Konten dari Pengguna

Kisah Chandra Raup Miliaran di Usia Muda, Sempat Terlilit Utang Rp 500 Juta

Profil Orang Sukses

Profil Orang Sukses

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Chandra Putra Negara. Foto: Instagram @chandraputranegara
zoom-in-whitePerbesar
Chandra Putra Negara. Foto: Instagram @chandraputranegara

Chandra Putra Negara, seorang pengusaha asal Surabaya yang memiliki kisah hidup begitu berat di usia remajanya. Meskipun begitu, Chandra bisa melewati itu semua dan berhasil menjadi profil orang sukses.

Pria kelahiran 21 Desember 1976 itu merupakan Co-Founder di KK Indonesia dan pendiri dari Chandra Putra Negara (CPN) Group. Perusahaan yang dimiliki Chandra ini berada dalam 6 lini bisnis, ada yang bergerak di bidang jasa konsultasi manajemen, busana, penerbitan, dan lainnya.

Mungkin kamu lebih mengenal Chandra sebagai sosok Youtuber. Ya memang benar, sebagai pengusaha sukses, ia juga membangun kanal Youtube bernama SuccessBefore30. Chandra membagikan kisah inspiratif dan motivasi melalui video-videonya, maka tak heran bila ada yang menyebutnya sebagai motivator.

Chandra dilahirkan dari keluarga olahragawan. Kedua orang tuanya merupakan atlet basket. Dilatarbelakangi inilah masa kecil Chandra sudah dididik menjadi anak yang disiplin dan kerap menerima tempaan yang keras. Ia juga terlibat dalam olahraga renang.

Walaupun dibesarkan dari orang tua berprofesi atlet, Chandra memiliki badan yang kurus dan kecil. Hal tersebut menjadikan dirinya sebagai bahan bully oleh teman-temannya saat duduk di bangku putih biru. Tak jarang, setibanya ia di rumah membawa kaki yang bengkak dan wajah penuh lebam. Chandra akhirnya menekuni bela diri Taekwondo membuat dirinya menjadi sosok yang lebih berani.

Di lain sisi, jiwa pengusahanya sudah terlahir sejak masih belia. Selain menjadi atlet, ayahnya juga memiliki usaha. Pada usianya 12 tahun, Chandra sudah mencoba untuk berjualan. Ia membantu di toko hasil bumi ayahnya dan dan juga di toko kelontong pamannya.

Pada 1994, Chandra menyelesaikan masa putih abu-abunya dan melanjutkan ke Universitas Surabaya di Fakultas Teknik Industri. Dua tahun kemudian, usaha yang dimiliki ayahnya mengalami gangguan keuangan.

Melihat kondisi itu, Chandra memutuskan untuk mencari penghasilan sendiri. Ia menjadi guru les privat dari rumah ke rumah agar meringankan beban orang tuanya. Saat mengajar, ia dikenalkan oleh salah satu muridnya tentang dunia direct selling.

Mengetahui hal tersebut, Chandra bergabung ke suatu perusahaan, tapi hanya berlangsung selama 2,5 tahun. Perusahaan tersebut terpukul karena krisis yang terjadi di Indoensia pada tahun 1997 dan 1998. Akhirnya, ia keluar dari perusahaan tersebut.

Pada Januari 1999, Chandra bergabung dengan Dato Andrew Ho dan rekannya untuk berkarier di KK Indonesia. Di usianya yang ke 22 tahun, kehidupan keluarganya semakin terpuruk. Ayahnya mengalami kebangkrutan, ibunya telah dipanggil sang Pencipta dan meninggalkan utang sebesar Rp 500 juta karena ditipu mitra bisnisnya.

Rumah dan toko ayahnya terpaksa dijual sehingga Chandra dan keluarganya harus mengontrak. Kondisi ini membuatnya begitu terpuruk, ditinggal oleh ibunya dan Chandra harus melunaskan utang yang begitu banyak. Bahkan, ia depresi hingga ingin bunuh diri.

Setelah berkali-kali mencoba ingin mengakhiri hidupnya, Chandra dihadirkan sosok ibunya melalui mimpi. Dalam mimpinya itu, ia diperlihatkan ibunya yang sedang tersenyum dan memberi sinyal bahwa ibunya berada di tempat yang jauh lebih baik, serta memberi tahu kalau Chandra masih punya tanggung jawab besar yang harus diselesaikan.

Dari mimpi tersebut, Chandra langsung bangkit kembali dan berjuang untuk melunaskan utang ibunya. Hanya berselang sebulan dari kepergian ibunya, ia menjadi Diamond Star Director di KK Indonesia. Ia terus menggapai jenjang karier tertinggi sebagai Crown Star Director hingga akhirnya pada tahun 2003, Chandra berhasil melunaskan utang sebesar Rp 500 juta yang dimiliki ibunya.

Kini, Chandra merupakan salah satu dari sepuluh Co-Founder yang mendirikan KK Indonesia. Perusahaan ini adalah perusahaan multinasional terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang distributor, produknya berupa kecantikan dan kesehatan.

Selanjutnya, pada 2012, ia mendirikan CPN Publishing, berikutnya CPN Training & Consulting, dan pada 2015 ia mendirikan CPN Media, serta lini bisnis lainnya yang kemudian berada di bawah naungan CPN Group. Pada 2019, ia juga bermitra dengan Atta Halilintar untuk mendirikan AHHA Store di Surabaya dengan modal awal sebesar Rp 1 miliar.

Chandra juga menyebutkan memiliki penghasilan senilai USD 1 juta ( Rp 14 miliar) sebelum usianya menginjak 30 tahun. Hal inilah yang membuat dirinya menamai kanal Youtube-nya sebagai SuccessBefore30. Dari kanal tersebut, ia memotivasi dan memberikan kisah inspiratif terutama untuk anak-anak muda agar bisa meraih kesuksesannya.