Konten dari Pengguna

Kisah Sahroni: Eks Pedagang Kaki Lima yang Kini Jadi Pengusaha Berharta Rp 208 M

Profil Orang Sukses

Profil Orang Sukses

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ahmad Sahroni (Foto: Instagram.com/ahmadsahroni88)
zoom-in-whitePerbesar
Ahmad Sahroni (Foto: Instagram.com/ahmadsahroni88)

Apakah kita bisa menjadi orang yang sukses meskipun keadaan saat ini seakan tidak memungkinkan? Jawabannya adalah "ya". Buktinya, Ahmad Sahroni saja kini bersulih rupa menjadi seorang pengusaha besar dan sukses.

Pertanyaannya, siapakah Sahroni? Ya, Sahroni, atau Ahmad Sahroni, adalah pendiri PT Ekasamudera Lima dan PT Ruwanda Satya Abadi. Dua perusahaannya itu bergerak di bidang angkutan bahan bakar minyak.

Bidang usaha yang digeluti Sahroni adalah pengangkutan BBM. Ia punya beberapa kapal tongkang yang setiap harinya mengangkut BBM dari satu tempat ke tempat lainnya.

Tak hanya mengandalkan usaha angkut BBM nya, Sahroni juga berkelana ke bidang usaha lain. Salah satu yang ia geluti secara serius adalah bisnis properti. Selanjutnya jual beli mobil mewah atau bahkan jual beli jam tangan mewah.

Dari semua usaha yang ia lakoni, Sahroni berhasil mendulang kekayaan yang menurut catatan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 2018 silam sebesar Rp 208 miliar.

Bermodalkan usaha dan kekayaannya, Sahroni maju menjadi calon anggota DPR RI dari partai Nasdem dan terpilih menjadi anggota resmi masa periode 2014-2019 dan terpilih lagi untuk periode 2019-2024.

Dulu Hidup Susah Payah

Jauh sebelum dirinya sukses, pria asal Tanjung Priok itu sempat menjalani kehidupan yang super sulit dan proses yang menyengsarakan. Sahroni ditempa oleh jalan hidup yang keras dan pahit.

Kedua orang tua Sahroni adalah penjual nasi padang di daerah Tanjung Priok. Mereka berjualan dengan mengenakan gerobak kayu. Jika kelelahan, Sahroni kecil akan tidur di gerobak tersebut.

Karena kondisi keuangan keluarga yang sulit, semasa SMP, Sahroni sudah harus mencari uang sendiri untuk biaya jajannya. Bocah Priok itu menjajakan jasanya menjadi tukang semir sepatu dan ojek payung.

Jiwa kepemimpinan Sahroni mulai tampak kala ia masuk SMA. Dirinya terpilih menjadi ketua OSIS. Namun, kehebatan leadership-nya harus berhenti karena Sahroni tak melanjutkan ke pendidikan tinggi.

Setelah lulus SMA, Sahroni berprofesi sebagai supir antar jemput siswa sekolah. Merasa tak cukup penghasilan, ia beralih menjadi sopir mobil pengangkut bahan bakar. Pekerjaan terakhir inilah yang akan membawa kesuksesan dalam kehidupan Sahroni.

Karirnya sebagai pengangkut bahan bakar benar-benar cemerlang. Memulai sebagai seorang sopir, karir Sahroni menanjak menjadi seorang direktur. Pengalamannya di dunia bahan bakar membuat ia membangun perusahaan.

Bermodalkan yang dari investor, Sahroni akhirnya mendirikan PT Ekasamudera Lima dan kemudian PT Ruwanda Satya Abadi. Sejak saat itulah nasib Sahroni benar-benar berubah.