Konten dari Pengguna

Mengenal Yongki, Eks Penjaga Butik yang Jadi Pebisnis Sepatu Terbaik Dunia

Profil Orang Sukses

Profil Orang Sukses

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu gerai Yongki Komaladi di pusat perbelanjaan. Foto : supermalkarawaci.com
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu gerai Yongki Komaladi di pusat perbelanjaan. Foto : supermalkarawaci.com

Yongki Komaladi didirikan tahun 1992 oleh Kwok Joen Sian. memulai bisnisnya bermodalkan nekat. Dirinya hanya memiliki pengetahuan dan ilmu bisnis seadanya. Ia harus kerja keras dan melakukan beragam riset pasar. Merek ini kemudian menjadi merek sepatu lokal yang terkenal hingga ke seluruh Indonesia. Yongki bahkan mendapatkan penghargaan kompetisi rancangan sepatu Internasional. Yongki Komaladi mendapatkan penghargaan International Footwear Design Competition di Guangzhou, Tiongkok 2015 lalu.

Kwok Joen Sian merupakan anak ke-14 dari 15 bersaudara. Dirinya dipanggil dengan sebutan Yongki lantaran selalu memakai gelang emas yang diberikan oleh kakaknya. Terdapat tulisan ‘Yongki’ pada gelang itu. Orangtua Yongki adalah A Ho dan Kwok Pit Tjong. Mereka memiliki usaha toko bangunan.

Di tahun 1997, Yongki melanjutkan pendidikannya dengan mengambil jurusan bisnis manajemen di Stanford College School Singapore. Namun sayangnya, ia hanya menempuh pendidikan di sana selama satu tahun. Ibunya meninggal, Yongki pulang kembali ke Indonesia dan sangat terpukul.

Pulang dari Singapura, Yongki bekerja untuk menjadi penjaga butik. Butik pakaian impor ini di miliki oleh orang tua angkatnya. Banyak orang yang berkunjung ke butik yang berlokasi di Duta Merlin ini. Di butik milik orang tua angkatnya, Yongki belajar mengenal barang-barang mewah. Ia juga mampu mengenali barang berkualitas tinggi dan produk tiruan.

instagram embed

Banyak pelanggan yang datang ke butik fashion impor itu. Mulai dari pelaku bisnis fashion, artis hingga pejabat. Dari situ, banyak pelanggannya yang memperhatikan Yongki. Mereka berfikir bahwa Yongki memiliki bakat untuk menjadi model.

Karier model Yongki dimulai ketika dirinya menjadi model kaca mata. Lambat laun, ia kemudian merambah menjadi model busana ternama. Selanjutnya Yongki diangkat menjadi asisten desainer. Meski sudah berada di puncak kesuksesan, Yongki berhenti dan keluar dari pekerjaannya. Ia kemudian menjadi Chief Merchandiser untuk salah satu department store ternama di Indonesia. Pada posisinya itu Yongki mengenal berbagai produk, khususnya sepatu.

Ketika bekerja menjadi Chief Merchandiser, Yongki beberapa kali merancang baju. Baju rancangannya pun disukai banyak orang dan menjadi popular. Suatu ketika atasannya mengelukan penjualan sepatu yang kurang laris. Ia kemudian menawarkan diri untuk menjadi desainer sepatu. Ternyata desain sepatunya mendapatkan sambutan positif. Yongki kemudian fokus menggarap bisnis sepatunya.

Yongki memulai usaha sepatunya dari nol dengan modal nekat. Ia sama sekali tak memiliki pengalaman dan ilmu pada bidang sepatu. Tetapi ia belajar keras secara otodidak untuk dapat menghasilkan sepatu dengan desain yang disukai pasar. Perjalanan bisnis sepatunya pun tak mulus. Yongki mendapatkan cemoohan lantaran nama yang dipakai sulit diucapkan dan dianggap kurang komersil. Tetapi Yongki tutup telinga. Meski sempat kurang percaya diri, Yongki tetap tak mundur. Ia meneruskan usaha sepatunya sendiri.

Dalam menentukan desainnya, Yongki terlebih dahulu melakukan riset pasar untuk memuaskan selera konsumen. Yongki dikenal memiliki produk yang simple namun tetap menarik. Sehingga banyak perancang busana yang berkolaborasi dengan dirinya seperti Sebastian Gunawan, Adrian Gan, Susan Budihardjo, dll. Ia juga dikenal karena membina 80 UMKM di seluruh Indonesia. Menurutnya, produk UMKM Indonesia tak kalah dengan produk asing dan harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri.