Konten dari Pengguna

Kisah David Steward, Anak Pemulung yang Kini Jadi Miliarder di Amerika Serikat

Profil Orang Sukses

Profil Orang Sukses

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Meski anak dari seorang pemulung, David Steward bangkit dan berhasil mencapai kesuksesan. Foto: Forbes
zoom-in-whitePerbesar
Meski anak dari seorang pemulung, David Steward bangkit dan berhasil mencapai kesuksesan. Foto: Forbes

Kisah hidup David Steward hingga mencapai kesukesan membuat kita paham bahwa seburuk apapun kondisi kita di masa lalu, dengan kerja keras dan laku tahan banting, waktu akan membayar segalanya dengan menyuguhkan kita nasib baik di masa depan.

Bagaimana tidak, Steward, yang kini ialah pendiri World Wide Technology Inc, salah satu perusahaan besar seantero Afrika dan Amerika, punya masa lalu yang tak seperti bayangan Anda. Dan tentu, ia tak lantas kaya dengan tiba-tiba.

Mengutip laman Coinnounce, Steward adalah anak dari seorang pengepul sampah atau pemulung. Untuk menambah penghasilan, orang tuanya juga mencari pekerjaan sampingan sebagai mekanik dan petugas kebersihan.

Lahir dari keluarga yang melarat, Steward kecil juga akrab dengan penderitaan yang bermacam-macam. Ia, yang memang keturunan kulit hitam, kerap dihadapkan dengan perilaku rasis.

Namun, bagi Steward, hidup tetaplah hidup: ia harus melewati segala rintangan dan banyak hal yang teruk, sekuat tenaga.

Maka, dengan bangkit dan mengumpulkan kekuatan berkali-kali lipat daripada kesulitan yang menimpa hidupnya, Steward akhirnya bisa kuliah hingga menjadi sarjana di Central Missouri State University. Selepas lulus, ia kemudian bekerja sebagai account executive di Federal Express.

Setelah lama bekerja di sana, Steward mendapat kesempatan untuk bekerja di sebuah perusahaan konsultan bisnis layanan transportasi khusus pengaudit tarif. Namun, lantaran saat itu kondisi perekonomian sedang sulit, ia akhirnya memutuskan untuk mendirikan World Wide Technology.

Kantor pusat World Wide Technology di Amerika Serikat. Foto: claycorp.com

Tak dinyana, lewat keputusan itu, Steward yang memang piawai melihat peluang dapat mengembangkan perusahaan tersebut dan membuatnya makin membesar.

Di World Wide Technology, Steward kini berhasil mempekerjakan tak kurang dari 3 ribu karyawan dan meraup pendapatan US$ 7,4 miliar atau sekitar Rp 10 triliun (kurs 14.000) per tahun. Kini, perusahaan yang menawarkan layanan e-bisnis, ahli ERP, dan Java itu punya banyak klien perusahaan besar dunia seperti Eastman Kodak, Ford, Bell Atlantic, Boeing, hingga pemerintah Amerika Serikat sendiri.

Berkat World Wide Technology, kini Steward punya kekayaan hingga US$ 3,4 miliar dan menjadi satu dari lima orang ras kulit hitam miliarder menurut Forbes.