Keluarga Ini Jadi Konglomerat di Thailand Berkat Bisnis Pakan Ternak

ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mendengar bisnis pakan ternak mungkin dianggap hal yang biasa oleh sebagian orang. Namun, tak jarang justru usaha tersebut bisa menjadikan pemilik hingga keturunannya kaya raya tiada habisnya.
Seperti empat bersaudara di Thailand ini yang menjadi konglomerat usai memperoleh kekayaan dari Charoen Pokphand (CP) Group, salah satu produsen pakan ternak terbesar di dunia.
Dari empat bersaudara itu, Dhanin Chearavanont, yang termuda adalah Ketua dan CEO CP. Dia mengundurkan diri pada tahun 2017 tetapi tetap menjadi Ketua Senior.
Sementara putra tertua Dhanin, Soopakij, dan yang termuda, Suphachai, masing-masing adalah Ketua dan CEO CP. Pada Maret 2020, CP Group berhasil membuat penawaran senilai USD 10,6 miliar untuk mengakuisisi operasi Tesco di Thailand dan Malaysia.
Kekayaan itu awalnya bersumber dari sang ayah, Chia Ek Chor, bersama dengan saudaranya Choncharoen Chiaravanont, membuka toko untuk menjual benih yang diimpor dari China ke petani Thailand pada tahun 1921.
Ayahnya yang bernama Chia Ek Chor (Xie Yichu dalam bahasa Mandarin) adalah seorang pedagang Tionghoa yang lahir di Provinsi Guangdong. Dia sering bepergian antara Thailand dan bagian lain dari Asia Tenggara dan China untuk membangun hubungan profesional dan pribadinya.
Sang ayah selalu memastikan anak-anaknya dididik di Thailand dan China. Mengikuti jejak ayah sebagai manajer bisnis, anak-anaknya pun dapat bergaul dengan mudah dan alami dengan orang-orang Tionghoa pada umumnya dan orang Tionghoa perantauan pada khususnya. Hal itu telah membantu bisnis berkembang lebih pesat di lingkungan Tionghoa.
CP Group didirikan pada tahun 1921 sebagai Chia Tai, toko yang menjual benih di Pecinan Bangkok, oleh ayah meraka, Ek Chor Chia, dan pamannya. Keduanya merupakan penutur bahasa Teochiew yang baru saja bermigrasi dari Provinsi Guangdong.
Pada tahun 1946 perusahaan ini berganti nama menjadi Charoen Pokphand, yang berarti "kemakmuran bagi konsumen" dalam bahasa Thailand. Selama dua dekade berikutnya CP bercabang dari benih menjadi pakan, peternakan, dan perdagangan biji-bijian.
CP kemudian mendirikan pabrik pakan di Hong Kong, Taiwan dan Malaysia. Dari empat putra Ek Chor, Dhanin adalah anak bungsu tetapi memiliki bakat bisnis yang luar biasa sehingga ia menggantikan ayahnya sebagai ketua pada usia 30 tahun.
Dia membuat keputusan dengan pandangan jauh ke depan, seperti memulai bisnis tambak udang pada tahun 1991 yang saat ini menjadi yang terbesar di dunia industri.
Charoen Pokphand Group dulunya sebagai toko kecil di Pecinan Bangkok pada tahun 1921. Namun, saat ini Grup perusahaan swasta terbesar di Thailand itu bergerak di tiga sektor yakni, pangan dan pertanian, termasuk peternakan, toko serba ada dan operasi ritel lainnya, serta komunikasi seperti telepon genggam.
Perusahaan itu mencapai hampir USD 45 miliar dalam penjualan pada tahun 2015, dan memiliki basis bisnis mulai dari Asia Tenggara dan China, hingga Eropa dan AS. Bahkan, grup konglomerat itu memiliki investasi di 16 negara dan mempekerjakan lebih dari 300.000 orang.
Bagaimanapun, pertumbuhan dan perkembangan CP Group telah didukung oleh rakyat Thailand. Mereka dengan hangat menyambut keluarga Chia dan memberi kesempatan yang sama, meskipun berasal dari negara asing.
