Kisah Anak Yatim Dirikan Domino's Pizza, Sempat Jadi Tentara

Konten dari Pengguna
6 April 2021 13:44 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Menu pizza dari Domino's Pizza. (Foto: Instagram/@dominos).
zoom-in-whitePerbesar
Menu pizza dari Domino's Pizza. (Foto: Instagram/@dominos).
ADVERTISEMENT
Anda suka makan pizza? Kalau iya, anda tentu mengetahui salah satu waralaba yang menyajikan makanan asal Italia ini, yakni Domino's Pizza. Domino's Pizza merupakan salah satu waralaba pizza delivery terbesar di dunia. Domino's terkenal sebagai pionir "pizza delivery."
ADVERTISEMENT
Dibalik kesuksesannya, ada sosok Tom Monaghan yang mendirikan waralaba ini pada 1960 bersama adiknya, James. Jauh sebelum sesukses saat ini, Domino's Pizza hanya berawal dari sebuah toko pizza kecil.
Lahir dan besar di Michigan, AS pada 25 Maret 1937, masa kecilnya diliputi kehidupan yang sangat memprihatinkan. Tom lahir dari keluarga yang melarat hidupnya, terlebih ia sudah menjadi yatim di usianya yang baru 4 tahun kala itu. Ia pun diasuh ibunya yang juga sangat miskin.
Hingga pada 1943 di usianya yang ke-6 tahun, ibunya kesulitan untuk membesarkan Tom sendirian. Tak punya uang dan kemampuan mengurus dua anaknya, Tom dan adiknya akhirnya dikirim ke panti asuhan, di Jackson, Michigan.
Selama di panti asuhan, Tom hidup layaknya anak panti asuhan lainnya. Ia bersekolah seperti anak lainnya, hanya saja ia menjadi lulusan dengan urutuan terakhir saat di SMA. Dari ke-44 siswa, ia lulus dengan nomor urutan 44. Kelemahan akademiknya saat SMA bahkan membuatnya sempat beralih untuk menjadi seorang pendeta.
ADVERTISEMENT
Sehubungan dengan panti asuhan tersebut memegang erat ajaran Katolik, Tom akhirnya masuk sekolah seminari untuk menyiapkan diri menjadi pendeta. Hanya saja, aturan seminari yang sangat ketat tidak mampu dijalani oleh Tom yang agak liar. Tak butuh waktu lama dirinya didepak dari sekolah tersebut dan kembali ke bangku SMA-nya semula.
Tom juga sempat terdaftar secara tidak sengaja di Korps Marinir AS pada 1956. Ia mengabdi hingga pembebas tugasannya pada 1959 dan kembali ke kampung halamannya, Ann Arbor. Di tahun yang sama, Tom mendaftarkan diri di University of Michigan Jurusan Arsitek. Saat berkuliah di sinilah, Tom dan Adiknya merintis Domino's.
Tepatnya pada 9 Desember 1960, bermodal uang USD 900, Tom dan James membeli sebuah toko pizza bernama DomiNick's di Ypsilanti, Michigan. Selain membelinya, Tom juga mengajak pemilik DomiNick's, Domincick DeVarti untuk bekerjasama, meskipun adiknya memilih mundur.
ADVERTISEMENT
Tom tidak menyerah dan terus berinovasi dengan pizzanya. Ide pertamanya adalah ia ingin menjadi pelopor pizza dengan jasa pesan-antar. Sistem yang ia terapkan adalah pengantaran pizza yang dilakukan selama 30 menit atau kurang. Hal ini berdasar atas pendapatnya bahwa pizza yang lezat adalah pizza yang disantap saat masih hangat.
Ide tersebut cukup sukses, dan membuat Tom bisa membuka dua buah toko lagi pada 1965, sekaligus merubah nama DomiNick's menjadi Domino's. Dua tahun kemudian, Domino's akhirnya berubah menjadi waralaba dan di tahun itu pula, Tom berhasil meraup keuntungan USD 50 ribu.
Sejak saat itulah, Tom semakin sukses bahkan hingga membuat jadwal untuk membuka satu toko baru setiap minggunya. Hingga 1969, telah terdapat 32 toko Domino's yang tersebar di berbagai daerah di AS. Sayang, ide ekspansi cepat tersebut merupakan keputusan keliru.
ADVERTISEMENT
Banyak di antara toko tersebut merugi dan membuat Tom terjerat banyak utang. Meski begitu, Tom tidak menyerah dan mencoba berbagai strategi lain. Alhasil, upayanya berhasil mengatasi masalah tersebut dalam kurun waktu 10 tahun.
Pada periode 1978-1980, Domino's berhasil mendirkan 200 lebih toko. 3 tahun kemudian, jumlah toko Domino's tumbuh pesat hingga 1.000 buah di seluruh AS. Di tahun itu juga, Domino's menjalani debutnya di kancah internasional.
Hingga pada 1997, Domino's sudah memiliki 1.500 toko di luar AS. Setahun kemudian, Tom yang sudah cukup tua akhirnya menjual 93 persen saham Domino's sebesar USD 1 miliar kepada perusahaan Bain Capital.
Meski sudah tidak dipegang Tom, Domino's masih sangat sukses hingga kini. Tokonya sudah tersebar sebanyak 17 ribu toko yang tersebar di seluruh dunia. Selain itu, Domino's memiliki omzet sebesar USD 3.618 miliar atau Rp 52,4 triliun per tahunnya.
ADVERTISEMENT
Sementara Tom kini berhasil mengumpulkan kekayaan mencapai USD 400 juta atau setara Rp 5,8 triliun, hasil dari usahanya bersama Domino's serta usaha lainnya, seperti perusahaan burger Gyrene yang ia bangun pada 2011, hingga kepemilikannya atas klub bisbol Detroit Tigers pada 1983-1992.