Konten dari Pengguna
Kisah Ed Sheeran, Musisi Terkaya di Inggris yang Pernah Tidur di Stasiun
26 September 2021 11:55 WIB
·
waktu baca 2 menit
Kiriman Pengguna
Kisah Ed Sheeran, Musisi Terkaya di Inggris yang Pernah Tidur di Stasiun
Kesuksesan Ed Sheeran hari ini berhasil ia dapatkan dari perjuanngan di masa kelamnya. Sebelum ia menjadi musisi terkaya di Inggris, Ed pernah menjadi tunawisma hingga tidur di stasiun bawa tanah.Profil Orang Sukses
Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Ed Sheeran dikenal sebagai musisi jenius yang karyanya selalu hits sejak dirilis. Sebelum pandemi, ia berhasil merampungkan konser "Divide" di 46 negara dengan meraih kesuksesan besar dengan pendapatan USD 750 juta atau setara dengan Rp 10,6 triliun.
ADVERTISEMENT
Dengan kekayaan tersebut, tak heran kini ia disebut sebagai salah satu musisi terkaya di Inggris versi Forbes. Namun, ia tak pernah mengubah penampilan bahkan gaya hidup sederhananya hingga kini. Tak seperti selebriti lain, ia jarang menggunakan uangnya untuk membeli barang mewah.
Bahkan ia membuat anggaran sendiri untuk pengeluaran kebutuhan sehari-hari senilai USD 1000 atau Rp 12,5 juta per bulan. Angka ini tergolong kecil mengingat pendapatannya yang besar. Ia mempertahankan gaya hidup yang sama sebelum dan sesudah kesuksesannya. Ed bahkan jarang menggunakan smartphone miliknya karena ia merasa lebih tenang dan tidak tergesa-gesa.
Jika melihat perjalanan karirnya, sebelum ia berhasil seperti saat sekarang, Ed Sheeran pernah mengalami masa-masa kelam sebagai tunawisma. Di umur 16 tahun, ia pergi ke London untuk kuliah di salah satu universitas musik. Namun, setelah lulus ia justru kehilangan tempat tinggal karena tak memiliki uang sepeser pun.
ADVERTISEMENT
Selama dua tahun ia tidak bisa menetap di rumah layak huni. Ia tidur di area stasiun bawah tanah, terkadang menginap di rumah teman, bahkan ia mengaku pernah tidur diluar Istana Buckingham. Ia berhasil bertahan hidup dengan manggung di sudut sudut kota.
Setelah mengumpulkan uang, ia memutuskan pergi ke Los Angeles karena merasa karirnya berantakan di London. Setelah pindah ke LA, ia bertemu Jamie Foxx yang langsung menyadari bakat brilian dalam diri Ed.
Akhirnya, Ed dibiarkan tinggal bersama Jamie sambil melakukan rekaman. Tak disangka, karyanya langsung diterima dan dikenal banyak orang hingga akhirnya ia bergabung ke Atlantic Record.
Setiap kali merilis karyanya, ia selalu menambah jejak prestasi gemilang dalam karirnya sebagai musisi. Ia bahkan bekerja sama dengan penyanyi ternama Taylor Swift dan menulis lagu untuk album One Direction.
ADVERTISEMENT
Karya di awal karirnya seperti The A Team dan Lego House berhasil membuatnya meraih penghargaan platinum dan masuk ke nominasi lagu terbaik di Grammy Awards 2012, bahkan ia menjadi nominasi artis pendatang baru terbaik di Grammy 2014.
Belakangan dikabarkan, Ed Sheeran akan melangsungkan konser tur di Inggris bertajuk “Mathematics Tour” pada Juni 2022 mendatang.

