Konten dari Pengguna

Dulunya Tukang Reparasi TV, Alan Gerry Sukses Jadi Bos Perusahaan TV Kabel

Profil Orang Sukses

Profil Orang Sukses

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi reparasi TV (Foto: freepik.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi reparasi TV (Foto: freepik.com)

Putus sekolah tak menjadikan Alan Gerry menyerah untuk menggapai kesuksesannya. Berkat kegigihannya, ia berhasil mewujudkan impian dan menjadi miliarder terkemuka. Alan Gerry kini dikenal sebagai perintis usaha di industri televisi kabel.

Bisnis yang dikelolanya dari nol berhasil membawa nama Alan Gerry ke daftar orang terkaya dunia versi Forbes. Dengan total kekayaan bersih USD 1,5 miliar atau setara dengan Rp 21,3 triliun.

Gerry merupakan anak desa yang putus sekolah. Ayahnya bekerja sebagai penjual makanan beku merasa kesulitan untuk membayar pendidikan bahkan untuk makan pun sulit.

Setelah berhenti sekolah, ia bekerja sebagai pelayan Marinir selama Perang Dunia II. Kemudian ia melanjutkan karirnya sebagai sales dan membuka bengkel reparasi TV di lingkungan tempat tinggalnya di New York.

Gerry tertarik dengan bisnis ini karena saat itu televisi menjadi komoditas yang sangat diminati. Menyadari ketertarikan tersebut, Gerry melanjutkan pendidikannya di sekolah teknik. Setelah lulus ia bekerja sebagai salesman televisi.

Pengalamannya sebagai sales dan pengetahuannya tentang saluran televisi membuat Gerry membangun usaha Liberty Video sebuah perusahaan TV kabel dengan modal USD 1.500 bersama 3 mitranya.

Tak disangka, di tahun 1973 usaha tersebut berjalan lancar dan penjualan saluran televisi kabel itu terus meningkat hingga 1500 pelanggaran dari berbagai wilayah seperti New York, Texas, dan California.

Pada awal 90-an, perusahaan Gerry yang dikenal sebagai Cablevision Industries Corporation (CVI), mulai menyediakan layanan internet berkecepatan tinggi di seluruh Amerika Serikat dengan jutaan pelanggan. Namun, ia memutuskan untuk menjual perusahaan ke Time Warner pada tahun 1996 sebesar USD 2,8 miliar.

Perusahaan tersebut telah ditetapkan sebagai perusahaan kabel terbesar kedelapan di Amerika Serikat dan memiliki 64 sistem kabel yang dioperasikan di 18 negara bagian, lebih dari 1,3 juta pelanggan dan 2500 karyawan.

Alan Gerry adalah salah satu pengusaha pertama yang menyediakan lebih banyak saluran dan membuat sistem kabel ekonomis untuk daerah pedesaan yang lebih luas dengan teknologi gelombang mikro yang khas.

Akhirnya ia memutuskan untuk mendirikan Gerry Foundation untuk mendorong berbagai kegiatan ekonomi di Sullivan County, NY.

Ia juga terlibat dalam pekerjaan filantropi pada tahun 1997, ia mendirikan Pusat Dialisis Paul Gerry di Rumah Sakit Robert Packer dan pada tahun 2007 ia mendirikan Pusat Penelitian Metastasis Alan dan Sandra Gerry di Pusat Kanker Memorial Sloan Kettering.

Meski sempat putus sekolah, ia berhasil membangun perusahaan besar dengan usaha dan kerja kerasnya. Alan Gerry tidak menyelesaikan sekolah formal dengan baik namun ia mampu menggapai impian dan menjadi miliarder dunia.