Kisah Sukses Willson Cuaca Bisa Dirikan Perusahaan East Ventures
Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Willson Cuaca adalah salah satu pendiri dari perusahaan East Ventures. Pria lulusan Binus University ini mendirikan perusahaan venture capital tersebut bersama kedua rekannya, Taiga Matsuyama dan Batara Eto dari Jepang.
Willson mendirikan East Ventures pada tahun 2009 hanya dengan bermodal investasi USD 2,2 juta. Sebagian besar uang tersebut berasal dari para investor dari Jepang dan ada pula beberapa tambahan dari uang pribadi masing-masing pendiri.
Kala itu, ia membuat sebuah pertaruhan besar di mana berani mendirikan sebuah perusahaan venture capital yang pada saat itu pengguna internet di Indonesia baru berjumlah 30 juta alias 13 persen dari total populasi di Indonesia. Namun, Willson melihat adanya potensi untuk berkembang yang kemudian menjadi sebuah alasan berdirinya East Ventures.
Selain itu, pertaruhan lainnya dilakukan oleh Willson disaat ia menyuntikkan dana kepada Tokopedia di tahun 2010. Pada saat itu, Willson yakin dengan adanya inovasi, adopsi belanja online akan meningkat dan akan memutar roda perekonomian digital lebih cepat.
Pertaruhan tersebut kemudian berbuah manis saat Tokopedia berhasil menjadi unicorn dan menyatu dengan Gojek yang kini menjelma menjadi perusahaan digital terbesar di Indonesia. Apabila Willson melakukan kesalahan pendanaan, mungkin pertaruhan tersebut akan menjadi bencana terbesar baginya.
Setelah Tokopedia, EV juga turut mendanai beberapa perusahaan rintisan seperti Ralali, Fore Coffee, Stockbit, Cohive, dan masih banyak lagi.
Seiring pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia yang mulai berkembang serta performa portofolio yang terus meningkat, dana yang dihimpun dari para investor pun kian membesar. Berdasarkan hasil wawancara dari Fortune Indonesia, Asset under management (AUM) dari East Ventures pun mencapai USD 1,5 miliar.
Keberhasilan East Ventures menjadi perusahaan venture capital yang paling aktif ternyata juga memikat para investor kelas kakap, seperti Masayoshi Son. Dikutip dari Fortune Indonesia, Willson hanya perlu 30 menit untuk meyakinkan CEO SoftBank tersebut untuk menaruh dana USD 60 juta karena rekam jejak dari dua unicorn Asia Tenggara berada di dalam daftar portofolio mereka.
Berkat keberhasilannya pula, Willson masuk ke dalam daftar "businessperson of the year" dari Fortune Indonesia di tahun 2022.

