Kisah Zhou Qunfei, Wanita Putus Sekolah yang Kini Jadi Orang Terkaya

Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Zhou Qunfei adalah seorang pengusaha asal China yang 2018 lalu dinobatkan Forbes sebagai salah satu perempuan terkaya dunia. Meski putus sekolah, tetapi dirinya mampu memiliki kekayaan bersih hingga mencapai 14,8 juta dolar AS atau setara dengan Rp 215,5 triliun. Kisah hidupnya tidaklah mulus. Sejak kecil, Qunfei terpuruk dalam kemiskinan.
Di usianya yang ke 5, Qunfei ditinggal mati ibunya. Praktis, dirinya tinggal bersama sang ayah yang merupakan buruh pabrik. Namun suatu hari ketika sang ayah bekerja, ia mengalami kecelakaan kerja. Lantaran hal itu, si ayah harus kehilangan pengelihatan dan jari tangannya.
Ia pun turut membantu keluarganya untuk mencari nafkah. Di usianya yang ke 16, ia putus sekolah dan bekerja di pabrik lensa pada tahun 1986. Meski begitu, dirinya tetap mengikuti kelas akuntansi di malam hari dan bermimpi untuk memiliki bisnisnya sendiri.
Hidup Qunfei dahulunya sangat miskin. Dirinya selalu tak tenang lantaran terus memikirkan bagaimana cara agar esok bisa makan. Lantaran sangat tertekan, Qunfei diketahui pernah terlintas dalam pikirannya untuk mengakhiri hidup. Tetapi niatnya itu ia urungkan.
Qunfei memulai kariernya dari nol. Perempuan itu selalu bersemangat dan rajin bekerja. Berkat kerja kerasnya, Qunfei kemudian dipromosikan ke posisi manajerial. Dari sana, ia menabung uangnya untuk modal membangun bisnis.
Di tahun 1993, dengan tabungan 20 ribu HKD atau setara dengan Rp 35 juta, ia membangun bisnisnya sendiri. Saat itu, ia belum dapat membuat workshop lensa jam tangannya sendiri. Melainkan tinggal bersama tujuh sepupunya dan saudara kandung di sebuah apartemen selama empat tahun.
Lagi-lagi, berkat ketekunannya, Qunfei berhasil membangun pabrik lensa dan seribu karyawan dalam kurun waktu 10 tahun. Pada tahun 2003, Qunfei mendapatkan kesempatan dari Motorola untuk menjadi pemasok. Dirinya pun menerima tawaran itu dan memulai bisnisnya secara internasional.
Untuk memenuhi tuntutan perusahaan, Qunfei bahkan harus rela menjual rumah dan barang berharga nya. Lantaran perusahaannya kala itu masih belum memiliki fleksibilitas keuangan. Saat itu, dananya masih kurang dan dirinya hampir putus asa. Pikiran untuk mengakhiri hidup kembali muncul. Tetapi niat itu digagalkan karena telepon dari putrinya.
Permasalahannya selesai dengan bantuan Motorola. Di tahun 2004, perusahaan Qunfei berhasil mengirimkan lebih dari 100 juta unit layar untuk model Motorola V3. Bisnisnya terus berkembang sejak itu..
Di tahun 2007, Qunfei kembali berhasil menjadi vendor untuk menjadi pemasok utama bagi Apple. Di tahun 2015, perusahaannya bahkan memiliki lebih dari 82.000 karyawan di China. Pada tahun itu juga, perusahaannya melantai di bursa dengan valuasi 11,4 miliar dolar AS.
Kini Lens Technology menjadi perusahaan manufaktur sekelas Tesla, Apple, dan Samsung.
