Kisah Dua Sejoli Penemu Vaksin Corona Pfizer, Hartanya Mencapai Rp 71 Triliun

Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perusahaan bioteknologi asal Jerman, BioNTech, mengumumkan bahwa vaksin yang dikembangkan bersama Pfizer berhasil melawan varian virus corona yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan. Perusahaan ini mengumumkan hasil temuan vaksin tersebut pada Jumat (8/1).
“Antibodi dari orang yang telah menerima vaksin COVID-19 yang dikembangkan Pfizer-BioNTech secara efektif menetralkan SARS-CoV-2 dengan mutasi kunci yang juga ditemukan pada dua strain yang sangat mudah menular," kata BioNTech.
Keberhasilan ini berawal pada Januari 2020 saat dr Sahin membaca sebuah artikel tentang virus corona di sebuah jurnal kesehatan. Sahin yakin bahwa virus yang saat itu menyerang China akan menjadi pandemi global.
Namun tahukah kamu siapa ilmuwan handal yang berhasil menemukan vaksin tersebut? Mereka adalah sepasang suami istri, Ugur Sahin dan Özlem Türeci.
Keduanya adalah anak dari imigran Turki. Sahin berusia empat tahun ketika pindah ke Jerman bersama ibunya untuk bergabung dengan ayahnya, yang bekerja di pabrik Ford di Koln.
Sahin belajar ilmu kedokteran di Universitas Cologne. Dia merupakan salah satu mahasiswa berprestasi di kampusnya. Ia sering tinggal di lab hingga larut malam untuk mengerjakan atau meneliti sesuatu.
Pada 2001, sua sejoli itu mendirikan perusahaan pertama mereka, Ganymed Pharmaceuticals GmbH, untuk mengembangkan perawatan antibodi. Dr. Türeci adalah kepala eksekutif dan Dr. Sahin bertanggung jawab atas penelitian.
“Motivasi kami adalah untuk menjembatani kesenjangan dari sains ke kelangsungan hidup,” kata Türeci.
Di tahun 2002, Sahin dan Türeci memutuskan menikah. Mereka meninggalkan laboratorium mereka sekitar waktu makan siang dan menuju ke kantor pendaftaran pernikahan. Uniknya, beberapa jam setelah menikah, mereka langsung mengenakan kembali jas lab dan kembali bekerja.
Pada 2008 Sahin dan Türeci mendirikan BioNTech untuk memperluas penelitian mereka dari perawatan antibodi menjadi mRNA. Semua direktur eksekutif di BioNTech adalah ilmuwan, termasuk kepala bagian keuangan dan penjualan.
Vaksin BioNTech/Pfizer
Guna memerangi corona, BioNTech bekerja sama dengan Pfizer untuk menghasilkan vaksin. Vaksin corona yang diberi nama Pfizer/BioNTech menggunakan messenger RNA (mRNA) yakni materi genetik yang dibaca sel tubuh untuk membuat protein.
Berdasarkan uji coba tahap ketiga, vaksin buatan mereka tersebut mampu mencegah lebih dari 90% orang menderita COVID-19. Harga yang ditawarkan untuk vaksin Pfizer/BioNTech sekitar Rp 283.000 per dosis.
Pembuat vaksin corona Jerman BioNTech dan raksasa farmasi AS Pfizer mengatakan akan meningkatkan produksi vaksin COVID-19 hingga 2 miliar dosis di tahun 2021.
Berkat kepiawaiannya, saham BioNTech telah melonjak hampir 8 persen minggu ini dan naik lebih dari 250 persen sepanjang tahun 2020. Sahin sekarang adalah orang terkaya ke-493 di planet ini dengan kekayaan bersih USD 5,1 miliar atau sekitar Rp 71 triliun, berdasarkan data dari Bloomberg.
(AAG)
