Konten dari Pengguna

Dulu Makan Beralas Tanah, Ini Kisah Erick Thohir yang Kini Berharta Rp 2,3 T

Profil Orang Sukses

Profil Orang Sukses

Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menteri BUMN Erick Thohir tampil dalam drama Prestasi Tanpa Korupsi di SMKN 57 Jakarta, Jakarta Selatan. 
 Foto: Dok. BPMI Setpres/Laily Rache
zoom-in-whitePerbesar
Menteri BUMN Erick Thohir tampil dalam drama Prestasi Tanpa Korupsi di SMKN 57 Jakarta, Jakarta Selatan. Foto: Dok. BPMI Setpres/Laily Rache

Bagi masyarakat Indonesia, pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Erick Thohir. Ia adalah sosok dibalik suksesnya pelaksanaan Asian Games yang digelar di Indonesia tahun 2018 lalu.

Apalagi pada masa pandemi seperti ini. Pengusaha yang sekarang menjabat sebagai Menteri BUMN itu ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional pada Juli lalu.

Atas penunjukan itu, ia sering memberikan kabar kelangsungan penanganan Covid-19. Termasuk kesiapan untuk mendistribusikan vaksin Covid-19 yang diimpor dari China sebanyak 50 juta dosis pada November 2020 mendatang.

Erick memang kerap diberi kepercayaan untuk menjabat posisi yang penting. Ketertarikannya pada bidang bisnis, media, dan olahraga membuatnya menorehkan beberapa prestasi dalam bidang tersebut.

Misalnya saja pada tahun 2006-2010, Erick dipercaya sebagai ketua umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi). Erick juga pernah menjadi Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara (SEABA) untuk dua periode.

Sepak terjang itu membuat Erick dilihat sebagai sosok yang berdedikasi. Tentunya, hasil itu tidak didapatkannya secara cuma-cuma. Dari kecil, Erick yang lahir di Jakarta pada 30 Mei 1970 itu adalah sosok yang cerdas dan pekerja keras.

Ia memang lahir dari keluarga konglomerat. Ayahnya adalah Teddy Thohir, salah satu pemilik Astra International tbk. Meski begitu, semasa kecilnya, ia sempat merasakan hidup susah sampai harus makan beralaskan tanah.

Erick juga bukanlah anak yang suka berfoya-foya layaknya anak konglomerat pada umumnya. Privilege itu justru ia gunakan sebaik-baiknya dengan tekun belajar menimba ilmu tinggi dan memilih jalan hidupnya secara mandiri.

Salah satunya dengan kuliah di jurusan periklanan di Glendale University, Amerika Serikat. Tidak berhenti sampai di situ saja, Erick masih merasa haus ilmu. Ia kemudian melanjutkan kuliahnya di jurusan Administrasi Bisnis National University California hingga lulus dan mendapat gelar master.

National University California (Foto: nu.edu)

Setelah lulus, ia memilih untuk melanjutkan bisnis keluarganya yaitu Hanamasa dan Pronto. Akan tetapi, ayahnya tidak menyetujui keputusan Erick tersebut. Ayah Erick justru menginginkan anaknya mempunyai usaha sendiri hingga sukses secara mandiri.

Akhirnya, Erick memulai usaha bersama teman-temannya. Langkah awalnya yaitu mendirikan Mahaka Group, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, keuangan dan media. Pada tahun 2000-an, Mahaka membangun Radio One dan berhasil mengakuisisi harian Republika yang hampir bangkrut. Selain itu, Mahaka juga menaungi beberapa radio seperti GEN 98.7 FM, Prambors FM, Delta FM, dan FeMale Radio.

Atas keberhasilan itu, ia tercatat sebagai pengusaha yang pintar berbisnis. Hal ini dibuktikan dengan keputusannya untuk membeli saham Inter Milan, salah satu klub sepak bola besar di Italia sebesar 5,3 triliun rupiah.

Berkat itu, Erick menjadi pemegang saham terbesar Inter Milan yaitu sebesar 70%. Tidak hanya itu, Erick lantas diangkat menjadi Presiden Inter Milan pada tahun 2013. Namun, Erick sudah menjualnya seharga 2.4 triliun rupiah pada 2019 lalu.

Selain membeli saham Inter Milan, Erick juga tercatat memiliki saham di klub sepak bola Amerika, D.C. United. Tak hanya itu, pada tahun 2011, ia juga pernah menjadi pemilik klub bola basket NBA Philadelphia 76ers.

Meski sepak terjangnya banyak melalangbuana sampai luar negeri, Erick juga melebarkan bisnisnya di Indonesia. Di dalam negeri, Erick menjadi pemegang saham di klub sepak bola Persib Bandung. Atas kepiawaiannya di bidang bisnis, hingga saat ini, Erick memiliki kekayaan sebanyak 2,31 triliun rupiah menurut data LHKPN.