Jennifer Heryanto, Pernah Kerja Sambilan Kini Masuk Forbes Under 30

Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berikut lagi kartini muda yang mengharumkan nama Indonesia di jajaran Forbes Under 30. Ia adalah Jennifer Heryanto salah seorang CEO muda di perusahaan yang bergerak di bidang perhiasan.
Bersama PT Central Mega Kencana (CMK) sebagai mitra bisnisnya, ia mendirikan PT Sentral Kreasi Kencana (SKK Jewels) yang memproduksi perhiasan emas Hala Gold, Sandra Dewi Gold, dan ILY Gold.
Memiliki karier cemerlang di usia muda merupakan sebuah hal yang tak mudah. Jennifer sendiri semasa kecilnya merupakan anak yang cerdas sehingga pendidikan yang diperolehnya adalah pendidikan akselerasi yang artinya ia mengenyam pendidikan di usia yang lebih muda dari anak seumurannya.
Selepas SMP, ia memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah akselerasinya karena ingin merasakan berbagai pengalaman organisasi dan kepanitiaan yang berada di sekolah. Ia yakin bahwa soft skill amatlah sangat penting baginya.
Begitu pula saat ia masuk di perguruan tinggi ia menyelesaikan selama 4 tahun. Jennifer merupakan lulusan Universitas Indonesia jurusan teknik industri. Awal mula karirnya justru dimulai saat ia mencoba mengikuti kompetisi bisnis di perusahaan consumer goods terbesar yaitu P&G.
Setelah mengikuti kompetisi tersebut, tak disangka Jennifer mendapatkan tawaran sebagi account manager di perusahaan tersebut dan langsung ditempatkan di Riau. Di usianya yang baru 19 tahun ia harus menghandle 3 provinsi sekaligus.
Setelah berkarier selama 5 tahun di P&G ia memutuskan untuk resign dan mendirikan sebuah perusahaan bernama The Wisemen & Company bersama suaminya. Perusahaan tersebut bergerak di bidang konsultan bisnis yang berfokus pada consumer goods dan beauty company.
Tentu saja perusahaan awal yang ia rintis saat itu tak langsung sukses dan sebesar saat ini. Dahulu bahkan hanya bermodalkan Rp4 juta saja dan hanya cukup untuk membeli satu laptop saja. Hingga saat ini perusahaannya telah menghasilkan miliaran rupiah. The Wisemen tentu saja tak sukses secara instan tapi juga bertahap dan penuh perjuangan.
Tak hanya memimpin perusahaan The Wisemen & Company, Jennifer memimpin perusahaan perhiasan SKK Jewels. Perusahaan ini ia dirikan bermula dari kliennya di The Wisemen yaitu CMK Group sebuah perusahaan perhiasan terbesar di Indonesia.
Tak disangka CMK Group pun menawarkan Jennifer sebagai partnernya untuk mengelola bisnis tersebut. Setelah berdiri di bawah naungan CMK Group, SKK Jewels akhirnya berdiri sendiri dengan dipimpin oleh Jennifer.
Segala pencapaian tersebut tentu saja tak mudah. Diakuinya perusahaan yang ia rintis dan pimpin adalah 100 persen berawal dari nol dan bukan merupakan sebuah usaha warisan atau modal keluarga. Bahkan dirinya dari dulu telah terdidik mandiri dan kerja keras.
Ia mengutarakan bahwa sejak masa kuliah dirinya bahkan mencari beasiswa dari DIKTI untuk perkuliahannya bahkan untuk menambah uang saku atau jajannya Jennifer mendapatkannya melalui proyek dosen hingga kerja sambilan menulis cerpen sehingga dari dana tersebutlah ia merasa mandiri dan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
Saat ini, ia lebih fokus pada perusahaan perhiasan SKK Jewels yang mempunyai lini operasional menyeluruh dari product development, manufaktur, distribusi, dan brand building. Sebagai produsen produk asli buatan Indonesia, SKK Jewels membangun seluruh daya saing manufaktur dan pengembangan merek di dalam negeri.
Sementara The Wisemen & Company sendiri sudah memiliki tim profesional yang mumpuni sendiri untuk menjalankan aktivitas operasional. Ia juga menuturkan tantangan terbesar saat ini adalah dalam membagi waktu antara profesional dan menjadi istri sekaligus ibu dari satu anak.
