Hanya Lulusan SD, Delta Hesti Sukses Jadi Jutawan Berkat Bisnis Online

Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Digitalisasi memang dapat dipandang sebagai dua mata koin. Ada yang memandangnya sebagai sebuah berkah, ada juga yang menganggap sebagai sebuah ancaman. Bagi mereka yang mampu menguasai teknologi dan jeli melihat peluang, digitalisasi dapat menjadi elevator untuk mencapai kesuksesan. Seperti halnya dengan Delta Hesti Candra Pratiwi. Meski tak lulus SD, perempuan itu kini menjadi jutawan lantaran bisnis onlinenya laku keras. Ia pun dapat mengubah nasib berkat kerja kerasnya.
Delta Hesti lahir dari keluarga yang serba kekurangan. Orang tuanya memiliki utang ratusan juta. Utang itu tak mampu mereka bayar lantaran tak memiliki pekerjaan yang tetap. Saking miskinnya, orang tua Hesti tak mampu membiayai sekolah sang anak. Hesti pun hanya bersekolah sampai Sekolah Dasar.
Hesti sadar dirinya berada dalam jurang kemiskinan. Ia ingin membantu kedua orang tuanya dan berharap dapat keluar dari kubang kemiskinan. Beragam pekerjaan ia jalani. Di usia 17 tahun, Hesti sudah bekerja untuk membuat kerajinan tangan, menjadi asisten rumah tangga, hingga mengamen.
Perempuan kelahiran 1992 ini kemudian mencoba untuk berbisnis bersama sang pacar yang kini jadi suaminya. Pertama kali mencoba bisnis, Hesti tak memiliki modal. Dirinya hanya ingin untuk mengubah nasib hidupnya. Hesti hanya memiliki tekat yang bulat. Hesti pun memberanikan diri untuk berjualan barang bekas secara daring melalui media sosial. Saat itu ia menggunakan platform media sosial Facebook dan BBM.
Usaha barang bekasnya tidak langsung sukses. Hesti menemukan kendala ketidaktersediaan produk. Tetapi kendalanya ini dapat ia ubah menjadi peluang. Hesti melihat bahwa ia dapat membuat produknya sendiri. Padahal ia tak memiliki modal ilmu untuk membuat produknya. Ia hanya mellihat dan mengamati pasar. Dari pengamatannya, Hesti kemudian dapat membuat produk handmade pakaian, sepatu, sandal, dompet, hingga tas.
Meski masih kecil, Hesti terus bersemangat untuk mengembangkan bisnisnnya. Ia memiliki komitmen yang kuat sebagai pondasi dasar usahanya. Ia juga mencoba untuk selalu kreatif dan belajar memahami perkembangan pasar. Hasil kerja kerasnya pun terlihat, Hesti yang mulanya berjualan eceran berubah menjadi reseller dan grosir sampai dengan melayani B2B (business to business). Bisnis Hesti pun merambah, mulai dari barang fashion, makanan, desain interior, hingga event.
Perjalanan bisnis Hesti tidaklah mudah. Dirinya beberapa kali ditipu oleh banyak pembeli. Dari kesalahannya itu, Hesti terus belajar dan memperbaiki sistem usahanya. @handmadeshoesby sudah melayani ribuan pengiriman ke berbagai pulau di Indonesia. Omeset yang Hesti hasilkan pun fantastis. Ia mampu menghasilkan miliaran rupiah.
Hesti tak pelit ilmu. Dirinya mau berbagi kepada rekan-rekan yang memiliki usaha bisnis serupa. Ia membantu orang lain untuk mengembangkan bisnisnya. Ia juga bekerja sama dengan pelaku UMKM dan membuka lapangan pekerjaan bagi mereka. Hesti mempekerjakan sebanyak 1.500 karyawan untuk berbagai jenis usahanya. Bisnis online miliknya ini berhasil mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Surabaya.
Hesti juga mendirikan komunitas pengusaha bagi para perempuan dengan nama Female Entrepreneur Leadership atau FENELA. Komunitas itu dimaksudkan sebagai tempat belajar berusaha. Pengusaha yang tergabung pada komunitas ini dipersilakan untuk saling belajar dan berbagi pengalaman tentang dunia usaha. Dengan komunitas ini, para anggotanya dapat saling mendukung satu sama lain.
Dengan toko onlinenya yang berkembang pesat, Hesti mampu membayarkan utang-utang orang tuanya. Selain itu, ia juga mampu membeli rumah dan mobil mewah. Menurut Hesti, hidup adalah pilihan. Walaupun ia terlahir dari keluarga yang miskin Hesti memilih untuk sukses dan keluar dari kubangan kemiskinan.
