Bisnis
·
22 Juli 2021 12:48
·
waktu baca 3 menit

Kisah Mantan Tukang Tambal Ban Kini Jadi Pengusaha Properti yang Sukses

Konten ini diproduksi oleh Profil Orang Sukses
Kisah Mantan Tukang Tambal Ban Kini Jadi Pengusaha Properti yang Sukses (83530)
searchPerbesar
Haji Irwan Hasan/kumparan.com
Nasib hidup seseorang tidak ada yang mengetahuinya. tidak ada seorang pun yang bisa tahu seperti apa nasibnya kelak. Mungkin tidak pernah terpikir sebelumnya menjadi seorang pengusaha properti.
ADVERTISEMENT
Haji Irwan Hasan, kini sukses menjadi pengusaha properti dan memiliki tujuh lokasi perumahan.
Siapa sangka, pemilik tujuh lokasi perumahan yang tersebar di Makassar, Gowa, dan Takalar, Sulsel ini, dulunya adalah seorang penambal ban di pinggiran jalan. Owner PT Raihan Cipta Pratama ini menekuni pekerjaan itu cukup lama.
Bungsu dari 14 bersaudari yang terlahir dari seorang ayah yang sehari-harinya berjualan ikan, memulai kariernya sebagai penambal ban sejak kelas tiga SMP hingga kuliah di semester -semester awal atau pada tahun 1990-1996 di depan rumahnya di Jl. Andi Tonro, Makassar.
Ia memiliki tekad dan motivasi yang besar yang membuat pria kelahiran Makassar, 10 Agustus 1974 ini, berjuang untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Dari hasil menambal ban itulah dia membiayai kuliahnya.
ADVERTISEMENT
Tapi, tekadnya untuk segera menjadi sarjana tertunda saat dia memasuki semester lima. Saat itu, ada program magang industri ke Jepang.
Ia lalu mendaftar dan lolos seleksi. Ia pun dikirim ke Jepang dan magang selama 3 tahun di perusahaan mesin tempel merek Yamaha di Provinsi Shaizuoka.
Momen itulah yang sedikit “menaikkan kelasnya”. Sebab, setelah pulang dari Jepang dan membawa sedikit modal “Yen”, Irwan membuka usaha jual beli velg bekas dan ban bekas di bilangan Jl. AP Petta Rani.
Ia menekuni pekerjaan itu sekira 3 tahun. Usaha itu cukup lumayan. Sayangnya, cobaan datang ketika lokasi tanah kosong tempatnya berjualan yaitu di depan Gedung Hamrawati, dibeli seorang pengusaha besar di Makassar.
ADVERTISEMENT
Ia pun harus menyingkir dan membawa barang jualannya itu kembali ke Jl. Andi Tonto, tempatnya dulu menambal ban.
Namun, di tempat itu, usaha velg bekas tidak cocok. Hari demi hari, pembeli tak kunjung datang. Dia mulai resah dan tidak yakin dengan usaha ban itu.
Di tengah hari-hari kegalauannya itu, tanpa sengaja dia berjumpa dengan seorang kenalan yang menjual tanah kavling yang letaknya di bagian belakang bilangan Jl Andi Tonro.
Singkat cerita, Irwan membeli sekavling tanah lalu dibanguni rumah satu unit. Dari satu unit rumah inilah, awal dia menggeluti bisnis properti.
Sebab, setelah rumah itu terjual, hasilnya cukup untuk membeli lagi dua kavling tanah dan membangunnya. Hasil dari dua unit ini, lalu menjadi lima unit.
ADVERTISEMENT
Loncatan besar dilakukan Irwan saat kelima rumahnya itu terjual. Hasilnya cukup untuk membeli lahan sekira satu hektare di Kabupaten Gowa. Di atas lahan itu, Irwan lalu membangun 70 unit rumah subsidi.
Dari hasil inilah yang meningkat sampai sekarang. Jika dihitung dari sejak awal menggeluti bisnis ini, mungkin jumlah rumah yang dibangunnya sudah mencapai seribuan unit lebih.