Kisah Liu Yonghao, Peternak Ayam yang Jadi Miliarder di China

Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap insan di dunia ini berhak menjadi profil orang sukses dengan cara mereka sendiri. Dengan menggabungkan kreativitas, kegigihan, dan pantang menyerah, setiap individu akan berhasil mencapai di puncak kesuksesannya.
Tentunya, tidak ada jalan kesuksesan yang instan. Semua orang punya pemikiran masing-masing dalam menjalankan usaha atau pun bisnisnya. Bahkan, dari pekerjaan yang tidak disangka-sangka bisa meraup kekayaan yang fantastis.
Begitu pula dengan Liu Yonghao, yang berhasil jadi miliarder di China dengan profesi sebagai peternak ayam dan mendirikan perusahaan. Kini, perusahaan New Hope Group menjadi produsen pakan ternak terbesar di China. Tercatat di Forbes, kekayaan Liu dan keluarga sebesar USD 11,6 miliar atau sekitar Rp 163 triliun (kurs Rp 14.084).
Liu merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Bisa dibilang, keadaan ekonomi keluarganya saat itu cukup susah. Dengan keadaan seperti itu, Liu dan saudaranya ingin mengubah nasib kehidupan menjadi lebih baik lagi.
Hingga akhirnya, pria kelahiran September 1951 itu dan semua saudaranya bisa menamatkan jenjang pendidikan tinggi. Dengan cara ini mereka yakin kalau bisa meraih kesuksesan melalui pendidikan, mereka akan mengubah hidupnya melalui kecerdasan dan caranya sendiri.
Mereka berempat mulai mencoba bisnis pertama pada tahun 1980 dengan merakit dan menjual peralatan audio. Liu mengakui kalau mereka bekerja dengan baik dan menghasilkan sebuah prototipe. Tapi, bisnisnya tidak berjalan lancar dan akhirnya gagal.
Dua tahun kemudian, pada 1982, ada peluang untuk mendirikan bisnis di pedesaan dengan prospek yang cukup menggiurkan. Maka dari itu, Liu dan saudara berencana menjadi peternak ayam untuk memulai bisnisnya lagi.
Mereka mengumpulkan modal dengan cara menjual jam tangan, sepeda, bahkan berbagai macam barang yang bisa diuangkan. Dan akhirnya, mereka berhasil mengumpulkan USD 120 sekitar Rp 1,6 juta (kurs Rp 14.084). Untuk memulai usaha dalam pembiakan burung puyuh dan ayam lalu dijual ke peternak lain.
Namun, menjadi peternak ternyata tidak mudah. Di tengah perjalanan, Liu dan saudaranya tersendat masalah biaya. Mereka harus meminjam uang dari kerabat karena bank saat itu enggan memberikan pinjaman kepada individu.
Uang yang dipinjam melalui kerabatnya terus bertambah sampai mereka tidak bisa mengembalikan pinjamannya. Mau tidak mau, untuk melunasi utangnya, Liu menjual semua ayam yang baru lahir agar bisa membayar utang.
Walaupun sempat mengalami kendala, Liu tidak putus asa. Ia pantang menyerah dan terus mengembangkan bisnis pakan ternak dan mendirikan New Hope Group.
New Hope Group menjadi salah satu perusahaan pakan ternak terbesar di China pada tahun 1992. Dua tahun kemudian, Liu berinvestasi untuk Prefektur Otonomi Liangshan Yi di Provinsi Sichuan sehingga bisa mendirikan pabrik Tiongkok terbesar di kala itu.
Tak hanya itu, Liu turut mengambil andil dalam mendirikan China Mingsheng Bank. Ia juga telah menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan dan Direktur Non-Eksekutif sejak 2009 dan memiliki kira kira 7 persen saham dari bank tersebut.
Perusahaannya, New Hope Group, mempertahankan minat dalam bidang pakan ternak, produk susu, logistik, hingga properti. Liu mengatakan kalau ia terfokus untuk mengembangkan koperasi pertanian. Hal ini bisa membantu petani untuk memperluas petak ternak keluarga mereka menjadi pertanian industri besar. Kini, putrinya yang bernama Liu Chang mengambil alih bisnisnya. Walaupun begitu, ia masih sering terlibat dalam operasi perusahaan.
