Bisnis
·
8 Juli 2021 11:52
·
waktu baca 3 menit

Kisah Pria Putus Sekolah Raup Rp 20 T, Berawal dari Jual HP dan Buka Laundry

Konten ini diproduksi oleh Profil Orang Sukses
Kisah Pria Putus Sekolah Raup Rp 20 T, Berawal dari Jual HP dan Buka Laundry (92704)
searchPerbesar
Nikhil Kamath/gaptex.id
Setiap orang ingin mencapai kesuksesan, namun dalam proses mencapai kesuksesan tersebut tidak mudah. Terlebih lagi ketika seseorang tidak terlahir dari keluarga yang berkecukupan melainkan dari keluarga yang biasa saja.
ADVERTISEMENT
Hal ini dialami oleh Nikhil Kamath, pria asal India yang putus sekolah di usia 14 tahun dan tidak melanjutkan pendidikan hingga sekarang namun berhasil sukses raup triliunan tanpa adanya gelar universitas maupun ijazah.
Nikhil Kamath disebut sebagai salah satu miliarder paling muda di India. Di usianya yang ke 34 tahun, pengusaha yang terlahir di Bangalore, India tersebut masuk ke dalam daftar orang terkaya di India versi Forbes pada akhir tahun lalu bersama saudaranya, Nithin Kamath.
Dikutip dari situs Forbes, Nikhil dan Nithin Kamath bersaudara memiliki total kekayaan bersih mencapai US$ 1,55 miliar atau setara dengan Rp 21,7 triliun.
Nikhil adalah co-founder dan chief investment officer dari Zerodha, sebuah platform perdagangan saham. Sebelum masuk ke dunia saham, Nikhil adalah seorang juara catur yang memutuskan berhenti sekolah di usia 14 tahun dan tidak pernah kuliah sampai sekarang.
ADVERTISEMENT
Sebelum permainan catur dipopulerkan melalui serial The Queen’s Gambit, Nikhil sudah lebih dulu menekuninya hingga memutuskan berhenti sekolah demi bermain catur secara full time. Nikhil dulu sering memenangkan lomba catur dan berniat untuk berkompetisi secara internasional hingga suatu hari terpikir untuk punya sumber penghasilan cadangan karena pada saat itu ia tak punya penghasilan. Terinspirasi dari kakaknya, pria 34 tahun itu pun mulai tertarik dengan trading atau jual beli saham.
Karena ia tidak melanjutkan sekolah dan tidak meneruskan pendidikan ke jenjang kuliah, ia mengatakan bahwa tidak akan ada yang mau menerimanya bekerja tanpa adanya gelar universitas. Artinya, ia harus melakukan sesuatu yang tidak butuh gelar ataupun ijazah.
Setelah putus sekolah, Nikhil mulai terjun ke dunia trading di usia 17 tahun dan bisa dibilang langsung sukses dengan waktu yang terbilang singkat. Bersama sang kakak, Nithin, pria tersebut mulai melakukannya untuk keluarga dan teman-teman tapi ia merasa sistem jual beli saham terlalu rumit.
ADVERTISEMENT
Ia memilih untuk terjun ke dunia trading karena menurutnya pekerjaan dalam trading tidak butuh kualifikasi, selain itu trading juga menguntungkan. Semua orang bisa belajar pasarnya, bisa dibaca online, bisa beli buku untuk tahu sistem dan metodologi trading dan investasi yang berbeda dan menjadi trader andal sendiri.
Nikhil dan Nithin kemudian mendirikan Zerodha yang merupakan kombinasi zero (nol) dan rodha (batasan) pada tahun 2010. Start-up tersebut memang sudah cukup lama didirikan namun baru mengalami perkembangan pesat selama pandemi. Salah satu alasannya adalah banyak orang menghabiskan waktu di rumah dan punya waktu untuk belajar dan mencari alternatif sumber penghasilan tanpa pergi ke mana-mana.
Zerodha sendiri merupakan salah satu platform trading saham terbesar yang ada di India. Setidaknya sebanyak 15 persen penjualan saham secara ritel dilakukan melalui platform tersebut. Hal tersebut didorong oleh kenaikan minat investor ritel yang membanjiri pasar saham di tengah pandemi.
ADVERTISEMENT
Nikhil mengatakan, salah satu hal penting untuk mencapai sukses adalah ketepatan waktu. Menurut dia, setiap pengusaha sangat penting untuk bisa mengenali ketepatan waktu tersebut.
Kini sukses dalam dunia perdagangan saham, Nikhil pun ternyata pernah mencoba peruntungan dalam hal lain yang kurang membuahkan hasil. Dikatakan jika ia sempat membuka jasa laundry hingga berjualan handphone bekas di usia 17 tahun. Namun usaha-usaha itu ditinggalkannya dan ia beralih ke dunia saham karena melihat potensi pasar. Dari Zerodha, kini Nikhil memiliki total kekayaan mencapai US$ 1,55 miliar atau setara Rp 21,7 triliun.
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white