Konten dari Pengguna

Kim Beom-su, Bos KakaoTalk Berharta Rp 109,2 T yang Dulunya Guru Les Privat

Profil Orang Sukses

Profil Orang Sukses

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kim Beom-su, pendiri KakaoTalk (Foto: Forbes)
zoom-in-whitePerbesar
Kim Beom-su, pendiri KakaoTalk (Foto: Forbes)

Tumbuh dalam lingkungan miskin tidak menjadi halangan bagi Kim Beom-su untuk menjadi pengusaha sukses. Ia adalah bos KakaoTalk, sebuah aplikasi pesan yang populer digunakan masyarakat Korea Selatan. Kim juga merupakan pendiri portal permainan online Hangame Communications.

Dengan kondisi Korea Selatan yang terkenal memiliki banyak miliarder yang berasal dari kalangan atas atau biasa mereka sebut chaebol, cerita Kim dianggap menjadi salah satu kesuksesan dari bawah yang jarang terjadi.

Kim kecil diasuh oleh orang tua lulusan SD yang mencari pekerjaan serabutan. Karena itulah, Kim lahir dan tumbuh dalam kemiskinan. Keluarganya yang berjumlah delapan orang itu harus berbagi satu kamar tidur di sebuah pemukiman miskin di Seoul.

Namun Kim beruntung. Ia satu-satunya anggota keluarga yang mendapatkan kesempatan untuk kuliah. Meski begitu, Kim harus bekerja paruh waktu sebagai pengajar les privat untuk membayar biaya kuliahnya.

Dalam sebuah wawancara, Kim mengaku bahwa orang tua yang sibuk bekerja membuat dirinya harus bisa mandiri. Hal tersebut menjadi pemicu Kim merasa bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

Setelah lulus dari Teknik Industri Seoul National University pada 1992, Kim kemudian bekerja penuh waktu di bagian Teknologi dan Informasi Samsung.

Ia dipercaya untuk mengembangkan komunikasi online. Namun, Kim berhenti setelah lima tahun bekerja untuk membuka usahanya sendiri.

Waktu itu, Kim yang sangat suka bermain kartu berinisiatif untuk membuka sebuah warnet. Setelah usaha tersebut berkembang, ia mulai mengembangkan game casino online.

Portal tersebut kemudian berkembang menjadi Hangame yang menarik banyak peminat hingga menjadi website game online terbesar di Korea Selatan.

Pada tahun 2000, Kim memutuskan untuk merger dengan Naver, mesin pencari paling populer di Korea, dan mengganti nama NHN yang menjadikannya salah satu portal internet terbesar di negara itu.

Setelah lima tahun sukses dengan NHN, Kim mencoba peruntungan di Amerika Serikat. Namun, usahanya tersebut gagal karena ternyata membangun usahanya di sana tidak semudah yang ia bayangkan. Pada tahun 2007, Kim mundur dari NHN.

Saat masih berada di California, Kim mengetahui adanya iPhone. Kehadiran smartphone nomor 1 dunia itu menginspirasi Kim untuk membuat aplikasi untuk iPhone.

Kunjungan pada seorang temannya dahulu juga menginspirasi Kim mendirikan KakaoTalk di mana temannya tersebut menjual bisnis perangkat lunak yang memungkinkan komunikasi antar komputer pribadi.

Akhirnya, pada 2010, KakaoTalk resmi dirilis. Peluncuran aplikasi messanger tersebut disambut banyak orang. Tiga tahun berdiri, KakaoTalk mampu meraup keuntungan Rp 728 miliar.

Bahkan, baru empat tahun berdiri saja, KakaoTalk sudah memiliki 158 juta pengguna teregistrasi di seluruh dunia. Kini, KakaoTalk sudah digunakan hampir 90% penduduk Korea.

Pada 2014, KakaoTalk berhasil merger dengan Daum, mesin pencari terbesar kedua Korea, yang memungkinkan Kim melebarkan bisnisnya, salah satunya mobile banking.

Dari merger tersebut, Kim dilaporkan menjadi pemegang saham terbesar yaitu 40% dari nilai perusahaan sebesar Rp 119 triliun. Atas kesuksesan tersebut, Kim menjadi orang terkaya kelima di Korea Selatan dengan kekayaan mencapai Rp 109,2 triliun menurut Forbes.