeda. Saat hanya aku yang mengangkat tangan di kelas, guru tidak melihatku. Ia berpaling dan tidak menanggapi pertanyaanku,” ucapnya.

Setelah bertahun-tahun mendapat bully, Tayla sadar bahwa olahraga dapat mengatasi rasa stresnya. Ia pun mengalihkan fokusnya pada latihan fisik.

Tayla sempat mengikuti pertandingan yang diikuti oleh orang-orang dengan keterbatasan. Dalam satu tahun, Tayla telah meraih juara kategori tolak peluru di Victorian State Championships.

Kini Tayla sudah pensiun menjadi atlet dan aktif menjadi selebgram. Pengikutnya di Instagram kini sudah mencapai angka 19 ribu. Ia sering membagikan kisah hidupnya untuk mengispirasi banyak orang.

Walau sempat jadi korban bully, kini Tayla tampil dengan percaya diri. Bahkan ia mengaku merasa beruntung karena memiliki kondisi yang langka yaitu tidak bisa tersenyum.

“Saya yakin kenyataan bahwa operasi yang saat itu gagal dilakukan merupakan 100% berkah dan saya sangat bersyukur akan operasi yang tidak berhasil itu. Tidak bisa tersenyum adalah hadiah terbaik. Walau hal ini membuat saya menderita, saya mendapat kesempatan untuk menjadi inpirasi bagi orang lain,” tutur Tayla.