Konten dari Pengguna

Mengenal Jensen Huang, Miliarder yang Raup Kekayaan Berkat Ciptakan Chip Game

Profil Orang Sukses

Profil Orang Sukses

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

CEO Nvidia Jensen Huang berbicara saat konferensi pers di The MGM selama CES 2018 di Las Vegas pada 7 Januari 2018. Foto: Mandel Ngan / AFP
zoom-in-whitePerbesar
CEO Nvidia Jensen Huang berbicara saat konferensi pers di The MGM selama CES 2018 di Las Vegas pada 7 Januari 2018. Foto: Mandel Ngan / AFP

Jensen Huang adalah miliarder yang berada di garis depan dalam solusi teknologi untuk kecerdasan buatan, permainan video, dan mobil otonom. Ia mendirikan pembuat chip grafis Nvidia pada tahun 1993, dan telah menjabat sebagai CEO dan presiden sejak awal.

Di bawah Huang, Nvidia menjadi kekuatan dominan dalam chip game komputer dan telah berkembang untuk merancang chip untuk pusat data dan mobil otonom.

Lahir di Taiwan, Huang sempat pindah ke Thailand, tetapi kemudian keluarganya mengirim dia dan saudaranya ke AS ketika kerusuhan sipil meningkat di Asia.

Tumbuh besar di Amerika dengan bermain game, mengajarinya akan ketekunan dan terus memaksa dirinya untuk bisa menang. Namun, Huang juga tak lupa untuk mengenyam dunia pendidikan. Ia kuliah di Oregon State University, lulus dengan gelar sarjana teknik elektro dan mendapatkan gelar master di bidang teknik dari Universitas Stanford

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Jensen Huang mulai bekerja di LSI Logic sebagai Direktur perusahaan. Dia kemudian bergabung dengan Advanced Micro Devices Inc. sebagai perancang mikroprosesor.

Jensen Huang tahu bahwa grafis adalah masa depan komputer dan game akan menjadi bidang yang paling menghasilkan pendapatan di masa depan. Pada bulan April 1993, bersama dengan mitranya, Curtis Priem, dan Chris Malachowsky, Huang membuat sebuah perusahaan pembuat perangkat lunak dan semikonduktor.

Huang ditunjuk sebagai CEO perusahaan, Curtis Priem, sebagai CTO dan Chris sebagai Wakil Presiden Senior untuk Teknik dan Operasi. Chris bekerja di posisi yang sama selama sepuluh tahun, dan pada tahun 2003, ia pensiun dari jabatannya.

Nvidia beroperasi terutama di empat pasar, yang meliputi pusat data, game, otomatis, dan visualisasi profesional. Perusahaan juga sudah mulai bekerja di bidang AI dan ML.

Sejak itu perusahaannya menerima USD 20 juta Pendanaan Modal Ventura dari Sequoia Capital dan lainnya. Pada tahun 2018, perusahaan mencatat pendapatan sebesar USD 3,047 miliar.

Berkat kekayaannya itu, ia dinobatkan sebagai miliarder oleh Forbes. Saat ini ia berada di urutan ke 78 dalam deretan miliarder dunia 2022. Kekayaan yang ia miliki mencapai USD 14,6 miliar atau sekitar Rp 219 triliun.